
" aku penasaran siapa makhluk bermata biru itu, dan siapa makhluk yang menghisap darah ini,, " ucap Ziva
" jika ini adalah sesuatu yang nyata, yang aku takutkan adalah masa kita yang sekarang ini, adalah masa yang di katakan oleh penghisap darah ini, karena sudah banyak korban yang terjadi, dan itu bukan kebetulan semata" tambah Ziva terlihat sedih
" aku tidak ingin banyak korban lagi, apalagi seorang manusia" ucap Ziva menatap Nano
" sudahlah ini hanya cerita saja, jangan kamu berpikir yang macam-macam. " ucap Koro menenangkan Ziva
" tapi ini sudah terjadi Koro, dan aku tidak ingin Korban berjatuhan begitu saja, apalagi manusia, nyawa manusia itu tak ada gantinya, aku tidak tahu bagaimana perasaan keluarganya, yang aku tahu hanya merasakan kesepian, jika seseorang yang berharga tidak ada" ucap Ziva
"bahkan kalian juga mengalaminya serangan makhluk itu kan, kenapa kalian tidak jujur saja padaku" Tambah Ziva
Koro dan Nano hanya diam mendengar ucapan Ziva.
" hey Ziva, kalau itu terjadi, aku akan melindungi orang yang aku sayangi, bukan melainkan semua orang harus aku lindungi" ucap Nano
" Nano, apa kamu percaya dengan yang tertulis di buku itu?" Tanya Ziva
" ak,ak, bukannya percaya, t,tapi yang pasti aku akan melindungi orang-orang di sekitarku" ucap Nano meyakinkan Ziva
" benarkah, bahkan itu harus membunuh orang yang kamu sayangi, kamu tetap akan melindungi orang-orang di sekitarmu?" Tanya Ziva
( Nano mengangguk mengiyakan pertanyaan Ziva)
Saat Nano melihat-lihat buku yang ada di ruangan itu,,,
" bruaakkk" Nano terjatuh menabrak sebuah meja
" ahhhhhh,, pusingnyaaa" Nano memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing
" Nano " ucap Ziva berlari ke arah Nano
" kamu tidak apa-apa?" Tanya Ziva memegangi Nano
" sebentar aku ambilkan minum lagi." Ucap Ziva
( Ziva berlari mengambilkan minum untuk Nano)
" kamu ini kenapa Nano, apa benar ini kurang tidur?" Tanya Ziva
" aku enggak paham Koro, tiba-tiba aku begini" jawab Nano
Ziva datang dan memberikan minum itu kepada Nano,,
" terimakasih Ziva". Ucap Nano minum air yang di berikan Ziva
Nano memaksakan dirinya untuk berdiri,,,
Tiba-tiba,,,
" druagg" Nano terjatuh lagi menyenggol meja
" trakk" Sebuah buku jatuh di sela-sela meja.
__ADS_1
" aduhh, " ucap Nano melihat buku itu
" ehh, buku" gumam Nano
" Jangan memaksakan dirimu Nano" ucap Koro
Nano mengambil buku tersebut, dan duduk di kursi dengan bantuan Koro.
" itu, buku apa Nano? " Tanya Ziva
" aku tidak tahu" ucap Nano sambil membuka buku cover polos tersebut
( " REVOLUSI ZIOVORE" ) tulisan dari buku tersebut.
" Koro " ucap Nano
Koro melotot melihat tulisan tersebut.
" Revolusi Ziovore,, apa yang di maksud buku ini" tanya Ziva penasaran
Mereka bertiga akhirnya membaca buku tersebut.
Dalam halaman awal buku itu tertulis,,;
( " SAAT SELURUH ZIOVORE MELEMAH, AKAN LAHIR SEORANG ZIOVORE YANG BISA HIDUP BERDAMPINGAN DENGAN.....")
" teng, tong " suara bel berbunyi
mereka pun bergegas keluar, dan berdiam diri di ruang tamu,,,
( Ziva membuka pintu )
" hallo,, " ucap seorang remaja wanita
" ahh kamu Kana, kirain siapa" tanya Ziva
" habisnya kakak mengunci pintunya" ucap Kana
Kana masuk ke dalam rumah,,,
" wwaaaaaa " kana berteriak di ruang tamu
" ada apa kana?" Tanya Ziva yang berlari menghampiri Kana
" k,k,kakak mengunci pintu di dalam bersama kedua laki-laki ini,, apa kakak bodoh, apa yang telah laki-laki ini lakukan kepada kakak" teriak Kana panik
" aa,aaahhh bu,bukan seperti itu" ucap Koro gugup
" tenang Kana,, mereka disini sedang membantu kita" ucap Ziva
" ap,apa alasan itu bisa di percaya?" Tanya Kana menatap Ziva curiga
" Kana,, dia adalah Nano dan Koro, orang yang kakak bicarakan beberapa minggu yang lalu" Ucap Ziva
__ADS_1
" Nano dan Koro " ucap Kana
" iya, mereka orang yang akan membantu Kakak memecahkan misteri kematian hewan dan manusia yang terjadi sekarang." Jelas Ziva
" ap,apa yang kamu katakan..." ( Koro menghentikan omongan Nano)
" ada sesuatu yang membuat aku penasaran, apa yang di maksud dengan Revolusi Ziovore yang tertulis di buku itu, ayo kita lihat sebelum ayahmu kembali." Ucap Koro
" t,tapi Ayah,,, " ucap Kana
" wah,wah rupanya ada tamu yaa" ucap seorang pria tersenyum ke arah mereka
" Ayah " ucap Ziva kaget
" A,Ayah kembali kok enggak bilang-bilang Ziva" ucap Ziva
" Hehe,, Ayah hanya ingin memberikanmu kejutan sayang" Ayah Ziva tertawa
" ternyata kamu sekarang sudah punya teman yaa" tambah Ayah Ziva
" a,a,enggak, tadi Ziva merasa pusing di kelas, dan mereka mengantar Ziva kesini" ucap Ziva
" terus sekarang bagaimana keadaanmu" ucap Ayah Ziva menghampiri Ziva
" sekarang Ziva sudah sehat Ayah" ucap Ziva
" ahh terimakasih telah mengantarkan anak paman, paman sangat berhutang budi kepada kalian" ucap Ayah Ziva kepada Koro dan Nano
" ah,ahaha t,tidak paman, s,sudah sepantasnya kami peduli kepada teman sekelas kami" ucap Nano
" kalau begitu kami pamit dulu paman, lagian disini sudah ada paman dan adiknya Ziva, kalau begitu tugas kami sudah selesai" ucap Koro tersenyum kepada Ayah Ziva
" ah, buru-buru sekali, padahal paman bawa oleh-oleh lho dari luar kota" Jawab Ayah Ziva
" makasih paman, lagian ini sudah sore, kami harus segera pulang" ucap Koro membawa tasnya
" yasudah paman tidak akan memaksa, sekali lagi terima kasih telah peduli kepada Ziva" ucap Ayahnya Ziva
" iya,, sama-sama paman" ucap Nano dan Koro
Nano dan Koro keluar dari rumah Ziva,,,
" lain kali mampir lagi yaa, jangan sungkan-sungkan, Ziva pasti akan senang jika kalian main lagi kesini" ucap Ayah Ziva menggoda Ziva
" ihhh, Ayah" Ziva cemberut
( Ayah Ziva tertawa melihat sikap Ziva yang salting)
" kami pergi dulu paman" ucap Koro dan Nano
" ayah Ziva sangat baik" gumam Nano
" dan apa yang di maksud dengan Revolusi Ziovore" gumam Nano manatap Tajam
__ADS_1