Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Sindiran Daniel


__ADS_3

"Putri pamanmu?" tanya Henry.


"Benar! dan setelah dibuang oleh pria kaya itu dia mengoda pria lain dengan pura-pura bersikap kasihan di depan pria itu. agar bisa menarik perhatiannya," jawab Lucia.


Sementara Rick dan Rebecca sedang berbincang dengan Samantha.


"Rebecca, kamu sangat cantik!" ucap Samantha dengan memuji.


"Bibi, gaun ini dibeli oleh Rick dan aku hanya memakai sesuai pilihannya," jawab Rebecca dengan senyum.


"Rick sangat perhatian padamu," ujar Samantha.


"Bibi, selama ini aku memang sangat perhatian padanya," jawab Rick.


"Rebecca," sapa Sasa yang menghampirinya. sementara Daniel masih sedang berbicara dengan tamu lain.


"Rebecca, ini adalah Sasa," kata Rick yang memperkenalkan mereka berdua.


"Sasa, senang bertemu denganmu," sapa Rebecca yang bersalaman dengan Sasa.


"Sama! aku juga senang bertemu denganmu," balas Sasa dengan ramah.


"Rebecca kali ini mungkin akan menjadi asisten Rick, dan perusahaan kita akan bertambah seorang gadis cantik," kata Samantha dengan senyum.


"Bibi, terima kasih karena memberi aku kesempatan," ucap Rebecca.


"Kami percaya kamu pasti bisa membantu Rick," jawab Samantha.


"Rebecca, kita seperti keluarga, hubunganmu dengan bibiku bagaimana putri dan ibu. jadi, jangan sungkan!" ucap Sasa dengan senyum.


"Iya, aku akan berusaha agar tidak mengecewakan kalian," jawab Rebecca.

__ADS_1


"Bibi percaya denganmu!" ucap Samantha.


"Rebecca," panggil Lucia yang sengaja menghampiri adiknya.


"Kakak...," sahut Rebecca yang melihat Lucia sedang mengandeng tangan Henry datang menghampirinya.


"Sekian lama kamu menghilang, tidak sangka kita bisa bertemu di sini," kata Lucia dengan pura-pura senyum.


"Rebecca, siapa dia?" tanya Rick.


"Dia adalah--" jawab Rebecca yang dipotong oleh Lucia.


"Namaku adalah Lucia Famosa, Rebecca adikku. selama ini kami tidak tahu dia ada di mana. dan aku sangat senang karena hari ini aku bisa melihatnya lagi," jawab Lucia dengan senyum.


"Adik, di mana pria yang bersamamu di saat itu? apakah dia sudah mencampakanmu?" tanya Lucia dengan sengaja dan menarik perhatian semua tamu di sana. Lucia sengaja bicara dengan nada yang sedikit keras agar didengar oleh semua orang.


"Nona Lucia Famosa, untuk apa kamu bertanya masalah pribadinya di pesta orang yang tidak bersangkutan?" tanya Samantha yang mengerti maksud wanita itu.


"Apa yang kamu katakan? hati-hati saat bicara!" tegur Sasa pada Lucia.


"Sepertinya kami tidak mengundangmu, apakah dia adalah pasanganmu, Tuan Henry?" tanya Rick.


"Bukan! kami baru kenal!" jawabnya.


"Saya hanya kasihan pada adik sendiri, dan tidak ada niat jahat," ujar Lucia.


"Kakak, apakah kamu perlu membahas masalah ini di sini? apakah kamu tidak tahu di sini bukan tempatmu," ujar Rebecca.


"Adik, jangan marah pada kakak! kakak hanya khawatir saja denganmu. kamu pasti sangat sakit, kan saat dicampakan oleh pria kaya itu. dan sekarang kamu mendekati tuan ini lagi. kakak hanya tidak ingin kamu terluka saja," kata Lucia.


"Nona Famosa, ternyata kamu juga datang," ucap seorang pria yang tidak lain adalah Daniel.

__ADS_1


Saat Lucia memandang ke arah pria itu, matanya terbelalak kaget.


"Lucia Famosa seorang wanita yang bekerja di club malam ternyata di undang ke acara besar ini," sindir Daniel dengan senyum.


Semua tamu kalangan atas yang mendengar ucapan Daniel berfokus pada wanita itu.


"Apa...dia adalah wanita penghibur?"


"Wah...berapa harganya semalam?"


"Hanya wanita malam tapi kenapa menghina orang?"


"Kenapa dia bisa hadir di acara besar ini?"


Cemohan para tamu yang memalukan Lucia.


Rebecca terkejut saat melihat Daniel yang muncul di depannya.


"Apakah kamu sedang mencari pelanggan di pesta ini? kalau iya...berarti kamu sudah salah tempat. karena ini adalah pesta ulang tahun perusahaan besar bukan untuk kamu menawarkan diri di sini," ujar Daniel yang membuat semua orang terdiam.


Lucia hanya bisa menunduk malu karena semua orang sedang mencemooh dirinya.


"Nona Lucia, apakah benar kamu bekerja di club malam? dan untuk apa kamu datang ke di sini? apakah kamu datang memang mengantikan temanmu?" tanya Henry.


"Teman? apakah wanita hiburan memiliki teman di sini? seribu lima ratus dollar itu adalah harga dirimu?" tanya Daniel yang lagi-lagi membuat Lucia tidak berkutik dan menanggung malu.


"Daniel, kenapa kamu mengenalnya?" tanya Sasa.


"Aku memiliki seorang teman bisnis yang pernah mengunakan wanita ini sebagai teman ranjangnya. harganya sangat murah hanya seribu lima ratus dollar," jawab Daniel dengan menghina.


"Seorang wanita penghibur kenapa datang ke acara ini? kami tidak mengundangmu, silakan pergi!" kata Samantha dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2