Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Kado Untuk Sasa


__ADS_3

"Kau ini...hanya Rebecca yang bisa meluluhkan hatimu," kata Samantha dengan senyum.


Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di kediaman keluarga Ferlando. saat Samantha melangkah masuk ke rumah mewah itu ia disambut oleh beberapa pembantu rumah tangga dan Sasa.


"Bibi," sambut Sasa dengan ramah.


"Nyonya besar," sambut mereka dengan sopan.


"Apa kabar dengan kalian? kita sudah lama tidak bertemu?" balas Samantha dengan ramah.


"Nyonya besar, akhirnya pulang! kami semua merindukanmu," sapa salah satu pembantu.


"Aku menikmati liburanku sehingga tidak ingin pulang, ha ha ha...," kata Samantha dengan bercanda.


"Bibi, kali ini tinggallah lebih lama di sini, jangan pergi lagi. aku sangat merindukanmu," ujar Sasa.


"Baiklah, karena bibi sudah lama tidak pulang, maka bibi akan tinggal dan melihat perkembangan perusahaan kita," jawab Samantha.


"Benarkah bibi tidak akan pergi lagi?" tanya Sasa dengan gembira.


"Benar! bibi mendengar kabar perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Carpio. katakan apa alasannya kenapa kamu bisa menerima kerja sama mereka!" ujar Samantha.


"Baiklah! mari kita duduk dulu!" jawab Sasa.


Di sisi lain Daniel yang sedang menyelidiki tentang Sasa Ferlando ia membaca semua data mengenai gadis itu.


"Apakah semua ini sudah lengkap?" tanya Daniel yang duduk di sofa ruangan kantornya.


"Sudah, Tuan. Samantha Ferlando sudah pulang hari ini," kata Roey.


"Prestasi Sasa Ferlando luar biasa, dia menjuarai peringkat utama perlombaan perenang wanita. tapi kenapa dia malah melepaskan impiannya?" tanya Daniel.


"Mungkin karena ayahnya meninggal dan dia adalah pewaris satu-satunya keluarga Ferlando. oleh karena itu dia harus meninggalkan cita-citanya dan meneruskan bisnis ayahnya," kata Roey.


"Sangat menarik, gadis itu selain berbakat dia juga bisa dianggap hebat dalam berbisnis. kelihatannya dia mirip dengan Samantha," ucap Daniel.


"Benar, Tuan. apakah kita akan mengajak nona Ferlando makan bersama?"


"Dia telah mengajakku makan malam bersama, bisa bertemu dengan wanita tua itu bisa dibilang aku sudah beruntung," jawab Daniel dengan senyum.


"Beruntung? apa maksud, Tuan?"


"Maksudku bisa mendekati Sasa Ferlando dan Samantha adalah harapanku. sekali aku maju aku mendapatkan dua kebaikan. keponakannya yang menarik dan perusahaannya yang luas," jelas Daniel.


"Tuan dan nona Ferlando sangat serasi," ucap Roey.


"Belikan hadiah untuk Sasa Ferlando!"


"Hadiah apa yang harus saya sediakan?"


"Hadiah yang mahal dan istimewa, untuk wanita sekelasnya harus menyediakan hadiah yang paling bersinar," jawab Daniel.


"Baik, Tuan!" jawab Roey dengan patuh.


"Kelihatannya tuan dilamun cinta, dia bahkan lebih berbunga-bunga dari dulu, tidak tahu apakah dia akan menikahi Sasa Ferlando," batin Roey.


Mansion Ferlando


"Sasa, bibi tidak menyangka seorang Daniel Caprio bisa menarik perhatianmu, bibi hanya berharap dirimu akan lebih berhati-hati dan jangan terpikat olehnya," kata Samantha.


"Bibi, percayalah padaku, aku tidak akan salah menilai, Daniel Caprio bukan pria yang buruk!"


"Lihatlah dirimu yang sudah memihaknya, kelihatannya bibi harus segera bertemu dengan pujaan hatimu," ujar Samantha dengan bercanda.


"Jangan berkata seperti itu, kami tidak ada hubungan lain selain kerja."

__ADS_1


"Tapi, ekspresimu menunjukan bahwa dirimu sangat mementingkan dia. apakah kamu yakin dia dan istrinya sudah bercerai?"


"Kenapa bibi bertanya seperti itu?"


"Bibi hanya ingin memastikan saja, bibi tidak ingin kamu terbuai dengan asmara yang rumit. kau juga tahu pernikahannya tidak mulus. dia berselingkuh semasa masih bersama istrinya. berita itu sangat heboh sekali. artis itu juga menghilang entah ke mana," jawab Samantha.


"Bibi, mungkin hubungannya dengan istrinya sudah tidak harmonis dari awal. pernikahan mereka hanya sebentar saja. dan aku juga mendapat info. bahwa setelah menikah Daniel tidak tinggal serumah dengan istrinya. aku yakin mereka hanya menikah di atas kertas," ucap Sasa.


"Kamu menyelidikinya?" tanya Samantha.


"Istrinya adalah putri orang kaya, tapi Daniel meninggalkan dia begitu saja di malam pernikahan. aku malah sangat penasaran ada apa dengan pernikahan mereka. Bibi, tenang saja! Daniel bukan pria pemain wanita. kalau saja Jancy Robinson tidak mampu menjaga hati suaminya maka ini bukan kesalahan Daniel sama sekali," kata Sasa dengan senyum.


"Apakah kamu sudah mendapat hati pria itu?"


"Aku yakin pasti sudah...kalau tidak, mana mungkin dia mengajakku bekerja sama dengannya. aku akan menjadi satu-satu wanita yang paling dia sukai," jawab Sasa dengan yakin.


"Ha ha ha...bibi turut gembira kalau kamu memiliki seorang pria yang kamu sukai, malam ini bibi tidak sabar ingin bertemu dengannya," kata Samantha.


"Bibi, aku sudah mengajaknya makan malam bersama," ujar Sasa.


Paris


Rebecca yang masih berada di paris ia menyusun pakaiannya ke dalam koper.


"Besok aku akan kembali ke kota itu lagi, sudah dua tahun lebih aku pergi. seharusnya semua telah berakhir," ucap Rebecca yang duduk di kasurnya sambil mengingat kembali masa-masa saat bersama Daniel.


"Tidak tahu bagaimana dengan kabarnya? kenapa aku begitu bodoh masih memikirkannya. sudah begitu lama dia juga tidak mungkin ingat denganku lagi. lagi pula dia hanya menganggapku sebagai pemuasnya," ucap Rebecca.


"Sudah! sudah! jangan pikirkan dia lagi, aku harus mulai dari awal, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa lagi. dia pasti sudah memiliki penganti. mana mungkin selama ini dia tidak mencari wanita lain," gumam Rebecca sambil menepuk kepalanya.


"Rebecca, kau harus sadar, dari awal kau bukan siapa-siapa, di matanya kau hanya wanita teman ranjang saja dan tujuannya juga hanya ingin membalas dendam," kata Rebecca yang mengingatkan diri sendiri.


Malam hari.


Samantha bersama Sasa dan Rick sedang menunggu kedatangan Daniel di restoran mewah itu.


"Apakah Daniel belum datang?" tanya Samantha.


"Dia sudah dalam perjalanan," jawab Sasa.


Tidak lama kemudian Daniel tiba di restoran dan menuju ke salah satu ruangan khusus pesanan keluarga Ferlando.


"Tuan," sapa asisten Sasa dengan hormat.


"Hm," jawab Daniel yang melangkah masuk dan melihat Samantha dan Sasa yang sedang duduk di sana.


"Daniel, kamu sudah datang," sambut Sasa yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Daniel.


"Maaf, aku terlambat," ucap Daniel dengan senyum.


"Tidak apa-apa, kami datang lebih awal," jawab Sasa.


Daniel berjalan menghampiri Samantha yang kemudian berdiri dan menyapa dengan ramah.


"Tuan Caprio, senang bertemu dengan Anda," sapa Samantha.


"Ratu bisnis Nyonya besar Samantha Ferlando, kebanggaan saya bisa bertemu dengan Anda," balas Daniel yang bersalaman dengan Samantha.


Setelah beberapa menit kemudian mereka makan malam bersama. beberapa jenis hidangan lezat yang disajikan di atas meja bundar itu.


"Makanannya enak sekali, restoran ini akan menjadi favoritku," ujar Samantha.


"Bibi, kalau suka kita bisa sering ke sini," kata Rick.


"Baiklah, selama bibi di sini, kamu harus menemani ke mana pun bibi pergi," jawab Samantha.

__ADS_1


"Tuan Caprio...," ucap Samantha yang terhenti.


"Panggil Daniel saja! kita adalah rekan bisnis," jawab Daniel dengan senyum.


"Baiklah, Daniel! bagaimana, apakah kamu suka dengan makanan restoran ini?"


"Aku suka dengan makanan berkelas, restoran ini sudah tercatat sebagai salah satu restoran terfavorit di negara ini," jawab Daniel.


"Asalkan kamu suka ini sudah cukup, bisa makan bersamamu adalah keberuntungan kami," kata Samantha.


"Nyonya Ferlando, Anda sudah berlebihan. saya masih butuh banyak belajar. dan hari ini bisa bertemu dengan Anda adalah kebanggaan saya. saya berharap bisa belajar dari Anda," ucap Daniel dengan senyum.


"Daniel, kamu sangat sungkan, aku bukanlah ratu bisnis. ini hanya gosip semata. jangan terlalu percaya dengan kata mereka," kata Samantha dengan senyum.


"Bibi dan tuan Caprio hanya dalam sesaat sudah menjadi teman baik," ucap Rick dengan tertawa.


"Daniel adalah pebisnis yang bijaksana, mana mungkin bibi tidak suka padanya. dan kami sangat mudah berkomunikasi," jawab Samantha.


"Rick, bagaimana denganmu? kata bibi kamu menyukai seseorang dan kapan dia akan datang?" tanya Sasa.


"Besok dia akan tiba, dan di acara pesta ulang tahun dia akan hadir bersamaku dan menjadi pasanganku di malam itu," jawab Rick.


"Kau hebat sekali, tidak memberitahuku soal gadis itu," kata Sasa.


"Kalian akan segera bertemu, tenang saja!" jawab Rick.


"Apakah dia cantik?" tanya Sasa.


"Iya, sangat cantik dan polos," jawab Rick.


"Siapa namanya?" tanya Sasa lagi.


"Rebecca Famosa yang berambut panjang yang selalu wangi dan anggun," jawab Rick.


Daniel yang mendengar nama mantan simpanannya hanya bersikap biasa sambil menikmati makanan dan minumannya


"Wah...kamu sangat memujinya, pasti kamu sangat mencintainya, kan?" tanya Sasa.


"Memang betul katamu, Rick sangat mendambakannya selama ini," ujar Samantha.


"Aku yakin pesta malam itu pasti sangat meriah," kata Daniel yang meneguk minumannya.


"Itu sudah pasti, perusahaan Ferlando sudah tiga puluh delapan tahun didirikan, aku tidak sabar menunggu acara itu tiba," jawab Rick.


"Malam ini kita bisa makan bersama Daniel, dan ayo kita bersulang!" ajak Samantha dengan senyum.


"Dengan senang hati," ucap Daniel dengan senyum.


Mereka berempat saling bersulang dan menikmati minuman anggur merah.


Daniel mengeluarkan sebuah box berwarna merah


dan memberikan kepada Sasa.


"Daniel, kenapa memberikan hadiah padaku?" tanya Sasa.


"Kita sudah lama kenal, anggap saja ini adalah hadiah sebagai kerja sama," jawah Daniel sambil meneguk minuman.


Sasa kemudian membuka box merah itu dan melihat isinya yang adalah kalung safir biru dan berlian putih.


"Wah...itu adalah kalung yang dihias dengan 21 safir biru Kashmir berbentuk bantal. berat total dari safir tersebut adalah 109,08 karat. Batu terbesarnya memiliki berat 10,56 karat...," ujar Rick.


"Kalung ini juga dihiasi dengan 23 berlian putih berbentuk bantal. Berat totalnya adalah 50,63 karat. Harga kalung berlian termahal ini diperkirakan sekitar USD 14,9. Tuan Caprio, kamu sangat hebat masih bisa mendapatkannya," kata Rick.


"Untuk Sasa ini tidak seberapa," kata Daniel.

__ADS_1


__ADS_2