
( Jam sekolah hampir selesai)
" dengar anak-anak, semingu lagi kita akan melakukan darmawisata dan observasi ke gunung, jadi ibu harap kalian bisa mengikuti kegiatan ini" ucap guru
" darmawisata" gumam Nano
( malam hari Nano dan Koro sedang latihan)
" srengg"
" dak,dakk"
" tranng"
" dakkkk" Nano menendang Koro
" bruaakkk" Koro terpental
" hiaaaa" Koro menyerang Nano
" wusshhh"
" dak,dakk"
" trangg"
" dak,,dakkk"
" sttttt,,, sttttt" Nano dan Koro terseret ke belakang
" kau semakin kuat saja Nano" ucap Koro
" yaa, terbukti aku tidak pernah jatuh" ucap Nano menyombongkan diri
" jangan sombong dulu" ucap Koro
" wusshhh"
" dakkk," Koro menendang Nano
( tapi Nano dapat menahan tendangan Koro)
Mereka meneruskan pertarungannya, karena tidak merasakan bahaya dari Ziovore yang akan datang.
" hahh, hahhh" Nano tertunduk dan berlutut di tanah
" sudah ku bilang, kau jangan sombong dulu Nano" ucap Koro berdiri sambil menyulurkan tangannya
" kau sangat hebat Koro" ucap Nano tersnyum sambil berdiri dibantu Koro
" kau hanya perlu melatih stamina mu" ucap Koro
" kau semakin kuat campuran" ucap Reno di atas pohon
" waa, Reno dari kapan kau..."
" clkk" Reno melompat dari atas
" sejak kejadian itu,, Ziovore tidak muncul lagi, apa yang terjadi" ucap Reno
" yaaa aku juga merasa ada yang aneh" ucap Nano
Nano memandang ke arah langit dan bergumam,,,
" Nano akan menyelamatkanmu Mama" gumam Nano
( Waktu Darmawisata telah tiba )
Nano berjalan membawa tas nya, saat Nano berjalan melewati kelas lain, teman-teman sekolah Nano melihat ke arah Nano dengan tatapan heran,, Nano tidak menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya.
__ADS_1
Nano memasuki kelasnya,,;
" yoo Nano, apa semalam kamu tidur dengan nyenyak?" Tanya Ziva
( Nano hanya tersenyum ke arah Ziva, dan melihat arah Zein dan Moni )
" hey Nano, badanmu semakin kekar aja, otot lenganmu juga besar, banyak orang-orang yang membicarakan soal perubahan mu itu lho". Ucap Ziva lagi
Nano baru menyadari yang menyebabkan teman-teman sekolah Nano melihatnya dengan heran.
" o,ohh, begitu yaaa" ucap Nano tersenyum kepada Ziva
" aku tidak akan membiarkan Zein dan Moni berbuat sesukanya saat Darmawisata nanti." Ucap Nano melihat ke arah Zein dan Moni
***
( Siang Hari saat mereka akan berangkat Darmawisata )
Nano yang sedang berdiri melamun mendengar pengumuman dari guru pemandu observasi ke gunung, tiba-tiba seseorang menyentuhnya dari belakang.
" ahhh" Nano kaget dan melihat ke arah belakang
" apa kau sudah memikirkan kesepakatan kita?" Tanya Moni berbisik
Nano tidak menghiraukan pertanyaan Moni, dan melihat ke arah Zein.
( Zein sedang ngobrol bersama Ziva)
Nano melotot, lalu menghampiri Zein dan Ziva.
" hey Ziva, sini!." Ucap Nano menarik tangan Ziva
" a,a,ahh, apa-apaan sih Nano?". Tanya Ziva melepaskan tangannya dari tangan Nano
Nano hanya bisa menatap Ziva.
" kamu kenapa Nano?" Tanya Ziva dengan tatapan marah
( Moni menepuk pundak Nano, dan menggelengkan kepalanya )
" aku, aku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu". Tegas Nano
" oh ya, nanti akan aku sempatkan, sekarang aku sedang diskusi dengan Zein, dia wakil kelompokku." Ucap Ziva
Akhirnya Nano kembali lagi ke tempat kelompoknya yang di pimpin Koro.
Nano terus menatap kelompok Ziva dan Zein.
" Ziva, andai saja kamu tahu Zein itu siapa." Gumam Nano
" Apakah kau sedih tidak sekelompok dengan Ziva, Nano?" Tanya Koro
" ah, enggak, aku hanya penasaran apa yang akan di lakukan Zein pada malam hari." Ucap Nano
" apa kau mengkhawatirkan wanita itu?" Tanya Moni
( Nano menoleh ke arah Moni )
" aku tidak akan membiarkan siapapun jadi korban lagi, apalagi orang terdekat ku,, sulit rasanya melihat makhluk rakus itu berkeliaran sesukanya bercampur dengan manusia" ucap Nano meninggalkan Moni dan Koro
Koro dan Moni hanya bisa melihat Nano yang sedang berjalan,,,;
" sekarang Nano bukan anak manja lagi, sepertinya dia menjadi seseorang yang keras" ucap Moni kepada Koro
" yaa, aku menyadarinya saat dia kehilangan bibi Laina" ucap Koro
Akhirnya para siswa SMA itu berangkat menuju gunung tersebut, Nano yang masih tidak terima melamun di kursi bis yang di tumpangi nya.
" Dengar anak-anak, sesampainya di tempat nanti, kalian tidak boleh terpisah dari kelompok kalian, dengan situasi yang seperti ini kalian harus mematuhi peraturan, jangan sampai ada sesuatu yang terjadi dengan kalian". Ucap Seorang guru di dalam bis.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari guru itu Nano menjadi kesal,,,;
" bruukk" Nano memukul dinding bis
Semua mata di bis itu tertuju pada suara yang di sebabkan oleh pukulan Nano.
( Ziva yang berada di kursi sebrang Nano melihat Nano dengan tatapan heran).
" woyy Nano kau menjadi pusat perhatian". Ucap Koro berbisik.
Nano tidak menghiraukan omongan Koro, dan dia menatap tajam ke arah luar bis.
" S**lan, kenapa Ziva harus sekelompok dengan Zein." Gumam Nano yang melamun ke arah Luar.
Setelah beberapa lama di dalam bis, sore hari mereka sampai di tujuan dan mereka membuat tenda di tanah kosong.
Hari pun sudah hampir gelap, Nano masih melamun dan duduk di batu besar sambil memperhatikan sekitar.
( Seseorang menghampiri Nano, dan mengajak Nano bicara )
" sebenarnya apa yang kamu ingin bicarakan kepadaku Nano?" Orang itu menghampiri Nano, dan orang itu adalah Ziva
Nano hanya terdiam, dan melihat ke arah Ziva yang duduk di dekatnya.
" apa yang kamu lamun kan Nano?" Tanya Ziva lagi
" a,aku, aku,,," ucap Nano gugup
" tidak mungkin aku menyebutkan kepada Ziva, kalau aku khawatir dengannya karena satu kelompok dengan Zein". Gumam Nano
" apa kamu mengkhawatirkan kita semua yang ada di gunung ini?" Tanya Ziva
Nano hanya mengangguk mendengarkan perkataan Ziva.
" aku pun merasakan hal yang sama denganmu, dan aku sangat takut malam ini Nano" ucap Ziva
" alangkah senangnya jika aku bisa satu kelompok dengan mu, tapi kenyataannya kita berbeda kelompok."
" jika aku satu kelompok denganmu, aku akan merasa tenang karena ada kamu dan Koro." Ucap Ziva memandang ke arah depan
Nano menatap wajah Ziva,,,,
" aku akan melindungi mu Ziva, apa pun yang terjadi". Gumam Nano menatap Ziva
Malam hari telah tiba, semua murid berkumpul di suatu tempat agar tidak ada yang menghilang.
Nano berada di atas pohon, sambil mengamati keadaan sekitar teman sekolahnya.
" srekk,srekk" suara orang berjalan ke arah Hutan
" Moni". Gumam Nano
" wusshhh" Nano mengejar Moni
" plakk" Nano memegangi pundak Moni
" apa yang akan kau lakukan". Tanya Nano kepada Moni
( Moni berbalik arah )
" aku lapar, dan aku akan mencari hewan ". Ucap Moni dengan Mata Ziovore nya.
" waaaaaaa" ada teriakan dari arah kerumunan murid
Saat Nano sedang menghadang Moni, tiba-tiba dari kerumunan Murid, terdengar wanita yang berteriak.
Nano panik dan segera menghampiri murid-murid tersebut.
" wusshhh".
__ADS_1
" Ziva" gumam Nano