
"Daniel, hadiahmu terlalu istimewa," kata Sasa dengan perasaan bahagia.
"Untukmu harus yang bernilai tinggi baru bisa dipadankan denganmu," ujar Daniel dengan senyum.
"Apakah kalian sedang berkencan?" tanya Rick dengan bercanda.
"Jangan bercanda!" ucap Sasa dengan canggung.
"Sasa, Daniel sangat perhatian padamu, hadiah ini sangat istimewa," kata Samantha.
"Daniel, terima kasih, karena sudah memberiku kalung yang mewah dan harganya juga sangat tinggi," ucap Sasa dengan senyum.
"Jangan sungkan! aku akan membantu memakaikan ke leher cantikmu," kata Daniel yang bangkit dari tempat duduknya. Daniel memakaikan kalung itu pada leher Sasa yang tersenyum bahagia.
"Cantik sekali, sangat sepadan denganmu," ujar Samantha.
"Barang yang mahal memang sesuai dengan level Sasa, dan aku tidak salah membelinya," ucap Daniel yang kemudian duduk kembali ke kursinya.
"Kalian sangat mesra, Sasa bisa mengenal tuan Caprio adalah suatu keberuntungan," kata Rick dengan senyum.
"Rick, bagaimana denganmu? kamu akan memberi hadiah apa untuk Rebecca?" tanya Samantha.
"Aku akan memberikan hadiah yang melambangkan hatiku, itu adalah perasaanku terhadapnya," jawab Rick.
"Apakah kamu sudah membelinya?" tanya Sasa.
"Belum! aku ingin mencari yang mahal dan sepadan dengannya," jawab Rick.
"Besok dia akan pulang, kenapa kau masih belum menyediakan hadiahnya dan dia akan tinggal di mana?" tanya Sasa.
"Aku tidak ingin salah pilih, aku juga tidak tahu apa yang dia suka, mengenai tempat tinggal aku akan memgaturnya," jawab Rick.
"Bagaimana kamu minta bantuan Daniel saja untuk memilih hadiahnya," kata Samantha.
"Ide yang bagus," jawab Rick.
"Tuan Caprio, apakah Anda bisa membantuku memilih hadiah yang sesuai untuk gadis cantik?" tanya Rick.
"Dengan senang hati!" jawab Daniel dengan senyum.
"Terima kasih!" ucap Rick.
"Sama-sama!" balas Daniel.
Setelah selesai makan Samantha dan Rick telah meninggalkan restoran. kini sisa Daniel dan Sasa yang masih sedang minum bersama.
"Kau akan mabuk kalau minum terlalu banyak," kata Daniel.
"Aku sangat bahagia, Daniel, apakah kau menyukaiku?" tanya Sasa yang setengah mabuk.
"Bagaimana denganmu? apakah kau menyukaiku?" balas Danie sambil menuang minuman ke gelas.
"Kamu adalah pria tampan dan mapan, siapa yang tidak suka. aku...menyukaimu dari awal. tapi, aku tidak tahu apakah kamu menyukaiku," jawab Sasa.
"Kalung ini...sangat istimewa, apakah aku boleh tahu, apa niatmu memberikan kalung ini padaku?" tanya Sasa
"Aku hanya merasa kalung ini sangat cocok untuk wanita cantik sepertimu, oleh sebab itu kamu layak memilikinya," jawab Daniel.
__ADS_1
"Daniel, apakah kita sedang berkencan?"
"Apakah itu yang kamu inginkan?"
"Iya, harapanku adalah berkencam dengan pria hebat sepertimu!"
"Mungkin...kau akan kecewa," kata Daniel.
"Kenapa? apakah kamu masih bersama dengan istrimu?"
"Tidak! kami sudah pisah!" jawab Daniel.
"Apakah kamu memiliki wanita lain?" tanya Sasa.
"Tidak juga!" jawab Daniel sambil meneguk minumannya.
"Kalau begitu, aku ingin kamu menjadi milikku!" ucap Sasa.
"Aku adalah pria yang tidak suka diatur," jawab Daniel.
"Aku suka dengan tipemu," kata Sasa yang bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Daniel yang duduk di sampingnya.
"Daniel, tolong jaga hati dan perasaanku, aku akan gila kalau mengetahui kamu memiliki wanita lain selain aku. apakah kamu bisa berjanji jangan pernah berselingkuh dariku?"
"Aku tidak bisa menjaga hati dan perasaanmu, karena aku adalah pria yang mudah bosan pada sesuatu. ketika bukan milikku maka aku tidak akan menjaganya."
"Kalau begitu jadikan milikmu! dengan begitu kau akan menjaga hatiku!"
"Apa kamu yakin ingin bersamaku?" tanya Daniel.
"Yakin! pria sempurna sepertimu adalah milikku, tidak ada yang bisa merebutmu dari tanganku!" jawab Sasa yang berdiri di belakang sambil memeluk Daniel.
"Dengan cara apa saja, aku juga sudi," jawab Sasa yang mencium wajah Daniel.
"Kamu sangat tampan sehingga membuatku terpesona," ucap Sasa yang menurunkan tangannya menyentuh dada pria itu.
Daniel yang merasakan sentuhan dari gadis itu, ia hanya tersenyum.
"Kalau kita bersama, aku yakin pasti banyak wanita yang merasa iri denganku, aku ingin semua orang tahu bahwa aku adalah pedampingmu," ujar Sasa.
"Harapanmu sangat tinggi," kata Daniel.
"Tentu saja! dua keluarga besar yang terkenal bisa menjadi sekeluarga, bukankah akan mengemparkan? aku tidak sabar menunggu di saat itu," jawab Sasa.
"Aku juga sama!" jawab Daniel yang sambil meneguk minumannya.
Setelah beberapa menit kemudian Daniel dan Sasa meninggalkan restoran dan menuju ke sebuah hotel mewah.
Sasa dalam keadaan mabuk dan dipapah oleh Daniel menuju ke kamar hotel mewah itu.
Setelah melangkah masuk ke dalam sana, Daniel menidurkan gadis itu ke atas kasur.
"Daniel! Daniel!" panggil Sasa yang dalam keadaan mabuk.
Daniel melihat gadis cantik itu yang sedang berbaring dan membuka kancing bajunya.
"Panas sekali!" guman Sasa.
__ADS_1
Sasa yang sudah mabuk, ia pun membuka kancing bajunya satu-persatu hingga ternampak bra yang berwarna putih. terlihat jelas dua gunung kembar yang besar dan menonjol.
"Panas sekali!" ucap Sasa.
"Gadis ini sangat hobi mengodaku," ucap Daniel yang menarik dasinya hingga terlepas.
Malam itu Sasa melepaskan pakaiannya karena merasa tidak nyaman. kini tubuh seksi gadis itu hanya tersisa bra dan kain tipis menutupi bagian bawah tubuhnya.
Tidak lama kemudian Sasa membuka matanya dan melihat Daniel yang sedang berdiri di tepi kasur. gadis itu langsung menarik tangan Daniel hingga mendekat pada dirinya.
"Jangan pergi! temankan aku di sini!" pinta Sasa yang menahan lengan Daniel.
"Apa yang kau ingin aku lakukan, kalau aku menemanimu di sini?" tanya Daniel dengan jarak yang dekat.
"Bukankah kita sedang berkencan? maka...lakukan sesuatu layaknya sebagai pasangan kekasih," jawab Sasa yang mencium bibir Daniel.
Keesokan harinya.
Rebecca telah tiba di bandara dan dijemput oleh Rick yang telah menunggunya.
"Rebecca, selamat kembali!" sambut Rick yang memeluk gadis itu.
"Apakah kamu sudah lama menungguku?" tanya Rebecca.
"Tidak lama! aku baru datang, ayo kita pulang ke tempat tinggalmu dulu!" ajak Rick yang membawakan koper gadis itu.
"Di mana tempat tinggalku?" tanya Rebecca.
"Seseorang telah mengatur tempat tinggalmu, aku sudah melihat apartemen itu. sangat luas dan memiliki pemandangan yang indah. kamu pasti nyaman di sana," jawab Rick.
"Terima kasih, karena sudah membantuku!" ucap Rebecca.
"Jangan sungkan!" jawab Rick yang menuju ke mobilnya.
Perjalanan.
"Rebecca, ini untukmu!" ucap Rick yang memberikan sebuah kado kepada gadis itu.
"Kenapa memberiku hadiah? ulang tahunku sudah lewat," tanya Rebecca.
"Ini khusus untukmu, coba kamu buka!" jawab Rick yang sedang menyetir.
Rebecca kemudian membuka kado itu dan melihat gelang permata yang indah.
"Ini pasti sangat mahal, kan?"
"Tidak mahal! yang penting kamu suka," jawab Rick.
"Gelang ini seperti tidak asing, kalau tidak salah adalah gelang pasangan yang sangat populer," batin Rebecca.
"Rick, apakah ini adalah gelang pasangan?"
"Pasangan? seharusnya tidak, saat aku beli hanya ada gelangnya. kenapa kamu bertanya demikian?"
"Mungkin aku salah melihat, terima kasih. gelangnya sangat cantik!" ucap Rebecca.
"Sama-sama!" jawab Rick dengan senyum.
__ADS_1
"Mungkin hanya mirip, gelang ini adalah sepasang dengan cincin pria, Rick tidak membohongiku. kelihatannya dia tidak tahu apa-apa. lagi pula kalau gelang pasangan harus pesan dulu, tidak bisa langsung dibeli!" batin Rebecca.