
"Panggil security usir wanita ini!" perintah Sasa pada anggotanya.
"Baik, Nona," jawab anggotanya dengan patuh.
"Aku akan keluar sendiri," kata Lucia yang malu dan melangkah cepat meninggalkan pesta itu.
"Kenapa aku bisa bertemu dengan mereka di sini," batin Rebecca.
"Rebecca, jangan simpan dalam hati dengan ucapannya," ujar Rick.
"Aku tidak apa-apa!" jawab Rebecca.
"Bibi, maaf!" ucap Rebecca.
"Jangan meminta maaf, bukan salahmu," jawab Samantha.
"Rebecca, aku kenalkan. ini adalah tuan Daniel Caprio, kekasih Sasa!" kata Rick yang memperkenalkan mereka berdua.
"Tuan Caprio, ini adalah temanku, Rebecca Famosa," ujar Rick.
Daniel menatap gadis itu dengan dalam dan tersenyum. sementara Rebecca sama sekali tidak berani melihat mata pria itu.
"Nona Rebecca, senang berkenalan denganmu," sapa Daniel dengan senyum dan mengulurkan tangannya berniat ingin bersalam dengan gadis itu.
"Senang berkenalan denganmu," balas Rebecca yang menyalami pria itu. ia hanya bisa pura-pura tidak mengenal Daniel di depan semua orang.
"Mungkin kita akan sering bertemu, dan...kalau nona tidak keberatan kita bisa menjadi teman baik," ucap Daniel yang menatap Rebecca tanpa beralih.
"Daniel, jangan menakuti Rebecca!" kata Sasa yang cemburu melihat Daniel yang begitu mesra melihat gadis itu.
"Aku hanya ingin berteman saja, lagi pula nona Rebecca adalah asisten Rick, tentu saja ke depannya kami akan sering bertemu," jawab Daniel yang masih belum melepaskan tangannya yang sedang salaman dengan Rebecca.
__ADS_1
"He he he...bagus sekali kalau kalian bisa akrab, mungkin perusahaan butuh bantuan Daniel dan kedua perusahaan harus menjalin hubungan dekat," kata Samantha dengan senyum.
Rebecca melepaskan tangannya karena digenggam erat oleh pria itu.
"Rebecca, tuan Caprio adalah orang yang membantu mencarikan apartemen yang kamu tempati sekarang. dan gelang ini juga tuan caprio yang pilih," ujar Rick.
"Iya," jawab Rebecca yang tanpa menoleh ke arah Daniel.
"Kelihatannya nona Rebecca tidak begitu menyukaiku, apakah tadi aku ada salah bicara?" tanya Daniel dengan sengaja.
"Tidak ada! Anda hanya berlebihan," jawab Rebecca.
"Aneh, dari tatapan Daniel sepertinya dia telah mengenal Rebecca, sementara Rebecca seperti sedang menghindar. apakah mereka sudah kenal sebelumnya," batin Samantha.
"Acara dansa sebentar lagi, Rebecca, aku ingin mengajakmu berdansa!" ajak Rick yang mengulurkan tangannya.
"Dengan senang hati!" jawab Rebecca dengan senyum.
"Baiklah!" jawab Daniel dengan senyum.
Dua pasangan itu pergi untuk berdansa dan begitu juga para tamu yang lainnya. sementara Samantha mulai curiga dengan sikap Daniel yang jauh lebih mesra tatapannya terhadap Rebecca dibandingkan dengan Sasa.
"Aku harus cari tahu, apa hubungan Daniel dan Rebecca. agar tidak ada yang terluka di suatu saat," batin Samantha.
Di saat sedang berdansa Rebecca menjadi kurang fokus karena melihat kemesraan Daniel dan Sasa. Sasa yang tidak tahu hubungan dua orang itu. ia tersenyum dengan bahagia dan berdansa dengan begitu semangat.
"Rebecca, apakah kamu gugup?" tanya Rick.
"Aku sudah lama tidak berdansa," jawab Rebecca yang gagal fokus.
"Lihat saja setiap langkah kakiku, ikuti gerakan kakiku!" kata Ric yang memeluk pinggang gadis itu.
__ADS_1
Daniel yang melihat gadis itu dipeluk, ia melepaskan pelukan Sasa dan berjalan menghampiri Rick dan Rebecca.
"Nona Rebecca, apakah keberatan kalau saya mengajakmu berdansa!" ajak Daniel dengan senyum.
"Kenapa Daniel malah mendekati Rebecca?" batin Sasa.
"Aku tidak bisa berdansa," jawab Rebecca yang ingin menghindar.
"Rebecca, tuan Caprio sangat hebat, kamu bisa belajar dengannya," kata Rick.
"Nona Rebecca, izinkan aku berdansa denganmu," ucap Daniel yang memegang tangan gadis itu.
Raut wajah Sasa langsung berubah saat melihat Daniel mengajak gadis itu berdansa.
Dengan terpaksa Rebecca menerima ajakan Daniel, walau sebenarnya ia ingin menjauh dari pria itu.
Tangan kanan Daniel memegang tangan gadis itu. sementara tangan kirinya memeluk pinggang Rebecca dengan erat.
Tatapan Daniel begitu dalam terhadap Rebecca yang pernah menjadi simpanannya. pria itu tersenyum mesra dan mulai berdansa dengan pasangannya itu.
"Kelihatannya hidupmu baik-baik saja," ujar Daniel dengan senyum.
"Tentu!" jawab Rebecca dengan dingin dan memandang ke arah lain.
"Aku penasaran selama ini wanita tua itu kenapa ingin membantumu melarikan diri, apakah kalian ada hubungan istimewa?"
"Bagaimana kamu tahu soal ini?" tanya Rebecca yang terkejut Daniel bisa mengetahui bantuan Samantha.
"Apa yang bisa disembunyikan dariku, Rebecca? dua tahun lebih bukan waktu yang singkat, aku mencarimu selama ini," kata Daniel.
"Mencariku? untuk apa? membunuhku? mempermainkanku lagi seperti dulu?" tanya Rebecca.
__ADS_1