Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 7


__ADS_3

" keistimewaan?" Ucap Koro heran


" yaa keistimewaan, meskipun dalam fisik dia adalah Daivore, tapi dari dalam dia adalah seorang Ziovore, dan itu sudah di buktikan dengan insting dan pendengarannya yang barusan kamu ceritakan Koro". Ucap Papa Nano


" apa semua Ziovore memiliki insting dan pendengaran yang tajam bibi?" Tanya koro kepada Mama Nano


( Mama Nano mengangguk)


" yaa, itu adalah kelebihan yang di miliki Ziovore," ucap Mama Nano


Koro terlihat sangat kebingungan,,,


" maaf Koro, kami menyerahkan tugas yang berat ini kepadamu, hanya kamu yang bisa kami percaya". Ucap Papa Nano menepuk pundak Koro


" tidak apa-apa paman, aku akan tetap mengawasinya,," ucap Koro tersenyum


*******


" ahhh aku kurang tidur" Nano berjalan masuk kelas


" ehh Koro, sudah ada disini" gumam Nano


(Dengan wajah pucat karena kurang tidur, Nano berjalan menghampiri Koro dan Ziva yang sedang ngobrol).


" waaa, apa yang terjadi denganmu Nano, kenapa dengan wajahmu?" Tanya Ziva heran


" apa kamu sudah bunuh diri?" Candaan Ziva


"Aku hanya kurang tidur Ziva" ucap Nano menidurkan wajahnya di meja


( Ziva hanya tertawa melihat ke arah Nano)


" waaaaa, makin banyak korban" teriak teman sekelas Nano


" di daerah dayasi, 4 sapi mati lagi" mereka jadi riuh sekali membaca berita tentang matinya hewan


" ahhh, aku tidak suka ini, ini terlalu ramai" ucap Nano


" hey Nano, apa kamu sudah mendengar berita ini, ternyata para ilmuan menyatakan pendapat itu bukanlah sebuah penyakit, dan ilmuan bilang bisa saja yang melakukan itu manusia" ucap Ziva kepada Nano


" ahh iya, begitulah yang ayahku bilang, karena ayahku bekerja meneliti di bidang mitologi, jadi ayahku bilang itu bisa saja terjadi" ucap Ziva


" kamu hanya terbawa suasana Ziva, mana ada mahluk mitologi yang menjadi kenyataan, itu semua dongeng" ucap Koro


" iya juga si, apa lagi zaman sudah canggih seperti ini, tapi kenyataannya kan..." Ziva menghentikan pembicaraannya dan melihat ke arah Nano


" hey Nano, maaf aku bertanya begini, s,sebenarnya apa yang terjadi denganmu kemarin?" Tanya Ziva


Nano mengangkat badannya dari atas meja, dan melihat ke arah Koro,,,


" a,aku kemarin hanya melihat hantu, dan akhirnya aku pingsan" ucap Nano


" terus yang meninggal itu kan..."

__ADS_1


" Fahmi hanya tertiban dahan pohon yang tumbang, dan untuk Moni dan Zein itu hanya buatan media saja, supaya semua orang waspada. Ucap Koro yang memotong pertanyaan Ziva


" t,ttapi aku masih penasaran,, nanti pulang sekolah kalian bisa mampir ke tempatku tidak, soalnya aku ingin menyelidiki sesuatu." Ucap Ziva


*****


( waktu pulang pun sudah tiba)


" teng,teng,teng" lonceng pulang sekolah berbunyi


Nano, Koro, dan Ziva berjalan di parkiran,,,


" aku nebeng lagi yaa" ucap Ziva tersenyum kepada Nano


Mereka sampai di rumah Ziva,,,


" wahhh ini rumahmu Ziva?" Tanya Nano


" besar sekali" tambahnya


" ah enggak ini kecil kok,, ayo masuk" ucap Ziva


Saat Nano masuk ke rumah Ziva, ada sesuatu yang berbisik di telinga Nano,,


" hey kamu penyelamatku,, kesini lah dan selamatkan kita" ucap bisikan tersebut


" aaaaa" Nano berlutut sambil memegangi telinganya


" woyy Nano" ucap Koro


( Nano melihat-lihat ke segala arah ingin tahu siapa yang berbisik tadi)


Sambil memegangi telinga nya, Nano pun berdiri,,


" t,tidak aku tidak apa-apa." Ucap Nano


" silahkan duduk, aku ambilkan minum dulu yaa" ucap Ziva


Sambil menunggu Ziva mengambil minum, Nano masih penasaran dengan bisikan tadi.


( ada sesuatu yang muncul di pikiran Nano)


" kamu adalah penyelamatku, ayo kita habiskan darah mereka, kita hancurkan Daivore itu"


" habiskan darah,, hancurkan Daivore, apa yang..." tiba-tiba kepala Nano terasa sakit


" ughh" Nano memegangi kepalanya


" woy Nano ada apa?" Tanya Koro sambil memegangi pundak Nano


Ziva datang membawa Air minum untuk Nano dan Koro,,,


" ah Nano, apa yang terjadi?" Melihat Nano yang kesakitan

__ADS_1


" ini minum dulu" ucap Ziva memberikan segelas air minum


Setelah menghabiskan Air minum, Nano pun menyandarkan tubuhnya di kursi.


" apa yang terjadi padaku" gumam Nano sambil menutup Mata


Setelah Nano tenang, dan tidak ada lagi bisikan di kepalanya Nano pun membuka matanya.


" woy Nano kamu enggak apa-apa?" Tanya Koro


" t,tidak aku tidak apa-apa, ini hanya efek samping kurang tidur semalam" ucap Nano yang masih setengah melamun


Akhirnya suara itu tidak muncul lagi di benak Nano...


" Hey Ziva, dari tadi aku enggak melihat siapa-siapa di rumah ini, orang tua kamu kemana?" Tanya Koro


" ohh, Ayahku sedang pergi keluar kota, akhir-akhir ini dia sedang sibuk, dan aku disini bersama Adik ku". Jawab Ziva


" kalau ibu mu?" Tanya Koro lagi


( Ziva menundukkan kepalanya)


" ib,ibu ku, aku tidak tahu, selama aku hidup aku belum pernah bertemu dengan ibuku" ucap Ziva


" a,aa maaf maaf bukan maksudku untuk...."


( Ziva menggelengkan kepalanya memotong omongan Koro).


" tidak apa-apa, lagian itu memang kenyataanya, aku dan adikku belum pernah bertemu dengan ibu ku". Ucap Ziva tersenyum


" terus, ada hal apa yang membuat kamu mengajak kami kesini Ziva?" Tanya Nano


" o,hehe iya aku hampir lupa, ayo ikuti aku sini". Ucap Ziva tertawa sambil berjalan mengajak Koro dan Nano


Mereka bertiga masuk ke ruangan yang kedap suara, dan sangat sunyi,,,


" ini adalah ruang kerja Ayahku, aku sering mampir dan ngobrol bersama ayahku disini" ucap Ziva sambil mengambil sebuah buku


" hey Ziva, buku yang kamu bawa itu?" Tanya Nano


" oh buku ini, aku penasaran dengan buku ini" ucap Ziva membuka buku itu.


" aku penasaran dengan yang tertulis disini" Ucap Ziva menunjukan sebuah tulisan.


" Kami bertahan hidup dengan menghisap darah, kami tidak jahat, tapi makhluk bermata biru itu sudah keterlaluan, mereka terus mengganggu kami, mereka terus membunuh teman-temanku yang sedang kelaparan, andaikan mereka tahu, kami di ciptakan jauh sebelum mereka, dan andaikan kami juga tahu, bahwa mereka yang akan mengganggu kehidupan saudara-saudara kita, dari dulu mungkin kami tidak akan membiarkan mereka menginjakan kaki di sini. Dan satu hal yang pasti, suatu saat kami akan menghisap banyak darah dan menghabisi makhluk bermata biru itu".


( Nano dan Koro melotot kaget dengan tulisan itu. )


" aku penasaran siapa makhluk bermata biru itu, dan siapa makhluk yang menghisap darah ini,, " ucap Ziva


" jika ini adalah sesuatu yang nyata, yang aku takutkan adalah masa kita yang sekarang ini, adalah masa yang di katakan oleh penghisap darah ini, karena sudah banyak korban yang terjadi, dan itu bukan kebetulan semata" tambah Ziva terlihat sedih


" aku tidak ingin banyak korban lagi, apalagi seorang manusia" ucap Ziva menatap Nano

__ADS_1


__ADS_2