Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 14


__ADS_3

Nano mengepalkan tangannya,,;


" t,terimakasih Ziva, a,aku juga berjanji akan melindungi semua orang, apalagi orang yang berada di dekatku" ucap Nano


Akhirnya perasaan sedih Nano sedikit terobati oleh ucapan Ziva,,,


" aku akan membawa mama kembali" gumam Nano


" dan juga,, aku akan melindungi mu Ziva" gumam Nano menatap Ziva


*********


" cklkk" suara standard motor


Nano berjalan di parkiran menuju kelasnya,,


" ehh ada apa itu?" Gumam Nano


Terlihat teman-teman sekelas Nano berkumpul di satu bangku.


Nana memasuki kelasnya, dan melihat Ziva yang sedang duduk.


" ada apa dengan mereka Ziva, pagi-pagi begini sudah berisik" tanya Nano


" ahh, ada murid baru, dan mereka sedang pendekatan" ucap Ziva


" oh,, murid baru yaa" ucap Nano melihat ke arah kerumunan temannya


Nano melotot kaget setelah melihat wajah murid baru tersebut.


" Zein" teriak Nano


Ternyata murid baru itu adalah Zein, teman Nano yang menjadi Ziovore.


( semua teman sekelas Nano melihat ke arah Nano)


Nano mengepalkan tangannya, dan mencoba menghampiri Zein.


" plakk" tangan Nano di tarik Koro


" hey kalian mau kemana?" Tanya Ziva


( Koro membawa Nano ke suatu tempat di area sekolah).


" woy Koro lepaskan aku" Ucap Nano menarik tangannya


" ikuti aku saja " ucap Koro


Nano dan Koro tiba di tempat yang Koro tuju.


" apa maksudnya ini Koro" tanya Nano


" woyyy" Koro memanggil seseorang yang sedang duduk di tempat gelap


" lama tak bertemu Nano, sudah setengah Tahun yaa" ucap orang itu berjalan menghampiri Nano

__ADS_1


( Nano melotot melihat orang itu).


" Moni" ucap Nano


( Moni tersenyum ke arah Nano)


" sialann" Nano mencengkram kerah baju Moni


" apa maksudnya ini hah?" Nano tiba-tiba emosi


" woy Nano lepaskan dia, kenapa kau jadi liar begini?" Tanya Koro


" a,aku tidak akan memaafkan kalian" ucap Nano


( Moni tersenyum sinis menatap mata Nano )


" sreengg" Mata Moni memerah


Nano menatap tajam Mata Moni.


" oyyy kalian hentikan, ini area sekolah" teriak Koro


" woy Nano." Ucap Koro


Nano melepaskan tangannya, dan berbalik Arah.


" bagaimanapun aku akan membalas kematian Bagas" ucap Nano berjalan


" wuhhhsss"


" dukk" Moni menendang Nano


" ughhh" ucap Nano memegangi kepalanya


( Moni menjambak rambut Nano)


" kita datang kesini bukan untuk menjadi musuh mu, aku hanya ingin menyelamatkan Zein" ucap Moni melotot


" plak" Nano menyingkirkan Tangan Moni dari kepalanya


" setelah yang kalian perbuat, dan kalian lakukan, aku tidak pernah bisa memaafkan Ziovore yang selalu membunuh". Tegas Nano berdiri dan berjalan kembali


( Koro dan Moni melihat ke arah Nano yang sedang berjalan).


" apa kau tidak ingin tahu tentang Revolusi Ziovore, dan kau tidak ingin tahu keberadaan bibi Laina?" Teriak Koro


" apa kau ingin menyerah Nano" tambah Koro


Nano berhenti, dan kembali menghampiri Koro dan Moni.


" kalau kau tahu sesuatu, cepat katakan padaku" ucap Nano menatap Moni


( Moni membalikan badannya, dan duduk di tembok)


" aku kesini ingin kalian menyelamatkan Zein" ucap Moni

__ADS_1


" dan khusus untukmu Nano, walaupun sekarang kita berbeda, tapi aku tidak pernah lupa tentang pertemanan kita, khususnya Fahmi".


" dan aku ingin bantuan kalian untuk menyelamatkan Zein, Ziovore Zein akan membabi buta jika malam Hari, dan dia sekarang telah menjadi kanibal, bukan hanya hewan dan manusia, Daivore dan Ziovore telah menjadi santapannya".


Nano melotot ke arah Moni.


" ap,apa maksudnya, apa kamu ingin kita membunuh Zein?" Tanya Nano


" bukan begitu Nano, Zein sekarang sudah kehilangan jati dirinya, sekarang Zein hanya ingat Moni." Ucap Koro


" dan tujuan Moni kesini meminta bantuan kita, agar bisa menyelamatkan Zein dari haus darahnya" jelas Koro


" sebenarnya Moni dan Zein juga sama seperti kita, tidak ingin banyak korban yang berjatuhan, itulah sebabnya Moni datang minta bantuan kita." Tambah Koro


" ke,kenapa kau bisa percaya begitu saja sama mereka Koro?" Tanya Nano


" aku tidak sepenuhnya percaya pada Moni, tapi mungkin ini satu-satunya jalan kita untuk menemukan Bibi Laina". Ucap Koro menatap Moni


Nano tertunduk mendengar perkataan Koro,,,


" terus kenapa kau bisa menampakan dirimu Moni?" Tanya Nano


( Moni menghampiri Nano)


" mungkin ini yang di sebut dengan Revolusi Ziovore". Ucap Moni


( Nano melotot ke arah Moni)


" Revolusi Ziovore?" Tanya Nano


" yaa, setahuku ini adalah Revolusi Ziovore, yang awalnya Ziovore hanya sebagai bayang-bayang saat Siang Hari, sekarang Ziovore menjadi dirinya sendiri, dan bisa hidup seperti Daivore" ucap Moni


" kau tahu Nano, aku ingin kita menghentikan Ziovore, meskipun aku seorang Ziovore, aku tidak ingin korban berjatuhan, apalagi manusia". Tegas Moni


" aku juga akan mencari tahu keberadaan bibi Laina, sebagai gantinya, kamu harus membantuku menghentikan haus darahnya dari Zein" ucap Moni memegang bahu Nano


" ini adalah kesepakatan ku dengan Koro, aku harap kau juga mau menerimanya". Tambah Moni


Nano hanya melamun mendengar penjelasan dari Moni, dan dia mencoba memikirkan kesepakatan itu.


" tettttt" bel masuk kelas berbunyi.


Nano,Koro, dan Moni bergegas masuk ke kelasnya.


" dengar anak-anak, kita kedatangan 2 murid baru,, Zein dan Moni" ucap guru di kelas


( Zein dan Moni berdiri di depan kelasnya, dan memperkenalkan diri masing-masing).


" Zein " gumam Nano mengepalkan tangannya


" tak,tak" Ziva mengetuk bangku Nano


( Nano melihat ke arah Ziva)


" si Zein itu ganteng juga yaa, pantas tadi banyak cewek yang berkerumun di bangku dia" ucap Ziva Kepada Nano

__ADS_1


" hahhhhhhh" Nano menghela nafasnya


Setelah kejadian yang menimpa Nano akhir-akhir ini, sekarang Nano menjadi seorang yang tempramen dan tidak sabaran, apakah ini ada kaitannya dengan kehilangan ibunya, atau darah Ziovore yang merubahnya menjadi seseorang yang keras.


__ADS_2