Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Andres Terpukul


__ADS_3

"Hei! apa yang kau katakan? jangan menghina anak sendiri!" bentak Yuly.


Lucia cemas dan hanya diam saat mendengar ucapan ayahnya itu.


"Kenapa kau hanya diam saja? bukankah kau selalu membanggakan kerjamu sebagai manager? katakan sekarang padaku di mana alamatmu? bawa aku ke sana sekarang juga!" bentak Andres yang menarik tangan putrinya menuju ke pintu.


"Pa, aku tidak membohongimu, percayalah padaku!" teriak Lucia yang melepaskan tangan ayahnya.


Andres langsung menampar putrinya tanpa basa-basi.


Plak...


"Aarghh...," jeritan Lucia yang kesakitan.


"Kenapa kau memukul putriku!" bentak Yuly yang mendorong suaminya dan memeluk putrinya.


"Tidak tahu malu! masih saja kau berani berbohong. selain jual diri apa lagi yang kau bisa?" bentak Andres yang mengambil semua barang belanjaan Lucia dan melempar ke lantai sehingga berserakan.


"Andres...," teriak Yuly.


"Diam! semua ini karena kau selalu saja memanjakan anak tidak berguna ini. anak yang kau banggakan ini melakukan pekerjaan yang memalukan. kalau saja aku tahu...untuk apa aku bersusah payah mencari uang hanya untuk dia belajar tinggi-tinggi," bentak Andres dengan kesal.


"Jangan tuduh sembarangan! aku tahu selama ini kau selalu saja merendahkan dia dan membanggakan Rebecca, kau jangan lupa Lucia adalah putrimu," ketus Yuly dengan nada tinggi.


"Karena dia putriku aku hancur dan malu, harapan keluarga kita sudah tidak ada. yang ada hanya sisa nyawa kita yang tidak berharga ini," jawab Andres dengan kesal.


"Kenapa kau selalu saja tidak percaya pada putrimu sendiri," bentak Yuly sambil memeluk putrinya.


"Percaya? bagaimana aku bisa percaya padanya, selama ini dia membohongi kita. hari ini aku menerima video rekaman yang menjijikan. kau bisa melihat sendiri," kata Andres yang melempar handphonenya ke arah Yuly.


Yuly membuka pesannya dan melihat video itu. terlihat sangat jelas bahwa putrinya digilir oleh para pria hidung belang. dan kemudian mereka membayar uang itu dengan melempar ke lantai.


Hati Yuly sangat hancur saat melihat putrinya yang mengutip lembaran uang itu di lantai serta digilir oleh mereka.


"Tidak...," teriak Yuly yang melepaskan handphone itu dan terjatuh ke lantai.


Lucia semakin histeris saat melihat rekaman itu.


"Memalukan sekali," bentak Andres yang melayangkan tamparan mengenai wajah putrinya.


Plak..


"Aarghh...," jeritan Lucia yang tersungkur.


"Untuk apa aku memiliki putri sepertimu, memalukan keluarga kita," bentak Andres.

__ADS_1


"Lucia, katakan padaku! apakah isi video ini adalah benar, bukan rekayasa?" tanya Yuly dengan nada ketus.


"Ma...," tangisan Lucia.


"Jangan panggil aku, katakan yang sebenarnya!" bentak Yuly.


"Semua barang yang kau beli adalah hasil dari uang kotor, kami tidak butuh," bentak Andres yang menarik lengan Lucia dengan kasar.


"Pa, jangan...," teriak Lucia yang diseret oleh ayahnya.


"Pergi dari sini dan jangan pernah kembali!" bentak Andres yang menyeret putrinya hingga ke pintu


"Aku tidak mau keluar, aku adalah putrimu," tangisan Lucia yang didorong oleh ayahnya.


Yuly menangis dengan perasaan hancur setelah mengetahui pekerjaan putrinya.


"Jangan mengusirku, Pa, Ma!" teriak Lucia.


"Pergi dan jangan menginjak kaki kotormu ke dalam rumah," bentak Andres yang menutup pintu dengan keras.


Brak...


"Papa, jangan usir aku," teriak Lucia sambil mengedor pintu.


"Lucia, Lucia," ucap Yuly yang ingin membuka pintunya.


"Jangan biarkan dia masuk!" bentak Andres yang mendorong istrinya menjauh dari pintu.


"Apapun yang terjadi dia adalah putriku, aku yang melahirkan dia," tangisan Yuly.


"Melahirkan dia? kau lihatlah seperti apa dia sekarang," bentak Andres.


"Aku mengandungnya selama sembilan bulan, aku tidak mungkin membencinya hanya karena ini," teriak Yuly yang histeris.


"Apa kau masih tidak sadar? nama baik keluarga kita sudah hancur di tangannya, kau lihatlah videonya yang di media sosial. muka kita harus letak di mana," bentak Andres.


Yuly menangis karena sakit hati, bagaimana tidak, Lucia adalah putri satu-satunya yang dia manjakan selama ini. kini putri kebanggaannya telah menghancurkan harapan orang tua dan juga memburukkan nama keluarga.


Berita siang tersebarnya video rekaman Lucia Famosa. terlihat sangat jelas wajah wanita itu serta suara desa.hannya terdengar sangat jelas.


Televisi milik keluarga Famosa menyala dan kemudian berita memalukan itu didengar orang Andres dan Yuly. mereka semakin tertekan saat menonton berita itu.


"Anak durhaka, kenapa aku Andres Famosa bisa memiliki anak seperti dia," jeritan Andres yang histeris.


"Apa yang harus kita lakukan? semua orang telah melihatnya, apa yang harus kita lakukan," tangisan Yuly yang terduduk di lantai.

__ADS_1


"Siapa...siapa yang melakukan ini pada kita? apa salah kita sebenarnya? kenapa nasib kita selalu buruk," tangisan Yuly.


"Nasib kita buruk semua karena kamu dan putrimu itu, kalau kau tidak egois dan ingin mencelakai Rebecca maka semua ini tidak akan terjadi," bentak Andres.


"Apa hubungan dengan semua ini?" teriak Yuly.


"Hingga saat ini kau masih saja tidak sadar, kau menghancurkan Rebecca sehingga dia memilih pergi, dan kemudian putrimu yang harus menerima balasan atas perbuatanmu. kalau tidak mana mungkin dia jual diri," jawab Andres dengan nada kesal.


"Kalian sama-sama mementingkan diri sendiri selama ini, kita tidak akan mendapatkan apa-apa ketika hatimu memiliki niat buruk. di saat kau menghina orang maka kau sendirilah yang tanggung akibatnya," ketus Andres.


"Lucia...," tangisan Yuly.


Andres yang emosi dan terpukul akhirnya tumbang dan tidak sadarkan diri.


"Andres...," teriak Yuly dengan cemas.


"Andres! buka matamu...jangan menakutiku," teriak Yuly.


Mansion Daniel.


"Ha ha ha...keluarga Famosa, apakah kalian masih bisa tinggal di kota ini," ucap Daniel yang sedang melihat berita itu.


"Wanita itu telah memalukan keluarganya, mereka pasti meninggalkan tempat tinggalnya," ujar Roey.


"Seharusnya mereka dihancurkan di saat kepergian Rebecca. Lucia Famosa adalah wanita yang tidak tahu diri selama ini," kata Daniel.


"Benar! Tuan, hari ini Sasa Ferlando ke perusahaan ingin menemui Anda."


"Aku tidak ingin melihatnya, tidak penting sama sekali," jawab Daniel.


"Dia adalah penerus perusahaan Ferlando, pasti tidak mudah putus asa."


"Tidak ada gunanya dia memaksa, aku juga tidak suka dipaksa," kata Daniel.


"Kalau datang lagi katakan saja aku tidak masuk kerja," ujar Daniel.


"Baik, Tuan," jawab Roey.


Apartemen Rebecca.


Rebecca yang melihat berita mengenai Lucia, ia merasa hampir tidak percaya.


"Kenapa video ini bisa tersebar? apakah dia adalah wanita malam? seperti yang Daniel katakan dia bekerja di bar?" gumam Rebecca.


"Bagaimana dengan paman? berita seperti ini tersebar, paman pasti sangat malu dan terpukul," batin Rebecca.

__ADS_1


__ADS_2