Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 20


__ADS_3

( Seorang reporter TV sedang melakukan siaran Live )


" telah terjadi kejadian yang mengerikan di gunung ini, 77 orang dari 150 Siswa SMA BARSAMA 5 yang melakukan acara Darmawisata meninggal dunia, mereka meninggal dengan sangat tragis, tubuh mereka terpisah, dan juga banyak anggota tubuh mereka yang hilang,, polisi telah menyelidiki kejadian ini, dan meminta keterangan dari pihak sekolah atas insiden pembantaian ini,, entah apa yang menyebabkan kejadian mengerikan ini, entah ini di sebabkan oleh binatang buas, atau makhluk yang lain, kami masih akan menyelidiki dan bekerja sama dengan pemerintah". Ucap Reporter tersebut.


" untuk sementara sekolah di tutup yaa!." Ucap Sandra melamun dengan perban di wajahnya murung


" memang benar ini adalah kejadian yang mengerikan,, Aku tidak tahan melihat makhluk bi*d*p itu terus menerus melakukan hal mengerikan ini". Ucap Rico mengepalkan tangannya


" untungnya Paman Tana bekerjasama dengan guru yang masih hidup dan pihak sekolah untuk menutupi semua ini, dan menutupi identitas kita." Tambah Sandra


Suasana di rumah Nano hening dengan semua orang yang melamun mengingat kejadian di gunung itu.


" srekkk,sreekk,srekkk" seseorang berjalan


" dakkk"


" bruukkk". Moni terlempar ke lantai


" kau, kau adalah makhluk si**an itu, kenapa kau bisa disini b*eng*ek". Teriak Reno memegangi kerah Moni yang terjatuh


Moni tertunduk tidak menatap tatapan Reno yang di penuhi amarah.


" Hentikan Reno". Ucap Koro memegang tangan Reno, dan mencoba menenangkan Reno.


( Reno menghempaskan tangan Koro )


" apa kau tidak dendam dengan dia, dia adalah salah satu teman Ziovore yang membunuh Bagas, apa kau tidak ingat Koro?" Bentak Reno


" atau jangan-jangan kau terbawa suasana hatimu karena dia teman lamamu, dan kau tidak bisa menerima bahwa dia adalah Ziovore, makhluk yang keset*n*n?" Tanya Reno lagi


Koro hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena bagaimanapun Reno sangatlah benar, kalau Moni adalah Ziovore, makhluk yang sangat mengerikan.


" b,bukan itu maks..."


" Koro" Papa Nano menghentikan pembicaraan Koro kepada Reno


Akhirnya Papa Nano mencoba mendinginkan kepala Reno yang sedang di puncak amarahnya, Papa Nano menghampiri Reno yang sedang memegang kerah Baju Moni.


" Reno " Ucap Papa Nano memegang pundak Reno


" Reno,, Paman harap kamu bisa menerima semua ini, dan tentunya yang terjadi dengan Bagas!." Ucap Papa Nano


" kamu juga melihat kan, bagaimana kesungguhan Moni membantu kita Daivore untuk melawan Ziovore, dan tentunya kamu juga melihat saat Moni merasa kelaparan, dia tidak berniat menjadikan manusia sebagai makanannya, malahan dia mencoba susah payah mencari binatang liar di gunung itu".


" apa kamu sudah lupa Reno?,, Paman harap kamu bisa berpikir lebih realistis, dan mengakui bahwa tidak semua Ziovore itu bahaya". Tegas Papanya Nano


( Koro dan Moni menatap kaget Papa Nano )


" a,apa paman?" Tanya Koro


" yaa, Paman dan Reno mengikuti kalian dari hari pertama, dan kita juga tahu apa yang di lakukan oleh kalian selama darmawisata itu". Jelas Papa Nano


" Paman" Moni menatap Papa Nano sambil menahan tangisnya


" tapi paman, bagaimanapun dia adal...."


( Papa Nano tersenyum menghentikan omongan Reno )


" Reno, Paman mohon kepadamu, Nano sekarang sedang dalam keadaan kritis, Paman Harap kamu bisa mengerti keadaan ini". Ucap Papa Nano kepada Reno.


Emosi Reno akhirnya mereda, dan Dia menghempaskan Moni ke lantai lagi.


" aku tidak akan percaya semudah itu denganmu si*l*n." Ucap Reno meninggalkan Moni


Moni bangkit dari lantai itu di bantu Koro, tetapi Sandra dan Rico menatap Moni seolah mereka juga tidak percaya seorang Ziovore akan bersama dengan Daivore.


( Di kamar Nano )

__ADS_1


Nano masih belum sadar dan masih berbaring di kasurnya, Ziva berada di samping Nano menatap sedih Nano.


" Nano". Ucap Ziva menahan tangisnya.


****


" sekk,sekk,sekkk". Nano berjalan di ruangan gelap


" wussh" cahaya merah menyambar.


" wusshhh" cahaya itu datang lagi.


Nano sangat tenang sekali menyelusuri ruangan gelap tersebut.


" kamu adalah penyelamat kita" suara yang bergema itu kembali datang


" selamatkan kami"


Nano menatap kesana-kemari mencari sumber suara itu, tapi yang Nano lihat hanyalah Ruangan gelap yang hampa.


" wuushhh". Cahaya itu datang lagi


Nano tidak memperdulikan cahaya tersebut, dan tetap berjalan tenang.


" clakk" seseorang menahan pundak Nano


Nano menengok ke arah belakang, tetapi tidak ada siapa-siapa di belakangnya.


Nano membalikan pandangannya lagi ke depan.


Ada sebuah kepala Ziovore yang sangat besar menatap tajam ke arah Nano.


" sreng". Nano menebas kepala Ziovore tersebut dengan kukunya, kepala Ziovore terbelah dua dan riab menghilang secara perlahan.


" aku sudah biasa menghadapi situasi ini". Gumam Nano


Di Sana ada Mama Nano yang sedang duduk.


" Mama" teriak Nano senang


( Mama Nano tersenyum kepada Nano )


" Mama" ucap Nano memeluk Mamanya


" Nano sangat merindukan Mama". Ucap Nano meneteskan air matanya


Mama Nano mengelus-elus kepala Nano.


" Mama juga sangat merindukan kamu sayang". Ucap Mama Nano


" Mama kemana selama ini?" Tanya Nano melepaskan pelukannya


( Mama Nano tersenyum kepada Nano )


" kamu sudah berubah menjadi pria yang gagah Nano". Mamanya tersenyum lebar kepada Nano


" Ma, jawab Nano!." Ucap Nano menatap tajam Mamanya


( Mama Nano mengalihkan pandangannya ke arah lain )


" ada sesuatu yang harus Mama lakukan sayang". Mama Nano menatap sedih ke depan


" sesuatu?" Tanya Nano heran


( Mama Nano mengangguk )


" Mama harus melakukan sesuatu di tempat yang sangat jauh." Ucap Mama Nano

__ADS_1


" apa Mama mau meninggalkan Nano lagi?" Tanya Nano


Mamanya Nano menatap sedih Nano, kemudian mengelus-elus kepala Nano.


" Yang pasti Mama akan selalu melindungi mu sayang" ucap Mama Nano meneteskan air matanya


" apa maksud Mama terus berbicara akan melindungi Nano, jelaskan pada Nano?" Tanya Nano


( Mamanya Nano melamun memandang ke depan)


" Maaf sayang, Ada sesuatu yang tetap harus Mama lakukan". Ucap Mama Nano


Tiba-tiba Mama Nano berjalan menjauhi Nano.


" Mama". Teriak Nano mengikuti Mamanya


" Crengg". Sebuah Rantai mengikat kaki Nano menahannya


" Mama " teriak Nano melihat ke arah Mamanya yang perlahan menghilang.


Nano berlutut memegangi kepalanya, dan Air mata Nano mengucur deras.


" waaaaaaaaaaaaa" Nano berteriak sekencangnya sambil memegangi kepalanya


Sementara itu di kamar Nano semua orang berkumpul panik melihat Nano yang sedang kejang-kejang di kasurnya.


( Ziva memeluk Sandra sambil menangis.)


( Papanya Nano memegangi tangan Nano yang sedang kejang-kejang itu. )


( Koro menutup mata dengan tangannya, tidak tega melihat keadaan Nano.)


Sementara itu di alam bawah sadar Nano.


( Nano masih di tempat saat bertemu Mamanya )


Nano menatap ke atas sambil menatap tajam.


" Mama, Nano akan menyelamatkan Mama". Gumam Nano dengan mata Biru dan Merah.


" ugghhh".


Nano merasa kesakitan dan menunduk menahan sakitnya tersebut.


" ahhhhhh"


Nano berteriak menutup wajahnya.


" grrrrrr,grrrrrr"


Suara seorang Ziovore mengeram di ruangan itu.


"Ssshhhhh" suara desiran angin di ruangan itu.


Nano Mengangkat kepalanya.


Tapi apa yang terjadi,,,


Sekarang Nano mempunyai taring seperti Ziovore, dan mata merahnya lebih menyala daripada mata birunya.


Apa yang terjadi dengan Nano?,, apakah dengan munculnya taring, Nano akan menjadi Ziovore sepenuhnya, atau itu hanyalah terjadi di alam bawah sadar Nano saja!.


" trkkkk, trkkkk"


Nano menggerakkan tangannya.


" Nano menggerakkan tangannya!. " teriak Ziva kaget

__ADS_1


Semua orang berkumpul di dekat Nano karena ada tanda Nano akan sadar dari masa kritisnya.


__ADS_2