Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 6


__ADS_3

" apapun yang terjadi, Mama akan melindungi mu sayang" ucap Mamanya


Sambil memandang ke arah langit,,, Nano bergumam,,,


" Nano akan lebih kuat, dan melindungi Mama" Ucap Nano memejamkan matanya


Nano dan Koro sedang berada di atas pohon,,,


" heyy Koro sudah jam 3 pagi, kapan kita pulang?" Ucap Nano


" dasar anak manja,,, dan juga bisa-bisanya kamu membawa HP di saat jaga begini." Ucap Koro


Nano terkantuk-kantuk yang sedang menahan dirinya agar tidak tidur,,,


" uhhh, mataku tidak kuat lagi, aku ingin tidur" gumam Nano


Tiba-tiba,,,


" wusshhh" angin kencang menghampiri Nano


Nano yang sedang mengantuk kaget,,


" brukkk" Nano terkapar di tanah jatuh dari atas pohon,


" ughhh sakit" ucap Nano


( Nano membuka matanya, dan melihat 2 Daivore datang)


" apa yang di lakukan anak itu?" Tanya Daivore yang baru datang kepada Koro


" apa dia membebanimu Koro?" Tanya Daivore yang lain


" entahlah, dia sudah terjatuh 3x dari atas pohon," ucap Koro menatap Nano


" hahaha malang sekali nasibmu Koro" ucap Daivore itu tertawa


" sudahlah, kelihatanya dia seorang anak manja, lebih baik kau antar pulang tidur bersama ibunya" Tambah Daivore tersebut.


Koro meloncat dari atas pohon,,,


" blukk" Koro mendarat di tanah


" ayo kita pulang" ucap Koro


" pulang,, apa sudah selesai?" Tanya Nano


" kau ngantuk kan, tidak usah di paksakan" jawab Koro


" ahh baiklah" ucap Nano


Mereka berjalan pulang melewati hutan,,


" hey Koro, apa aku juga dapat bergerak seperti kalian?" Tanya Nano


" iya tentu saja" ucap Koro


" t,tapi aku merasa tidak yakin bisa bergerak secepat itu, rasanya mustahil" ucap Nano


" itu hal wajar, karena kamu baru membuka mata Frazola, wajar jika kamu belum bisa melakukannya, seiring dengan latihan kau pasti akan menguasainya" ucap Koro


" ahh begitu yaa" jawab Nano


" hmmm bagaimana pun aku nggak boleh terus merepotkan Koro, apalagi Mama" gumam Nano


Saat Nano dan Koro di tengah perjalanan, Nano mendengar suara,,,,


" grrrrr,,, grrrrr"


" woy Koro apa kau mendengar sesuatu?" Tanya Nano kepada Koro


" aku enggak mendengar apapun, itu hanya perasaanmu saja, karena kamu sedang ngantuk" ucap Koro


" apa benar ini perasaanku saja,,, tapi aku mendengar jelas tadi" gumam Nano

__ADS_1


"Grrrrr,,,grrr"


(Perasaan Nano tidak enak,,,)


" grrrt,grrrr"


" eehhhh, Koro menghin..." Nano berteriak


" dak" ( Seorang Ziovore menendang Koro)


" brakkk" koro terpental menghantam pohon


" Koroooo" teriak Nano


Nano menghampiri Koro yang tergeletak dan membantu Koro duduk,,,


" ap,apa i,tu?" Tanya Koro mulutnya berdarah


" it,itu Ziovore" ucap Nano


" Ziovore,, ak,aku sama sekali ti,tidak menyadarinya"


" kem,kemana dia sekarang?" Tanya Koro


" entahlah, aku juga tidak tahu" jawab Nano


" grrr,grrrr"


" ahhh suara itu lagi, apa kamu mendengarnya Koro?" Tanya Nano


" aku tidak mendengar sama sekali" jawab Koro


" grrrr,grrrr"


" wuusshhhh" angin kencang menghampiri Nano dan Koro


" kxsss,kxsss,, Grrrrrrrrrr" Seorang Ziovore melotot tajam di depan Koro dan Nano


Nano sangat kaget ketika Ziovore tiba-tiba muncul tepat di hadapannya,,,


" crakkk" ( sebuah cairan membasahi tangan Nano)


Nano membuka matanya karena dia berteriak sambil menutup matanya,,,,


" waaaaaaaa" teriak Nano


( Nano kaget melihat Ziovore yang terbelah 2 dan tangan Nano penuh dengan darah)


" da,darah" gumam Nano ketakutan


" woy Koro" Nano melirik ke arah Koro


( Koro hanya melotot melihat ke arah Nano)


" ap,apa yang terjadi Koro" tanya Nano Heran


" k,k,kau membunuhnya dengan sekali tebasan" Koro tetap melotot ke arah Nano


" s,s,sekali tebasan, ap,apa yang terjadi" gumam Nano memandangi tangannya yang berlumuran darah


( Koro masih duduk lemas akibat tendangan dari Ziovore tadi)


" apa kau merasakan dia Nano? " tanya Koro


" kalau di bilang merasakan mungkin enggak, cuma feeling ku dia akan datang, dan aku dapat mendengar suaranya".ucap Nano


" m,mendengar suara bagaimana?" Tanya Koro Heran


" aku mendengar ada raungan kecil, dan saat itu pula muncul Ziovore". Jawab Nano


" apa kamu tidak mendengarnya tadi?" Tanya Nano kepada Koro


( Koro melirikan bola matanya ke atas, tanda dia sedang berpikir)

__ADS_1


" Raungan, selama ini aku belum pernah mendengar raungan dari Ziovore, dan aku hanya bisa merasakan hawa Ziovore dengan samar" ucap Koro


" apa yang terjadi, Koro belum pernah mendengar suara raungan Ziovore, apa hanya aku saja yang dapat mendengarnya" gumam Nano heran


Akhirnya Nano membeyeng Koro ke rumah Nano,,,


" teng,,tong" bel di pencet Nano


" maa, Nano pulang" teriak Nano


( orang tua Nano membuka pintu),, dan kaget melihat Koro terluka,,,


" apa yang terjadi Nano" tanya Papa Nano membantu Nano


Akhirnya Koro di bawa masuk ke rumah Nano,,,


" apa yang terjadi Nano, Koro sampai terluka begini." Tanya Papa Nano


" ahh, s,soal itu t,tadi ada Ziovore yang menyerang Nano dan Koro Pa,,," Ucap Nano gelagapan


" apa,," Mama Nano panik


" terus, apa yang terjadi setelahnya?" Tanya Mama Nano


" kalo soal itu,, Nano kurang tahu Ma, tiba-tiba Ziovore itu terbelah dua di depan Nano" ucap Nano bingung


" t,terbelah dua?" Ucap Papa Nano heran


( Koro yang terbaring akhirnya duduk).


" Nano yang menebas Ziovore itu Paman, dia membunuh Ziovore dengan sekali tebasan". Ucap Koro


" ehhh" Papa Nano kaget, dan melihat ke Arah Nano


Rupanya Nano yang telah membunuh Ziovore tidak menyadarinya, dan dia masih kebingungan,,,,


( Mama Nano menghampiri Nano)


" kamu tidak apa-apa sayang,, apa kamu terluka?" Ucap Mamanya panik


( Nano menggelengkan kepalanya)


" Nano hanya mendengar raungan, dan tiba-tiba Ziovore muncul di depan Nano,, dan setelah itu Nano tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba Ziovore itu terbelah" ucap Nano ketakutan


" tenang, tenang sayang" ucap Mama Nano memeluknya


" Nano bilang dia bisa mendengar suara geraman Ziovore, dan bisa merasakan bahaya yang mendekat dari Ziovore" jelas Koro


" hmmm begitu yaa,, ternyata kamu semakin hebat sayang" ucap Mama Nano tersenyum


( Nano tertidur di pelukan Mamanya,, dia sudah mencapai batas dengan rasa kantuknya)


Mama Nano kemudian menjelaskan apa yang terjadi dengan Nano,,,


" meskipun Nano seorang Daivore, tetapi darah Ziovore dari dariku tidak menghilang, itu sudah di buktikan dengan insting dan pendengaran Nano yang sangat peka" jelas Mama Nano


" insting?"


" dan pendengaran,,, jelaskan lebih rinci padaku Bibi?" Tanya Koro penasaran


" secara harfiah Nano bisa merasakan bahaya yang datang dari jauh, dia bisa lebih peka dalam hal apapun itu karena darah Ziovorenya, berbeda dengan kita yang Daivore biasa, kita hanya bisa merasakan hawa Ziovore dengan samar, dan tidak tahu pasti dimana Ziovore itu berada,,, dengan kata lain, Nano memiliki keistimewaan " ucap Papa Nano kepada Koro


" keistimewaan?" Ucap Koro heran


" yaa keistimewaan, meskipun dalam fisik dia adalah Daivore, tapi dari dalam dia adalah seorang Ziovore, dan itu sudah di buktikan dengan insting dan pendengarannya yang barusan kamu ceritakan Koro". Ucap Papa Nano


" apa semua Ziovore memiliki insting dan pendengaran yang tajam bibi?" Tanya koro kepada Mama Nano


( Mama Nano mengangguk)


" yaa, itu adalah kelebihan yang di miliki Ziovore," ucap Mama Nano


Koro terlihat sangat kebingungan,,,

__ADS_1


" maaf Koro, kami menyerahkan tugas yang berat ini kepadamu, hanya kamu yang bisa kami percaya". Ucap Papa Nano menepuk pundak Koro


" tidak apa-apa paman, aku akan tetap mengawasinya,," ucap Koro tersenyum


__ADS_2