
"Pergi dari sini dan jangan muncul lagi di depan suamiku," bentak Yuly dengan kesal.
"Kalian semua menghinaku, lihat saja nanti kalian pasti akan menyesal," ketus Lucia yang pergi dengan yang cepat.
"Bibi," seru Rebecca yang menghampiri Yuly yang mengusap air matanya karena sedih.
"Semua ini salah bibi yang tidak bisa mendidik anak dengan baik, sekarang dia tidak bisa lagi membedakan yang benar dan salah. sekali menginjak kaki ke tempat itu dia tidak bisa kembali lagi untuk selamanya," kata Yuly.
"Bibi, mungkin suatu saat kakak akan sadar kesalahannya, dia butuh dukungan bibi. bawalah dia kembali dan ke jalan yang benar," ucap Rebecca.
"Rebecca, dari kecil dia selalu ingin mendahuluimu, tapi apa yang dia lakukan tidak menghasilkan apapun. justru kamu yang selama ini sering membantu paman dan bibi," kata Yuly yang menyesal.
"Jangan ungkit masa lalu lagi! semuanya telah berlalu, Bibi, mengenai biaya paman aku akan membantu. Bibi, jangan khawatir!"
"Rebecca, biayanya tidak sedikit, bibi akan jual barang rumah tangga untuk menambah biaya pengobatan. kamu sudah banyak membantu selama ini. jangan melakukan apapun lagi demi kami!"
"Paman adalah keluargaku, mana mungkin aku diam saja, lagi pula kondisi paman sekarang masih belum sadar. aku berharap bisa membantu paman," kata Rebecca.
"Bibi tahu selama ini kamu sangat berbakti pada kami, kami sudah banyak berhutang padamu!"
"Tidak! jangan berkata seperti itu! aku pasti akan mencari cara untuk membantu biaya pengobatan paman, agar paman bisa dirawat dengan tenang di sini," ujar Rebecca.
"Nyonya, permisi!" sapa seorang suster dengan sopan.
"Suster, ada apa?" tanya Yuly.
"Dokter ingin bertemu dengan pihak keluarga pasien!"
"Saya adalah istrinya, dan Rebecca adalah keponakannya, di mana dokternya?" tanya Yuly.
__ADS_1
"Di ruangannya, silakan ikut dengan saya," jawab Suster itu.
Yuly dan Rebecca mengikuti suster itu untuk bertemu dengan dokter yang merawat Andres.
Setelah beberapa menit kemudian
"Dokter, apakah pamanku ada masalah dengan kesehatannya?" tanya Rebecca dengan khawatir.
"Bukan! pihak rumah sakit telah mengambil keputusan bahwa tuan Andres akan ditangani oleh dokter Paul asal Jerman."
"Dokter Paul? kenapa ganti dokter? apakah suami saya kondisinya semakin memburuk?" tanya Yuly dengan cemas.
"Bukan begitu! kami berharap bisa segera membantu pasien cepat sadar, Dokter Paul adalah dokter yang paling tepat untuk menangani kondisi pasien seperti suami Anda. jadi, Anda tidak perlu khawatir!"
"Bagaimana dengan biayanya? aku takut tidak sanggup membayarnya," tanya Yuly.
"Dokter, berapa semua biaya pengobatan pamanku?" tanya Rebecca.
"Sudah lunas?" tanya Rebecca dan Yuly dengan serentak.
"Iya, sudah dilunasi, mengenai biaya Anda tidak perlu khawatir lagi!"
"Siapa yang melunasinya?" tanya Rebecca.
"Tuan Daniel Caprio yang melunasinya. selain itu semua kebutuhan pasien juga ditanggung oleh tuan Daniel Caprio!"
"Daniel yang membantu kita?" tanya Yuly dengan heran.
"Untuk apa dia melakukan itu," kata Rebecca.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Yuly dan Rebecca keluar dari ruangan dokter itu.
"Rebecca, mungkin dia melakukannya demi kamu," ucap Yuly.
"Demi aku?"
"Benar! kamu pasti marah padanya, kan?"
"Iya, karena dia menyebarkan video itu, aku emosi dan menamparnya," jawab Rebecca.
"Rebecca, selama ini dia pasti sedang menunggumu, kalau tidak, mana mungkin dia masih sendirian," ujar Yuly.
"Dia mana mungkin menungguku, pria seperti dia tidak akan setia pada satu wanita, lagi pula dia hanya merasa bersalah. oleh karena itu ia membiaya semua pengobatan paman," jawab Rebecca.
"Rebecca, kamu juga mencintainya, kan?" tanya Yuly dengan seyum.
"Bibi, aku--"
"Bibi bisa melihatnya, kalian saling mencintai, akan tetapi karena dendam masa lalu sehingga kalian terpisah."
"Dia hanya ingin membalas dendam padaku!"
"Rebecca, mungkin dulu dia ingin membalas dendam, tapi setelah itu dia pasti menyadari bahwa dia mencintaimu. dan setelah kamu pergi dia tidak bersama dengan wanita manapun. dan sekarang dia masih memiliki perasaan terhadapmu," kata Yuly.
"Aku dan dia hanya sekadar hubungan saling hutang," ujar Rebecca.
"Percayalah! berikan waktu untuk dia dan dirimu sendiri, suatu saat kamu pasti akan memahami isi hatinya," ucap Yuly.
Malam hari.
__ADS_1
Daniel menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Andres. ia berdiri di luar pintu dan melihat Rebecca sedang duduk di samping ranjang dengan raut wajah yang sedih.
"Dia pasti sedang khawatir Andres yang masih koma," batin Daniel.