Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Rebecca Bertemu Yuly


__ADS_3

"Tidak ku sangka mereka saling kenal dan saling mencintai, dia adalah pria yang membuat Rebecca sedih selama ini. tapi, Rebecca masih saja tidak bisa melupakan dia," ucap Rick.


"Mereka berpisah hanya karena salah paham, Rebecca menganggap Daniel hanya ingin membalas dendam. sehingga dia begitu kecewa dan terluka. akan tetapi nyatanya adalah Daniel juga menderita. andaikan kita di posisinya kita pasti akan lebih terluka. penyebab kematian orang tua kita adalah keluarga dari orang kita cintai. hati ini pasti sangat terluka. rasa bersalah terhadap orang tua sendiri karena kita mencintai putri dari musuh kita. setelah mencintai kita tidak bisa berhenti begitu saja. dan di saat yang sama orang yang kita cintai juga pergi karena salah paham," jelas Samantha.


"Kenapa harus pertahankan, kalau telah menderita? kenapa tidak memilih lepaskan saja?"


"Perasaan ini tidak bisa dipaksa, Daniel telah mencintai gadis itu dengan tulus. dan selama dua tahun lebih mereka sama-sama terluka dan saling rindu antara satu sama lain. mungkin saja mereka berjodoh," jawab Samantha.


"Bibi, aku masih belum putus asa, aku akan menunggu sehingga dia menerimaku," ujar Rick.


"Untuk apa kamu memaksa kalau sudah tahu tidak mungkin? apa yang kamu lakukan hanya akan melukaimu saja," ujar Samantha.


"Rebecca adalah gadis yang ku suka, aku tidak peduli hubungannya dengan Daniel, aku hanya menginginkan dia saja!" jawab Rick.


"Kalau kamu masih ingin mencoba, silakan saja! tapi, jangan terluka saat kamu gagal!" kata Samantha.


"Iya," jawab Rick.


Setelah tingga beberapa hari di apartemen Rebecca selalu menyediakan sarapan untuk bibi yang tinggal di sebelahnya. begitu juga dengan bibi itu yang setiap malam pasti menyediakan makan malam dan mengantungnya di depan pintu.

__ADS_1


Setiap Rebecca pulang kerja dia akan menyantap makanan lezat yang diberikan oleh bibi itu. hingga saat ini mereka belum saling kenal antara satu sama lain.


"Kenapa aku tidak bisa bertemu dengan bibi itu ya? apakah dia sangat penyendiri sehingga tidak suka bertemu dengan orang?" ucap Rebecca yang sedang menyantap makanan.


"Tadi aku membeli minuman ini untuknya, mudah-mudahan dia suka."


Rebecca kemudian bangkit dan keluar dari apartemennya. ia mengantung minuman itu di pintu pemilik apartemen tersebut.


"Bibi, aku ada membeli minuman untukmu, aku gantung di sini ya. selamat malam," ucap Rebecca yang kemudian memasuki tempat tinggalnya.


Setelah gadis itu masuk, pintu sebelah dibuka oleh orang yang tinggal di sana. minuman yang dibeli oleh Rebecca dibawa masuk oleh orang itu.


"Tidak apa-apa juga kalau tidak bertemu, mungkin bibi itu memang suka mengasingkan dirinya," ucap Rebecca.


Rebecca kemudian menghempaskan dirinya di atas sofa.


"Bagaimana dengan paman sekarang? mungkin besok aku harus menemuinya. aku akan mencoba ke sana memastikan dulu. kalau bibi dan Lucia berada di rumah aku tidak akan masuk," gumam Rebecca.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Rebecca menuju ke tempat tinggal pamannya. saat berada di depan pintu ia ragu untuk mengetuk pintu.


Saat ia sedang termenung seseorang membuka pintu dari dalam.


Rebecca yang melihat orang itu ia langsung membulatkan mata besarnya.


"Bibi," sapa Rebecca.


"Rebecca?"ucap Yuly.


"Bibi, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Rebecca.


"Kapan kamu pulang?" tanya Yuly.


"Baru tidak lama," jawab Rebecca.


"Apakah paman ada di dalam?" tanya Rebecca.


"Pamanmu dia...sedang di rumah sakit," jawab Yuly dengan sedih.

__ADS_1


__ADS_2