Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Lucia Ditampar


__ADS_3

Daniel bangkit dan berdiri di depan gadis itu sambil berkata," apakah pria itu begitu penting bagimu?"


"Pertanyaan yang tidak masuk akal, dia adalah satu-satunya anggota keluargaku," jawab Rebecca dengan nada kesal.


"Apakah di hatimu aku begitu jahat?"


"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu, aku tidak memahamimu sama sekali. kau selalu saja bertindak sesuka hatimu. apakah bagimu orang miskin seperti kami ini pantas ditindas olehmu?"


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu," kata Daniel.


"Tapi kamu sudah melakukannya, kamu mengunakanku untuk membalas dendam. kamu sengaja mengeluarkan sejumlah uang agar membuatku patuh padamu. saat itu aku merasa kotor dan jijik sekali pada diriku sendiri. aku harus menjadi boneka untuk memuaskan ba.jingan sepertimu. aku merasa sangat hina dan murahan," bentak Rebecca.


"Rebecca--"


"Sudah cukup, Daniel Caprio. kau telah menghancurkanku, aku meminta padamu jangan mengusik keluargaku lagi. kami tidak berhutang padamu. mengenai biaya operasi itu kau minta saja pada Lucia untuk membayarmu. jangan menyakiti pamanku lagi dan aku juga tidak berhutang padamu lagi," ketus Rebecca yang langsung pergi meninggalkan kediaman Daniel.


"Tuan, kenapa tidak menjelaskan perasaan Anda terhadapnya?" tanya Roey.


"Untuk apa? kau juga melihatnya, kan? gadis itu sangat emosi," jawab Daniel yang duduk kembali ke kursinya.

__ADS_1


"Tuan, nona hanya tidak tahu perasaan Anda, oleh karena itu dia membenci Anda karena menganggap bos hanya menjebaknya."


"Aku tidak menyalahkan dia sama sekali, karena ini memang salahku dari awal. aku yang menyakitinya sehingga dia terluka," kata Daniel.


"Tuan."


"Jumpai dokter yang merawat Andres, tanyakan kondisinya! kalau dokter itu tidak mampu hubungi dokter jerman!" perintah Daniel.


"Tuan, apakah kita akan membantu dia?"


"Demi gadis itu, aku hanya tidak ingin melihat air matanya. pria tua itu telah merawatnya dari kecil. bagaimanapun dia adalah orang yang memberinya kehidupan," jawab Daniel.


"Rebecca, aku baru menyadari bahwa kamu sangat membenciku dan juga menganggapku sangat keji. apapun yang aku lakukan sekarang tidak mampu menyembuhkan luka di hatimu," batin Daniel.


Rebecca yang baru meninggalkan kediaman Daniel, ia berjalan sambil menetes air mata. gadis itu menghentikan langkahnya sambil mengingat semula pertemuannya dengan Daniel.


"Kenapa aku harus menangis karena dia? untuk apa dan demi apa? dia tidak berubah sama sekali. sampai kapan kami harus terlibat dengan dia? setelah bertahun-tahun aku pergi dan kini kami bertemu lagi. bagaimana dengan nasib paman? biaya juga tidak murah. aku harus meminta bantuan pada siapa?" batin Rebecca.


"Rebecca, kau harus mencari uangnya sendiri, apapun yang terjadi kau harus bisa menyelamatkan paman," gumam Rebecca.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Rebecca kembali ke rumah sakit. sementara di depan kamar, Lucia yang ingin masuk melihat ayahnya ia dihalang oleh ibunya sendiri.


"Ma, aku adalah putrimu, kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya Lucia dengan kesal


"Masuk? apakah kau ingin papamu mendengar suaramu dan kemudian meninggal?" tanya Yuly dengan penuh emosi.


"Ma, jangan memandang rendah terhadap diriku, aku juga demi keluarga kita," ujar Lucia.


"Aku dan papamu tidak berharap mengunakan uang dari hasil yang kotor, bagaimana mungkin kami sebagai orang tua bisa mengunakan uang hasil dari putri sendiri yang menjual tubuhnya untuk membeli makanan? apakah kamu mengira kami bahagia?" tanya Yuly dengan kesal.


"Jangan menghinaku! uang yang ku dapat bukanlah untuk ku sendiri," jawab Lucia.


"Hingga saat ini kau masih tidak sadar dengan kesalahan sendiri," bentak Yuly.


"Ma, kenapa harus menyalahkanku? apakah ini salahku karena aku bekerja di club malam? seharusnya menyalahkan papa karena kalau bukan karena dia tidak mampu maka aku tidak mungkin bekerja di sana," ketus Lucia


Plak...


Tamparan Yuly yang sedang emosi.

__ADS_1


__ADS_2