Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 17


__ADS_3

" panas "


" tubuh ku terasa panas begini ". Gumam Nano


Nano membuka matanya,,,,


" uhhh silau nya" Nano menaruh tangan di keningnya


" ehh jaket siapa ini?" Gumam Nano heran


" kau sudah bangun Nano, kamu semalam ketiduran disini." Ucap Ziva


Nano mengingat kejadian malam tadi, Nano menghampiri Ziva dan ngobrol berdua di depan tenda Ziva.


" k,kenapa kamu tidak membangunkan ku". Ucap Nano malu


" mana mungkin aku membangunkan mu, setelah aku mendengar kehidupanmu yang sekarang Nano." Ucap Ziva


" b,bukan begitu, i,ini kan tenda perempuan". Ucap Nano malu


" bukan hanya kita yang berduaan, ehh maksudku banyak juga orang lain yang main ke tenda perempuan Nano". Ucap Ziva tersenyum


Nano pun kembali ke tendanya,,,,


" kau tidur dimana Nano?" Tanya Moni


Nano melihat Koro dan Rico masih tidur.


" a,aku tidur di atas pohon". Ucap Nano


Siang Hari melakukan observasi, mereka melakukan perjalanan ke puncak gunung.


Dalam perjalanan Nano dan moni bertugas untuk meneliti tanaman yang hidup di pohon lain.


Saat Nano melakukan observasi dan mengecek pohon tersebut,,,


(" Mama akan melindungi mu" )


Tiba-tiba suara Mamanya muncul lagi di benak Nano,,


" brukkk" Nano berlutut


" aaahhhhhh" Nano berteriak memegangi kepalanya


( Moni melotot kaget melihat Nano yang begitu, ternyata mata merah Nano muncul )


" woy Nano kenapa?" Ucap teman Nano menghampirinya


" Nano kenapa?" Ucap yang lainnya lagi


( Moni bergegas menutupi satu mata Nano yang berwarna merah itu, sebelum orang lain melihat mata Nano.)


" woy Nano kau tidak apa-apa?" Tanya Moni


Nano hanya tertunduk lesu mengingat Mamanya.


" Mama " ucap Nano lirih


( Moni mengacungkan tangannya )


" Pemandu, Nano tidak bisa melanjutkan observasi ini, saya akan mengantarnya ke bawah untuk beristirahat" teriak Moni


Moni membantu Nano turun ke tenda.


" apa yang terjadi denganmu Nano?" Tanya Moni


Nano melamun lalu menidurkan dirinya sendiri.


" aku hanya kurang tidur". Ucap Nano memejamkan Matanya.


***


Nano berada di hutan yang sangat gelap.


" dimana ini?" Gumam Nano


Terlihat bayangan merah yang lalu lalang di belakang Nano.


" apa itu" gumam Nano melihat ke belakang


Terlihat bayangan merah dan putih yang saling beradu.


" cahaya apa itu?" Nano melihat bayangan tersebut


" wusshhh"


" wuushh"


Bayangan itu menabrak Nano, dan Nano memejamkan matanya.


Saat Nano membuka matanya, Ruangan menjadi putih dengan Cahaya,,, dan Nano melihat Kana yang sedang melamun..

__ADS_1


" heyy Kana" ucap Nano menghampiri Kana


" wuusshh" Kana menghilang


" Kana" teriak Nano


" wusshhhh" angin berhembus


Muncul Mamanya Nano sedang tersenyum kepada Nano.


" Mama" teriak Nano menghampiri Mamanya


" wushhhh " Mama Nano menghilang


" Mama, dimana kau?" Teriak Nano celingukan mencari Mamanya


( tiba-tiba ruangan itu pun menjadi hutan kembali )


" ngahihihihi " suara Ziovore wanita tertawa


" dimana kau, dimana kembalikan Mamaku". Teriak Nano


" ngahihihiii" Ziovore itu tertawa lagi


( Datang cahaya samar menghampiri Nano di hutan yang gelap itu )


Di Sana ada Ziva yang berdiri tersenyum kepada Nano.


" selamat tinggal Nano" ucap Ziva


" ehh, Ziva, apa yang kamu kata...."


( tiba-tiba Ziovore muncul di samping Ziva )


" ngahihihihi " Ziovore itu tertawa lagi


" srengggg" Ziovore menebas leher Ziva


Nano hanya bisa tertegun melihat kepala Ziva yang melayang.


" t,tidak Ziva " ucap Nano lirih


" trak,dak,dak,dak" kepala Ziva menggelinding ke arah Nano


" waaaaaaaaa" Nano berteriak kencang


" Zivaaaaaaa" teriak Nano terbangun dari tidurnya.


Ternyata semua itu hanya mimpi, Nano melihat ke sekitar dirinya, banyak siswa yang berkerumun di sekitar Nano, dan di sana ada Ziva yang sedang duduk di samping Nano.


" heyy Nano tenanglah" ucap Ziva memberikan minum.


Nano meminum air yang di berikan Ziva.


" Ziva" ucap Nano meneteskan air matanya


" k,kenapa semua orang berkumpul disini?" Tanya Nano kaget


( Ziva hanya tertunduk sedih )


" semua orang mengkhawatirkan mu Nano, sudah 2 jam kau mengigau dan tidak bisa di bangunkan, akhirnya semuanya merasa khawatir denganmu, makannya semuanya berkumpul disini". Ucap Koro


" mengigau" ucap Nano kaget


" apa aku berkata yang aneh-aneh?" Tanya Nano lagi


" kau menyebut Kana, Mamamu, dan terakhir Ziva " ucap Koro


Nano menutup mata dengan tangannya, lalu menundukkan kepalanya.


" Syukurlah itu hanya mimpi" ucap Nano


" Sudah anak-anak sekarang Nano sudah sadar, kalian tidak perlu mengkhawatirkannya" teriak seorang guru menyuruh siswa tersebut untuk bubar.


(" kasian sekali yaa Nano")


(" mungkin dia masih syok kehilangan mamanya")


(" dia sekarang berubah")


(" kasihan sekali")


(" dia bermimpi buruk")


( Semua itu yang terdengar dari pembicaraan teman sekolah Nano, sambil pergi meninggalkan tendanya Nano)


Nano melamun dan menunduk mendengar pembicaraan teman-temannya itu.


" Ziva" gumam Nano mengepalkan tangannya.


( Malam ke Dua )

__ADS_1


Nano, Koro, Rico, dan sandra, sedang duduk di depan tendanya, mereka sedang gelisah tentang Ziovore yang sudah satu bulan tidak muncul memangsa hewan di tempat nya masing masing.


" apa mungkin semua Ziovore sudah menghilang?" Tanya Rico


( Koro dan Nano hanya melamun)


" mau menghilang atau apapun, kita harus tetap waspada". Ucap Nano


" kau benar Nano,Ziovore tetaplah Ziovore, mereka makhluk berbahaya". Ucap Sandra tersenyum kepada Nano


" srkkkk,srrrkkkk,srrkkk" suara orang berlari, dan orang itu masuk ke tenda Nano


" hahhh,hahhh,hhahhhh" orang itu terengah-engah menopang tangan di lututnya


" Ziva" ucap Nano melotot


" Nano, Kana menghilang" ucap Ziva menahan tangis menghampiri Nano


( ternyata orang yang datang itu Ziva, dia memberitahukan Bahwa Adiknya menghilang.)


" apa". ucap Nano sambil berdiri


" aku tidak melihatnya sejak tadi sore, dan sekarang sudah jam 7 malam dia tidak ada". Ucap Ziva panik.


" kalau tidak salah aku melihat adikmu bersama Zein " ucap Sandra


" Zein" ucap Nano melotot


" Zein jangan sampai kau...." ucapan Nano terhenti dan mengepalkan tangannya


" Koro,Rico,, cepat kita harus mencarinya, Sandra jaga Ziva disini". Ucap Nano bergegas meninggalkan Sandra dan Ziva.


Mereka mencari ke setiap arah di perkemahan itu, tapi tidak menemukan jejak Kana, dan hal itu semakin membuat Nano emosi.


" wusshhh"


" wusshhh"


" wusshhhh"


Mereka masih mencari Kana, tapi tidak berhasil menemukannya.


" trakkk" Nano memukul Pohon


" aku,aku masih lalay, aku membiarkan Kana menghilang". Gumam Nano


Tiba-tiba Ziva berlari menghampiri Nano,,,


" Nano, Nano, apa kamu berhasil menemukan Kana?" Tanya Ziva


Nano melotot ke arah Ziva,,


" apa yang kamu lakukan disini Ziva?" Bentak Nano


" ngahihihihiaaa"


" suara itu". Gumam Nano


Mata Nano langsung berubah menjadi biru.


" hrrrmmmm,hrrrmmmm"


" ngahihihihaaa"


(" Mama akan melindungi mu sayang")


" aaaaaa" teriak Nano karena kepalanya Nano sakit lagi


" wusshhh"


Seseorang dengan mulut penuh darah datang menghampiri Nano.


" Nano ini gawat, Ziovore telah menampakan dirinya" ucap Moni


" Moni " ucap Ziva dan Sandra yang berada di tempat Nano


( Sandra melotot kaget ke arah Moni)


" Moni kau seorang,, Zi,Ziovo..."


" waaa tolong akuu"


"tolong"


" aaa leherku"


" mama"


" selamatkan aku"


" aku tidak ingin mati"

__ADS_1


tiba-tiba di tempat tenda penginapan yang tenang menjadi Riuh dengan teriakan ketakutan.


Mendengarkan teriakan dari teman-teman sekolahnya Nano tidak bisa apa-apa, dan hanya bisa memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit karena munculnya ucapan Mamanya.


__ADS_2