
" trkkkk, trkkkk"
Nano menggerakkan tangannya.
" Nano menggerakkan tangannya!. " teriak Ziva kaget
Semua orang di kamar Nano sumringah saat ada tanda-tanda akan sadarnya Nano.
Nano perlahan membuka matanya, dalam remang-remang matanya yang belum terbuka lebar, Nano melihat seorang yang berambut panjang sedang berada di dekatnya.
Perlahan Nano mulai sadar, dan melihat orang yang ada di sekitarnya.
Nano terperanjat ketika sadar dirinya ada di kamarnya sendiri.
" Ap,apa yang terjadi, kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Nano
" Tenang dulu Nano!." Ucap Papanya
Ziva berlari membawakan air minum untuk Nano yang baru saja siuman.
Semua orang di sana meninggalkan Nano, Papanya, dan Ziva di kamar Nano, Setelah Nano sudah mulai tenang, dan Papanya menceritakan tentang kejadian Darmawisata tersebut.
" mana Ponsel ku?". Tanya Nano
Nano membaca berita tentang sekolahnya, dan ternyata banyak siswa yang terbunuh.
" tidak masuk akal." Gumam Nano
" ugghhh". Nano memegang kepalanya, dan mengingat kejadian terakhir kali saat dia tumbang.
( Di ingatan Nano)
Nano merasakan hawa Ziovore yang begitu pekat, kemudian Nano menghampiri sebuah pohon, dimana Nano melihat 5 Ziovore yang sedang berdiri di atas dahan pohon tersebut, dan tentunya Nano juga melihat semua wajah Ziovore tersebut.
" tidak mungkin." Ucap Nano tertunduk sedih
" ada apa Nano?" Tanya Ziva heran
Nano memandangi wajah Ziva ynng sangat mengkhawatirkannya, Nano beranjak turun dari kasurnya.
Brukkkk,, Nano terjatuh karena badannya masih lemas.
Ziva dan Papanya Nano membopong Nano ke luar kamarnya, di sana sudah ada teman-teman Nano yang menunggunya.
" Syukurlah". Ucap Koro menatap Nano
Nano tersenyum melihat semua temannya yang ada di ruangan itu, dan tentunya dia juga melihat Moni yang berada jauh dari kerumunan Daivore.
" kau mengasingkan dirimu Moni". Ucap Nano
Moni mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Maaf Moni, kemarin aku sudah meragukan mu!." Ucap Nano kembali
Entah kenapa Nano sangat tenang melihat teman-temannya yang berkumpul di rumahnya.
" apa kamu sudah tahu Nano?" Tanya Koro
Nano menganggukkan kepalanya.
" tengtong". Seseorang memencet bel rumah Nano
Papanya membuka pintu, dan melihat seorang Pria yang berdiri di depan pintu tersebut.
Ziva langsung berlari dan memeluk Pria tersebut.
__ADS_1
"Ayah". Ucap Ziva menangis
Melihat Ziva yang menangis Nano hanya bisa melamun.
" Maafkan aku ayah, aku tidak bisa menemukan Kana!." Ucap Ziva yang masih menangis
Papanya Nano menyuruh Ayah Ziva masuk kerumahnya.
"Aku sudah mendengar apa yang terjadi di sini, saat berita itu tersebar luas aku langsung pulang dan mencari kedua putriku, dan Syukurlah Ziva selamat." Ujar Ayah Ziva
"T,tapi Kana!." Ucap Ziva sedih
Ayah Ziva melihat ke semua orang di sana,,,
" rupanya ini bukan hanya mitos semata, aku rasa perjuanganku tidak sia-sia". Ucap Ayah Ziva
Malam Pun tiba, mereka berpencar untuk kembali berjaga di daerahnya masing-masing.
Ziva masih berada di dekat Ayahnya,
" terimakasih karena telah membawa anakku kesini". Ucap Ayah Ziva kepada Papanya Nano
" berterima kasihlah kepada orang-orang yang sudah melindungi Ziva." Ucap Papanya Nano melihat ke arah Nano, Koro, dan Moni
Ayahnya Ziva melihat ke arah Moni yang sedang duduk melamun.
" kamu sedikit berbeda, apa kamu bukan bagian dari anak-anak yang tadi?!" Tanya Ayah Ziva kepada Moni
Moni melotot menatap Ayahnya Ziva, dia merasa heran karena Ayahnya Ziva tiba-tiba berbicara begitu.
" aku sudah mendengar tentang kalian yang selamat dari kejadian mengerikan ini."
" dan ternyata penelitian ku ini bukan hal yang mustahil." Tambah Ayah Ziva
Semua orang termasuk Nano melihat ke arah Ayah Ziva yang tiba-tiba berbicara begitu.
Ayah Ziva menganggukkan kepalanya, dan berbicara tentang penelitian yang sedang ia kerjakan, ternyata mitos Daivore dan Ziovore itu bukan hanya mitos semata, dan memang mereka ada di dunia nyata.
Lalu Ayahnya Ziva mengeluarkan sebuah Buku yang sedang Nano cari.
" buku itu?!" Ucap Nano kaget
Ya, Buku yang di keluarkan oleh Ayahnya Ziva tidak lain adalah Buku tentang Revolusi Ziovore yang sedang Nano cari.
Nano menghampiri Ayahnya Ziva dan membuka buku tersebut.
" boleh aku melihatnya Paman?" Tanya Nano
( " SAAT SELURUH ZIOVORE MELEMAH, AKAN LAHIR SEORANG ZIOVORE YANG BISA HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN MANUSIA, DAN DIA TERLAHIR DARI PERSILANGAN ANTARA ZIOVORE-DAIVORE, atau ZIOVORE-MANUSIA BIASA,,,,, DIA AKAN MELENYAPKAN SEMUA DAIVORE DI MUKA BUMI INI DAN MEMBUAT ZIOVORE MENGUASAI DUNIA INI..... DAN DIA ADALAH PENYELAMAT BANGSA KAMI ZIOVORE.......")
Nano membaca semua informasi tersebut.
" Persilangan,". Gumam Nano kaget
" apa yang di maksud dengan melenyapkan Daivore paman?" Tanya Nano kepada Ayah Ziva
" paman rasa, Ziovore ingin menguasai dunia ini, dan ingin melenyapkan musuhnya, yaitu Daivore." Jawab Ayah Ziva
Brukkk, Nano memukul Sofa,,,
" aku tidak akan membiarkan mereka berbuat seperti itu!". Ucap Nano
"Paman rasa, Ziovore sekarang sudah bergerak, dan mulai menggeliatkan sayapnya, itu terbukti dengan mereka memangsa manusia, nalurinya Ziovore hanyalah penghisap binatang saja, tapi sekarang manusia pun mereka serang."
" mungkin ini awal Revolusi mereka, dan mungkin Anak dari persilangan itu telah bergabung dengan mereka.!." Ucap Ayah Ziva
__ADS_1
Semua orang melotot kaget termasuk Nano.
" jadi ada orang lain yang selamat saat lahir?! " tanya Nano
Ayahnya Ziva memandang ke arah Ziva.
" bukan Hanya kamu saja Nano, banyak di dunia ini yang terlahir selamat dari persilangan tersebut.".
Ayahnya Ziva beranjak dari duduknya, dan berdiri di depan mereka semua.
" termasuk Ziva dan Kana".
" Ziva dan Kana adalah persilangan Antara Aku manusia biasa dan ibunya yang seorang Ziovore." Ayah Ziva menatap tajam Nano.
Mereka sangat terkejut dengan pernyataan Ayah Ziva itu.
" mustahil". Teriak Ziva sambil berdiri
" kalau aku seorang persilangan mungkin aku juga akan menjadi Ziovore." Teriak Ziva menahan tangisnya
Ayah Ziva menatap pasrah Ziva.
" mungkin darah ibumu tidak berlaku untukmu Ziva, dan ada kemungkinan darah Ziovore dari ibumu turun kepada Kana."
" dan mungkin juga itu yang membuat Kana menghilang tanpa jejak, seperti yang terjadi kepada ibunya Nano."
" maafkan Ayah Ziva, ayah merahasiakannya darimu, memang benar ibumu menghilang saat Kana lahir, dan itu yang membuat Ayah terobsesi dengan penelitian Ziovore, untuk mencari keberadaan ibumu"
" tidak mungkin." Ziva meneteskan Air matanya
Nano melotot, ternyata seorang Ziovore yang berdiri di dahan pohon itu benar-benar Kana.
" lalu siapa yang lainnya?" Gumam Nano mengepalkan tangannya.
Nano menyadari sesuatu.
" terus kenapa Mama ku dan Ibunya Ziva bisa bersatu dengan manusia, sementara Ziovore yang lain tidak bisa?" Tanya Nano penasaran
Ayahnya Ziva menatap langit-langit rumah Nano dengan tatapan sedih.
" bisa di sebut mereka adalah Akar dari Revolusi Ziovore, mereka telah melakukan kejahatan sejak mereka kecil, dan sejak lahir mereka telah menghisap darah manusia, dan itu yang membuat mereka bisa bersama dengan manusia." Ayah Ziva menunduk sedih
" jangan becanda paman." Teriak Nano menghampiri Ayahnya Ziva dan memegang kerah bajunya.
Ayahnya Ziva hanya bisa tertunduk sedih.
" hey Nano," Papanya menenangkan Nano
Sambil memegang pundak Nano, papanya pun berkata,,,
" apa yang kamu lakukan Nano, Ayah Ziva juga sangat merasa kehilangan,, dan perasaannya seperti kita, kenapa kamu malah menyudutkannya!." Ucap Papa Nano pelan
Nano melepaskan cengkeramannya, dan menoleh kepada Ziva yang tertunduk sedih.
***
Pagi Hari...
"Pemerintah telah menerapkan aturan untuk semua masyarakat, mereka di larang untuk keluar lebih dari jam 6 petang, Karena pemerintah sudah mengusut kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini, dan ternyata makhluk yang menyerang manusia adalah Ziovore, makhluk yang menghisap darah manusia."
" pemerintah juga akan mendirikan pasukan Khusus yang bernama PPZ ( Pasukan Pemusnah Ziovore )."
" untuk masyarakat, diharap mematuhi peraturan ini."
Reporter itu mengakhiri pengumuman tersebut.
__ADS_1
" Ternyata sudah separah ini!" Ucap Papanya Nano mematikan Tv.