Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
End


__ADS_3

"Kenapa kamu melakukan semua ini? untuk apa kamu membeli apartemen sementara dirimu tidak butuh sama sekali?" tanya Rebecca yang melangkah masuk.


"Karena kamu sedang butuh tempat tinggal, dan aku hanya bisa membantu lewat Rick agar kamu tidak curiga," jelas Daniel.


"Dan makanan ini, kamu yang menyediakan untukku selama ini dan makanan semalam juga kamu yang pesan?"


"Benar! kalau kamu tahu maka kau pasti akan menolak," jawab Daniel


"Untuk apa kamu melakukannya?"


"Aku masih ingat dengan apa yang kamu suka, aku tidak ingin kamu kesulitan sama sekali. aku hanya berharap di saat kamu pulang dan ingin keluar, makanan sudah di depan matamu," jawab Daniel.


"Apa alasannya kamu melakukan itu?" tanya Rebecca.


"Alasannya adalah aku masih belum melupakanmu, dan apakah kamu masih menerima ku sebagai suamimu bukan sebagai pria yang menyimpanmu?" tanya Daniel.


"Apakah benar kamu dan sasa tidak ada hubungan?"


"Aku tidak mencintai dia, Samantha adalah wanita yang menyelamatkanmu, oleh sebab itu aku ingin dekat dengan keponakannya agar aku bisa bertemu denganmu. dan saat di pesta aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi," jawab Daniel.


"Rebecca, aku sakit hati saat melihatmu sedang termenung dan mencemaskan pamanmu, oleh sebab itu aku ingin membantumu menyelesaikan masalahmu," ujar Daniel.


"Aku tidak yakin paman bisa melewatinya," kata Rebecca dengan menunduk.


"Pamanmu pasti bisa sadar, dia akan melewatinya, dokter jerman mengatakan mereka akan menyelamatkan pamanmu," ujar Daniel yang menyentuh wajah gadis itu.


"Aku merindukanmu selama ini," kata Rebecca dengan mata berkaca-kaca.


"Aku juga sama! terima kasih karena kembali," ucap Daniel yang memeluk gadis itu.


"Kenapa kamu tidak melupakan aku? sedangkan kamu bisa saja mencari wanita yang lebih baik dariku?"


"Masalahnya adalah tidak ada wanita yang bisa mengantikan posisimu. Rebecca, setelah pamanmu sadar kita akan menikah," ucap Daniel yang mengecup dahi gadis itu.


"Menikah?"


"Iya, sudah saatnya kita menikah, dan hidup bersama sampai kita tua," jawab Daniel yang mencium bibir gadis itu.


Setelah berpisah selama beberapa tahun Daniel dan Rebecca akhirnya bersatu kembali.

__ADS_1


Di malam itu pasangan itu tidur bersama dan saling berpelukan hingga pagi.


Di sisi lain dokter yang datang dari jerman untuk menangani kondisi Andres telah tiba di rumah sakit. Andres yang masih belum sadar dipindahkan ke ruang UGD dan segera ditangani oleh dokter asal jerman. Yuly yang mencemaskan suaminya sedang berdiri di luar dan mondar mandir dengan tangannya yang gemetar.


Tidak lama kemudian Rebecca datang ditemani oleh Daniel.


"Bibi...," panggil Rebecca yang menghampiri Yuly.


"Rebecca, pamanmu sudah masuk ke dalam," kata Yuly.


"Jangan khawatir, paman pasti selamat," bujuk Rebecca yang berusaha menenangkan bibinya.


"Iya," jawab Yuly


"Daniel, terima kasih karena sudah membantu kami," ucap Yuly.


"Jangan sungkan! aku juga berharap Andres cepat sembuh, aku ingin kalian hadir saat kami menikah nanti," jawab Daniel.


"Menikah? kalian akan menikah?" tanya Yuly hampir tidak percaya.


"Bibi, Daniel semalam melamarku dan aku sudah setuju," ujar Rebecca.


"Dan...bagaimana kalian bertemu kembali?" tanya Yuly.


"Selama ini Daniel tinggal di sebelahku, aku baru menyadarinya semalam," jawab Rebecca.


"Apapun yang terjadi kalian tetap kembali bersama, bibi sangat malu dengan sikap sendiri. sehingga memisahkan pasangan yang saling mencintai," ucap Yuly.


"Bibi, jangan berkata seperti itu! semuanya sudah berlalu," kata Rebecca.


"Daniel, maafkan bibi karena berusaha memisahkan kalian berdua. ini salah bibi tolong jangan disimpan dalam hati," ucap Yuly.


"Sudah berlalu, jangan dipikirkan lagi! lagi pula sekarang kami sudah bersama. asalkan saling mencintai apapun yang terjadi kami tidak akan terpisah lagi," ujar Daniel dengan senyum dan merangkul pinggang gadis itu.


Di saat mereka sedang berbicara, Rick dan Sasa yang berdiri tidak jauh dari mereka telah mendengar semua pembicaraannya.


"Mereka akan menikah, untuk apa kita berharap lagi," ujar Rick dengan raut wajah kecewa.


"Seorang Rebecca telah merebut hatinya, dan aku dikalahkan oleh seorang gadis biasa," ucap Sasa dengan sedih.

__ADS_1


"Sudah saatnya kita mundur, mencintai bukan berarti memiliki," kata Rick yang kemudian melangkah pergi yang diikuti oleh Sasa.


Satu jam kemudian.


Dokter yang menangani Andres keluar dari ruangan UGD.


"Dokter, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Yuly.


"Selamat, Nyonya. pasien berhasil melewati masa kritis, dan akan sadar dalam waktu dekat. demi kesehatan pasien tidak perbolehkan bekerja berat. dan jangan kelelahan," jawab dokter itu.


"Terima kasih, Dokter!" ucap Yuly dengan senyum bahagia.


"Dokter terima kasih!" ucap Rebecca dan Daniel dengan serentak.


"Sama-sama!" ucap Dokter itu.


"Bibi, akhirnya paman berhasil melewati masa kritis, dan di mana Lucia? apakah bibi tidak menghubunginya?"


"Anak itu tidak bisa lagi di nasehati, bibi putus asa dan tidak ingin dia datang ke sini lagi. kalau pamanmu melihatnya pasti emosi. oleh sebab itu bibi hanya bisa pasrah. saat ini kesehatan pamanmu paling penting," jawab Yuly.


"Aku akan membantu bibi merawat paman," kata Rebecca dengan senyum.


"Mengenai biaya dan kebutuhan lainnya, jangan khawatir! aku akan menanggung semuanya. beritahu jika butuh sesuatu," ucap Daniel.


"Daniel, Rebecca, terima kasih! dulu bibi bersalah pada kalian. tapi sekarang kalian yang memberi bantuan pada bibi," ucap Yuly.


"Kita adalah satu keluarga, Bibi jangan berkata seperti itu!" ucap Rebecca.


"Setelah pamanmu sadar dia pasti gembira melihat kalian yang sudah bersatu. selama ini dia berharap kamu bahagia," ujar Yuly pada Rebecca.


"Aku akan bahagia, aku tidak ingin paman selalu mengcemaskanku!" ucap Rebecca.


Setelah beberapa saat kemudian mereka memasuki kamar pasien. Yuly duduk di samping ranjang sambil memegang tangannya suaminya.


Sementara Rebecca dan Daniel berdiri di ujung ranjang. mereka tersenyum melihat kondisi Andres yang sudah mulai membaik.


Tamat.


Terima kasih, teman-teman telah ikuti kisah Daniel dan Rebecca hingga akhir bab.

__ADS_1


Author akan selesaikan semua karya yang masih on going secara beransur๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2