
( Mulut Nano penuh darah, dan mata Nano terpejam seperti kehilangan kesadarannya)
Ziva yang melihat Nano terkapar berteriak Histeris.
" tidakkkkkkkkkkk" teriak Ziva kencang sekali
Ziva menghampiri Nano yang terkapar lemah.
" Nanooooo". Ziva berteriak lagi
" clkkkkk"
Seorang Ziovore turun dari atas pohon dan menghampiri kerumunan tersebut.
Mata semua Daivore tertuju pada orang yang meloncat dari pohon itu,,,
Dengan mata merah yang sangat menyala, taring yang panjang, dan tentunya mempunyai kuku yang sangat tajam berjalan menghampiri kerumunan Daivore.
" hiaaaaa" seorang Daivore menyerang Ziovore itu
" Sreng"
( Ziovore itu menghunuskan kukunya )
" crakkk"
( Pergerakan Daivore itu tiba-tiba terhenti dan terbelah menjadi Dua.)
Semua Siswa sangat ketakutan saat Ziovore tersebut muncul, serta keadaan Nano yang terkapar di tanah belum bangkit kembali.
" kau sudah mengkhianati kami Moni" ucap Ziovore itu semakin dekat.
" Zein " ucap Moni dan Koro melotot
" ku kira kita ini teman yang akan bersama, ternyata aku salah menilai mu". Ucap Zein lagi
" b,bukan begitu Ze...."
" wusshhhh"
tiba-tiba Zein berada di depan Moni,,,
" draakkk"
" brukkkk" Moni tersungkur ke tanah di Hajar Zein
" wusshhh" Zein kembali menghampiri Moni yang terkapar di tanah
" Srenng"
Zein menebaskan Kukunya..
" trangg" seseorang menahannya
Ternyata Rico menahan tebasan Zein kepada Moni.
" dukkk" Zein menendang Rico
" brakkk" Rico terlempar ke arah kerumunan para siswa
" waaa " para siswa berteriak melihat Rico yang tergeletak di tanah.
" wusshhh" Koro menyerang Zein
" trang" Zein menahan serangan Koro
" drakk" kaki mereka beradu
" dak,dak,dak,dak"
Koro dan Zein saling bertukar serangan, tapi keduanya sama kuat, Moni akhirnya bangkit.
" wuushhh"
" dakkk"
" bruakkk" Zein terhempas di tendang Moni
Zein bangkit kembali, dan menyerang Moni dan Koro secara bersamaan.
" trang,trang,trang"
"Dak,dak, dak"
" brukkk"
Tapi di tengah pertarungan, tiba-tiba Zein berlutut di depan Koro dan moni,,, Koro dan Moni menghentikan serangannya, mengira Zein telah mencapai batas.
__ADS_1
Saat Moni dan Koro pertahanannya lemah, Zein tersenyum jahat ke arah Moni dan Koro.
" srenngg"
" crakkk"
Zein menebaskan kukunya ke badan Koro dan Moni,,
" ughhhhh". Moni dan Koro kesakitan memegangi lengannya yang di tebas Zein
" wusshhh"
Zein menyerang lagi mereka berdua,,,;
" trang,, trang, "
" dak,dak"
tetapi tetap saja Moni dan Koro bisa mengimbangi pergerakan Zein meskipun mereka berdua terluka.
Sementara itu 3 Ziovore yang tersisa masih bisa di tahan oleh Daivore yang lainnya, mereka belum mengalahkan Ziovore itu.
Dan Nano masih terkapar tidak sadarkan diri setelah terlempar dari jarak yang sangat jauh.
" brakkkkk,, brakkk"
Koro dan Moni terlempar ke tanah.
" dakk" Moni di tendang Zein hingga terlempar jauh.
" brukkk,brukkk,brukk"
Moni terhempas berkali-kali di tanah.
" uggghhh" Darah mengucur keluar dari mulut Moni
Zein tersenyum jahat menatap tajam Moni, dan menghunuskan Kukunya.
" trang" kembali Koro menahan serangan itu
Koro dengan luka ditangannya masih bisa menahan tebasan Zein kepada Moni.
" sreng" Zein mengibaskan kukunya ke dada Koro
" crakkk"
" ughhh" Koro menahan sakitnya
" dakk"
Zein menendang perut Koro, Koro berlutut di dekat Zein
" dakk"
Zein menendang Koro lagi, hingga Koro terkapar tak berdaya dengan luka yang di terima dari serangan Zein.
Setelah tidak ada yang mengganggunya lagi, berulang kali Zein menendang dan memukul Moni, hingga Moni tidak bisa bangkit dan pasrah dengan kenyataan bahwa dia harus mati di tangan Zein.
" brukkk,brukkk" berulang kali Moni menghantam tanah
" memang pengkhianat pantas mendapatkan penyiksaan seperti ini Moni". Ucap Zein menghampiri Moni
( Moni menatap tajam Zein )
" apa yang kau harapkan dari tatapan itu, sementara kau sudah tak berdaya begini". Ucap Zein jongkok di hadapan Moni yang terkapar di tanah
Zein Mengangkat tangannya seolah-olah akan menusuk kepala Moni yang sedang tak berdaya.
" Mati kau". Zein menghunuskan Kukunya ke arah kepala Moni
( Moni hanya bisa melihat arah tangan Zein yang melesat cepat ke arah kepalanya )
" wushhhh"
" crakkk, crakkk,, crakkk" 3 Ziovore yang tersisa tumbang dalam sekejap
" dakkk"
" bruukkkk" Zein terpental jauh
Moni melotot melihat orang yang menyelamatkannya.
" P,paman T,Tana". Ucap Moni yang langsung pingsan
Ternyata Papanya Nano datang, Reno dan Daivore lain datang untuk membantu menyingkirkan Ziovore tersebut.
Papanya Nano mencari keberadaan Nano, dan dia melihat Nano yang masih terkapar.
__ADS_1
" wusshhhh"
Zein menyerang Papa Nano
" trang" Papa Nano menahannya dengan mudah
" trang,, dukk, dukkk, trang" mereka bertarung
" brukkk" Zein terhempas karena tubuhnya yang sudah kelelahan.
Papanya Nano menahan diri untuk menghabisi Zein yang bangkit kembali.
" wusshh". Zein menyerang Papa Nano lagi
" trang"
" dak ". Papanya Nano menendang Zein
" brukkk" Zein terkapar di tanah
" wussh " seseorang mendekati Zein
Ternyata Reno menghampiri Zein, dan siap-siap menusukan Kukunya ke kepala Zein.
Tatapan Reno yang di penuhi amarah, karena Zein adalah pembunuh Bagas sahabat Zein.
" sssttttt" Reno menebas Zein
" trang" Seorang lelaki bertubuh besar menahan Kuku Reno.
" dakk" Lelaki itu menendang Reno
" wushhh" dia membawa Zein ke dekat pohon yang sangat besar
" hiaaaa" Reno menyerang Lelaki Ziovore itu dengan penuh amarah
" trang" Ziovore itu menahan serangan Reno
Reno bertarung dengan Ziovore tersebut,, Dan Ziovore itu benar-benar kuat, meskipun sedang membawa Zein, tapi dia mampu tenang dan tetap menghindar dari serangan Reno.
Koro telah bangun dari pingsannya, dia menyaksikan pertarungan Reno dan Ziovore tersebut., dan Koro melihat Papanya Nano yang berada di tempat itu.
" r,rupanya, ada bala bantuan yaa". Ucap Reno memegangi dadanya yang kesakitan
" uhugg" Koro mengeluarkan darah di mulutnya
Koro berdiri tertatih dan menghampiri Ziva yang kelihatan sedang mencoba membangunkan Nano.
" bruakkk" Reno terpental
Reno bergegas bangkit kembali dan menyerangnya lagi.
" sranng" Reno terkena tebasan Ziovore itu
" uhuggg". Mulut Reno berdarah
" dakk" Ziovore itu menendang kencang Reno
Reno terhempas dan terkapar di tanah, dia sudah mencapai batasnya, dan kelelahan untuk bisa bangkit kembali.
Koro yang melihat ke arah Ziovore yang besar itu merasakan sesuatu yang aneh, kenapa Ziovore itu tidak langsung menyerang Daivore dan manusia yang masih tersisa, dan Hanya menyisakan Papanya Nano yang masih berdiri tanpa luka.
" cllkkk". Lelaki Ziovore itu meloncat ke atas pohon
Koro sangat kaget ketika dia melihat ada 3 Ziovore lain yang memperhatikan di atas pohon.
" j,jumlah mereka masih banyak, d,dan siapa 3 Ziovore berambut panjang yang sedang mengawasi kami itu". Gumam Nano yang masih berjalan tertatih.
Di sisi lain Nano yang masih terkapar pingsan tubuhnya mulai melemas, seolah-olah dia akan mati.
Ziva yang menyadari keadaan Nano pun panik, Ziva mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Nano, tapi Nano tetap tidak membuka matanya dan mulutnya penuh darah.
" Nano ". Teriak Ziva kencang sambil menangis
Semua orang yang di sana melihat ke arah Ziva yang berteriak histeris.
Papanya Nano langsung menghampiri Nano dan Ziva.
" apa yang terjadi dengan Nano Ziva". Tanya Koro yang tertatih menghampiri Ziva!
" N,Na,Nano, Napasnya berhenti." Ucap Ziva menangis menatap Koro
Semua Daivore melotot setelah mendengar ucapan Ziva,,,
Apa yang terjadi dengan Nano, dia mempunyai Keinginan untuk menyelamatkan orang-orang dari bahaya Ziovore, tapi dengan Nano yang sekarang, dia sangat lemah, dan terkapar tak berdaya dengan satu serangan.
Apakah Nano Nano akan mampu bertahan Hidup di saat tubuhnya kritis, dan apakah Ziovore lain akan menampakkan dirinya seperti yang terjadi dengan Moni?
__ADS_1