
Pemerintah sudah bertindak dan telah mendirikan pasukan khusus untuk memberantas Ziovore.
" ini keuntungan buat kita, kita akan terbantu berkat hadirnya PPZ" ucap Ayah Ziva
" dengan kata lain, Istri paman dan Mamaku sedang terancam." Sela Nano
" jangan lupakan Kana paman." Tambah Nano
Ayah Ziva melotot mendengar ucapan Nano.
Bruukkk,brruukkk Ziva memukul-mukul kepalanya.
" apanya yang Ziovore, apanya yang Daivore, mereka hanyalah penghancur Duniaku." Ziva tertunduk menangis
Ayahnya Ziva menenangkan Ziva, Nano yang melihat Ziva menangis berjalan ke arah jendela dan membuka gorden nya.
" semuanya harus di akhiri." Gumam Nano memandangi langit
***
Siang Hari....
" aku menitipkan Ziva disini, aku yakin disini lebih aman karena ada kalian, aku akan mencari dokumen yang lain.". Ucap Ayah Ziva meninggalkan rumah Nano
Ziva melamun melihat Ayahnya yang telah jauh.
Druukk, Ziva menduduki kursi yang berada di teras rumah Nano.
" aku tidak bisa percaya ini." Ucap Ziva yang memegang wajahnya sendiri
Nano memandangi Ziva yang sedang bersedih itu.
Plekk, Ziva memegang tangan Nano.
" Nano, selamatkan ibuku dan Kana." Wajah Ziva memerah menahan tangisnya
Nano hanya bisa memalingkan pandangannya dari Ziva, dan memikirkan sesuatu.
" Aku mengerti perasaanmu Ziva, pasti kamu sangat terpukul dengan kenyataan ini." Gumam Nano menatap sedih Ziva
***
Petang Hari di rumah Nano...
Trang,trang, Rico sedang makan.
" hwahh, hewak hwaaaa"
Mulut Rico penuh dengan Nasi.
Dakkk, Sandra memukul kepala Rico.
" habiskan dulu makananmu Rico". Sahut Sandra yang berdiri di belakang Rico
Nano tersenyum melihat kelakuan Sandra dan Rico.
Nano berjalan keluar rumahnya, dan di sana ada Koro yang sedang melamun.
Srekkk,srekkk Nano menghampiri Koro, Koro menatap Nano.
" apa kamu tidak merasa aneh Nano, banyak Hal yang terjadi, apakah kita akan bertahan dengan semua asumsi Ayah Ziva?" Tanya Koro yang memandangi langit
Tiba-tiba Tatapan Nano berubah menjadi dingin.
" apa kamu merasakan sesuatu ketika kita sedang bertarung melawan Ziovore di gunung kemarin?"
" Apa kau merasakan kehadiran Ziovore yang hawanya begitu pekat?" Tanya Nano kepada Koro
Koro melihat ke arah Nano.
" aku tidak merasakannya, tapi aku melihat 3 Ziovore wanita yang sedang berdiri mengawasi pertarungan kita, hanya itu saja yang aku lihat." Jawab Koro
" ternyata kau menyadarinya juga Koro, jangan bilang-bilang pada siapa-siapa apalagi Ziva, bahwa salah satu Ziovore yang kamu lihat itu adalah Kana". Tegas Nano
" begitu kah!" Ucap Nano beranjak dari duduknya.
" aku akan berjaga Nano" ucap Koro
Nano menganggukkan kepalanya
Di sisi lain, Ziva bersandar di tembok mendengar pembicaraan Nano dan Koro.
" t,tidak mungkin," Ziva memegangi kepalanya.
**
Malam Hari Nano sedang tidur...
" ssshhhhh,ssshhhhh"
"hhrrmmm,hhrrmmm"
Nano membuka matanya dan terperanjat bangun dari tidurnya.
" Suara itu" gumam Nano
" hrrmmm,hrrmmm"
" Suaranya di belakang rumah" gumam Nano
__ADS_1
Nano berlari keluar kamarnya, dan berlari ke belakang rumahnya yang penuh pepohonan.
Nano melihat-lihat ke belakang rumahnya itu.
" wussshhhh" angin bertiup kencang menggerakkan pohon.
" keluar kalian" teriak Nano
"Ngahihihiihi".
" hrmmmm,hrrrmmm"
Clekkkk, seseorang mendarat di belakang Nano.
" ternyata kau dapat merasakan keberadaan kita rupanya" ucap Ziovore yang di belakang Nano
" wushhh"
Nano menebas Ziovore tersebut, tetapi Ziovore itu riab seketika.
" apa yang kalian inginkan?!" Teriak Nano lagi
" yang kami inginkan adalah lenyapnya bangsa Daivore". Suara yang menggema datang dari segala arah.
Nano melotot setelah mendengar ucapan itu.
Plekk, tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahu Nano, Nano melihat ke orang itu.
" Kana"
Nano melotot kaget Kana tiba-tiba muncul di sampingnya.
" ada apa Nano?" Ucap Kana tersenyum kepada Nano
" wusshhh"
Nano menebas Kana, tapi Kana menghilang.
" ahh, dasar orang tidak sabaran". Ucap Kana yang tiba-tiba berada di depan Nano
" apa yang kamu inginkan Kana?"
" sudah jelas Nano, aku kesini untuk bertemu denganmu!"
" aku kesini untuk membuat perjanjian denganmu, sebagai sesama Ziovore kita harus bersatu untuk melenyapkan Daivore" Jawab Kana menatap tajam ke arah Nano.
" mana mungkin aku ada di pihak makhluk kejam seperti kalian" teriak Nano menahan emosinya
" ngahihhihiiia"
Kana tertawa dan menghampiri Nano, Kana menyentuh pipi Nano.
Kana memutarkan kepala Nano ke arah kaca.
Nano terkejut melihat wajahnya.
" apa ini, tidak mungkin, aku adalah Ziovore"
Nano melotot ketika melihat wajahnya sendiri, Nano mempunyai taring, dan hanya satu mata warna merah yang menyala.
" apa ini". Teriak Nano melotot kepada Kana
" kamu terlalu naif Nano, kamu adalah Ziovore, dan itu sudah jelas." Ucap Kana
Gllkkkk, tenggorokan Nano tiba-tiba berada berbeda.
" haus,lapar, aku ingin darah" gumam Nano memegangi kepalanya
" ngahihihiaaa"
" bagus Nano, kamu telah menemukan Jati dirimu" Kana tertawa
Uggghhh, Nano menahan Hawa nafsunya itu.
" tidak, tidak, aku tidak boleh mengikutinya"
" aku, ingin darah" sesuatu berbicara di benak Nano
" jangan" teriak Nano kepanikan
" Nano!" Kana mengacungkan sebuah kelinci di hadapan Nano
" grrrrrr,grrrrr" mata merah Nano menyala
" hrrrmmm,hhrrrmmm"
" aku sangat haus" ucap Nano tertunduk
Nano mengambil kelinci itu, dan menatap tajam kelinci itu.
Nano membuka mulutnya dan siap-siap menghisap darah kelinci tersebut.
" Jangan Nano" teriak seseorang di belakang Nano
Nano dan Kana menengok ke arah Orang tersebut.
Ternyata Ziva mengikuti Nano, dan menahan Nano menghisap kelinci itu.
" aaaaahhhhh, pengganggu" Kana memegang keningnya sendiri
__ADS_1
" wusshhh" Kana mengibaskan Kukunya.
" aaaaaaaaa" Ziva terpental menghantam tembok
" jangan pedulikan dia Nano, dia hanyalah seorang pengganggu" ucap Kana
Nano tidak memperdulikan Ziva yang sedang meringis kesakitan,, dan tetap mengikuti hawa nafsunya.
Krekktttt, Nano membuka mulutnya, dan mendekatkan ke arah leher kelinci itu.
" Hentikan Nano" Ziva berlari ke arah Nano
Kana melihat kakaknya akan menghentikan Nano.
" wusshhh" Kana berlari ke arah Ziva
Kana meruncingkan kukunya dan bersiap-siap menusuk Ziva.
" ssttttttttt" tangan Kana melesat ke arah kepala Ziva yang sedang berlari.
" trangg"
Sebuah kuku menghentikan tebasan Kana yang berada di kepala Ziva.
" wusshhh"
Kuku itu menebas Kana.
" kamu tidak apa-apa Ziva" tanya Nano Panik
Badan Ziva sangat lemas, dia bersandar di pelukan Nano.
" Ziva,, hey Ziva" teriak Nano
" ngahihihiaaa"
Kana tertawa melihat Nano yang melindungi Ziva.
" apa kamu sudah terpikat dengan wanita itu Nano?" Tanya Kana
Ziva melamun dan melihat Kana dengan tatapan Kosong.
" lihat Nano, betapa lemahnya manusia yang kamu lindungi itu"
" lebih baik kamu bergabung dengan kami, dan membuat Ziovore menguasai Dunia ini". Teriak Kana
Nano tetap melindungi Ziva yang tubuhnya sangat lemas itu.
" Kana" Ucap Ziva lirih dan meneteskan Air matanya
" Ziva" Nano memukul pelan pipi Ziva
Tetapi Ziva tetap melamun dengan tatapan kosongnya melihat ke arah Kana.
" sekali lagi aku tanya Nano, apa kamu mau bergabung dengan kami?" Tanya Kana
Nano mengepalkan tangannya, dan menundukkan kepalanya.
" Mana sudi aku bergabung dengan kalian, makhluk jahat".
Nano melotot dengan tatapan tajam ke arah Kana.
" ngahihihiiaaa"
" kalau begitu, kamu sama saja lebih memilih mati" teriak Kana
" wuussshhh" Kana menghilang
" clingg"
Kana tiba-tiba menghunuskan kukunya di depan Nano.
Nano yang tidak bisa melakukan apa-apa karena sedang memegangi Ziva hanya bisa pasrah, dan memejamkan matanya.
" maafkan aku Ziva, kita berdua akan mengakhiri kehidupan kita yang pahit ini bersama-sama" gumam Nano memeluk Ziva
" sssssttttt" suara kuku melesat kencang
" dak"
" brukkkkkk"
Kana terlempar jauh.
" ugghhhh" mulut Kana mengeluarkan darah.
Nano membuka matanya dan melihat ke arah Kana yang terkapar.
Mata Nano terbelalak kaget melihat Kana yang tumbang.
" A,Apa yang terjadi?" Gumam Nano Heran
" apapun yang terjadi, Mama akan selalu melindungi mu sayang"
Suara Mama Nano muncul di benak Nano.
Nano mencengkram erat tubuh Ziva yang pingsan.
" Terimakasih Mama" Nano menangis memeluk Ziva
__ADS_1