
Rebecca yang berdiri di depan makam. ia meletakkan bunga sambil berlutut dan menyentuh foto kedua orang tuanya.
"Pa, Ma, aku pulang, aku tidak akan pergi lagi. selama ini aku hanya tinggal di pulau, demi menghindar seseorang aku tidak ingin pulang. dan setelah kembali aku tidak akan pergi lagi. aku akan bekerja dengan Rick. apapun kesulitan yang ku jalani di masa depan. akan ku hadapi aku tidak akan menghindar," ucap Rebecca.
Rebecca berlutut selama setengah jam di sana dengan memandang foto orang tuanya yang dia rindukan selama ini.
Tidak lama kemudian seorang pria datang dengan membawakan sebuket bunga. pria itu yang tidak lain adalah Andres Famosa, paman Rebecca.
"Rebecca," suara panggilannya. Andres tidak menyangka bisa melihat keponakannya yang muncul di sana.
Rebecca yang mendengar suara panggilan, ia langsung berdiri dan menoleh ke arah suara itu berada.
"Kau sudah pulang, akhirnya kau pulang," ujar Andres dengan senyum.
"Paman," sebut Rebecca.
"Selama ini kamu ke mana saja? paman selalu menunggu kabarmu, tapi kamu tidak pernah menghubungi paman," kata Andres.
"Aku tinggal di pulau seberang, sebenarnya tidak jauh, hanya saja...tempat itu tidak banyak yang tahu. oleh karena itu tidak ada yang tahu keberadaanku," jawab Rebecca.
"Apakah kamu akan pergi lagi?"
"Tidak akan! aku akan bekerja di perusahaan temanku. Paman, bagaimana denganmu?"
"Sudah lama kita tidak bertemu, mari kita cari satu tempat duduk dan berbincang!"
"Tidak jauh dari sini ada cafee, bagaimana kalau kita ke sana saja!" ajak Rebecca.
Setelah beberapa menit kemudian Rebecca dan Andres sedang duduk di sebuah cafee.
"Maafkan paman atas kejadian itu!" ucap Andres yang menyesal.
__ADS_1
"Kenapa paman minta maaf?"
"Kalau bukan karena bibimu, semua ini tidak akan terjadi. paman tidak menyangka dia akan bertindak bodoh seperti ini," jawab Andres dengan menunduk malu.
"Paman, kalau saat itu bibi tidak mengatakannya, mungkin hingga saat ini aku masih tidak tahu kebenarannya."
"Tapi, kamu sangat terpukul karena hal ini, ini sangat melukaimu!"
"Paman, jangan bahas masalah itu lagi, aku sudah tidak apa-apa! bagaimana dengan paman selama ini? apakah masih bekerja?" tanya Rebecca.
"Masih bekerja di tempat lama,"jawab Andres.
"Paman, kenapa tidak pensiun? bukankah kakak menjadi dokter?"
"Dokter? dia tidak ada bakat sama sekali," jawab Andres dengan mengeluh.
"Apakah ada masalah?"
"Memangnya apa yang kakak lakukan?"
"Saat masih kuliah dia menjalin cinta dengan seniornya, tidak tahu kenapa foto itu bisa tersebar. paman menebak pasti ada hubungan dengan Daniel!"
"Apakah dia akan bertindak sejauh itu? Paman, kenapa dia melakukannya?"
"Daniel Caprio mencarimu ke mana-mana, karena gagal menemukanmu maka dia mengagalkan ujian kakakmu. kemudian foto mesra kakakmu dan seniornya tersebar sehingga memalukan Lucia dan tidak bisa lagi bertemu lagi dengan siapapun. paman dan bibimu juga tidak tahu soal hubungannya dengan senior itu," jawab Andres.
"Aku tidak menyangka kepergian ku menyebabkan kakak gagal menjadi dokter."
"Bukan salahmu! bibimu sudah keterlaluan tanpa memikirkan perasanmu. apa yang dia lakukan justru menyakitimu. sedangkan Lucia adalah salah dia sendiri. walau Daniel tidak memalukan dia. paman juga tidak yakin bahwa dia bisa lulus ujian kedokteran," kata Andres.
"Lalu, apa kerja kakak sekarang?"
__ADS_1
"Katanya dia bekerja sebagai menager kosmetik dan bergaji tinggi. paman juga tidak tahu pasti di mana tempat dia bekerja. dia selalu saja pulang larut malam," jawab Andres.
"Kakak sudah bekerja, paman juga tidak perlu khawatir lagi!"
"Dengan sifat kakakmu itu tidak pernah bisa diharapkan, hingga sekarang dia masih tidak berubah. Rebecca, bagaimana denganmu selama ini? apakah kamu menjalani hidupmu dengan baik?"
"Aku beruntung bertemu dengan orang yang baik, aku bisa lolos dari Daniel juga karena bantuan bibi itu," jawab Rebecca.
"Untung saja kamu bertemu dengan orang baik, paman sangat cemas kamu akan hidup dalam kesulitan," ujar Andres.
"Maaf, selama ini sudah membuat paman khawatir," ucap Rebecca.
"Tidak masalah! paman hanya berharap kamu baik-baik saja, Rebecca, kini kamu sudah pulang, bagaimana kalau...," ucap Andres yang terhenti.
"Apakah paman khawatir kalau aku dan dia akan bertemu lagi?"
"Paman hanya takut dia akan menyakitimu."
"Tidak ada alasan dia menyakitiku, aku tidak tahu permasalahan orang tua kami, dia juga tidak bisa membalas dendam padaku. aku tidak takut!"
"Karena kakakmu kamu bertemu dengan dia, sehingga melibatkanmu karena masalah orang tua kalian."
"Apakah dia masih mencari paman?"
"Tidak lagi! setelah kamu pergi dia tidak datang menjumpai paman," jawab Andres.
"Mungkin dia sudah melupakanku juga, walau kami bertemu dia juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadapku. hidupku tidak ada hubungan lagi dengan dia. kalau masalah hutang dan dendam dia sudah melakukannya padaku. semua telah berakhir," ujar Rebecca.
"Paman hanya takut kalian terlibat hubungan asmara, paman tidak ingin kamu terjebak!"
"Aku dan dia hanya sekadar hubungan yang tidak sah, aku yakin sekarang dia pasti sudah memiliki kehidupannya sendiri. Paman, jangan ungkit masa lalu lagi. aku senang bertemu lagi dengan paman," kata Rebecca.
__ADS_1