Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Manager kosmetik atau sebagai penjual tubuh?


__ADS_3

Perusahaan Ferlando.


Rebecca bekerja sebagai asisten Rick. dirinya yang belum begitu mengerti mengenai pekerjaan perusahaan harus mulai belajar dari awal. siang itu Rick mengajarnya mengunakan komputer untuk menyimpan data-data.


Rebecca yang sekolahnya tidak tinggi belum pernah mengunakan komputer sama sekali. tentu baginya agak kesulitan karena harus belajar mengetik tombol-tombol yang di komputer itu.


"Rick, sepertinya asisten tidak sesuai bagiku, apakah ada lowongan lain?" tanya Rebecca yang duduk di depan komputer.


"Jangan putus asa! aku percaya padamu, kau pasti bisa menguasai komputer!" kata Rick dengan yakin.


"Pasti butuh waktu yang lama, bagaimana berikan saja aku bagian lain!"


"Aku percaya padamu, dan kamu juga harus yakin pada diri sendiri," jawab Rick yang berdiri di samping gadis itu.


"Aku hanya tidak ingin memperlambatkan kerjamu," ucap Rebecca yang merasa bersalah.


"Tentu saja tidak! aku akan memberimu komputer untuk kamu belajar sendiri di rumah di saat kamu ada waktu," kata Rick.


"Kenapa kamu begitu percaya padaku?"


"Karena aku menyukaimu," jawab Rick.


Rebecca langsung terdiam mendengar jawaban dari temannya yang sudah lama dia kenal.


"Rebecca, apakah kamu tidak percaya? aku tidak bercanda, aku serius," ungkap Rick.


"Ini bukan saatnya membahas itu," jawab Rebecca dengan menunduk.


"Aku tahu ini terlalu cepat, aku hanya ingin kamu tahu isi hatiku, jangan dibawa pikiran. aku tidak akan memaksamu. kamu akan memberiku jawaban setelah kamu sudah siap," kata Rick yang menyentuh pucuk kepala gadis itu.


"Maafkan, aku!" ucap Rebecca.


"Kamu tidak salah! jangan minta maaf!" ujar Rick.


"Aku hanya tidak tahu apa perasaan ku terhadapmu, aku juga tidak ingin ingat masa lalu lagi. dan tidak ingin terlibat urusan asmara," batin Rebecca.

__ADS_1


Lucia yang berada di bar ia melayani pria hidung belang yang sedang mencari kesenangan.


Sementara Yuly sedang menunggu kepulangan suaminya di rumah.


"Si tua itu semalaman tidak pulang, memangnya dia tinggal di mana? semakin tua emosinya semakin parah saja," ucap Yuly yang mencoba menghubungi nomor suaminya berulang kali akan tetapi tidak ada yang menjawab.


Di sisi lain Andres berada di tempat kerjanya, ia bekerja sebagai mandor di pembangunan. saat sedang istirahat makan ia sedang membuka handphonenya karena menerima sebuah pesan.


Saat ia melihat pesan tersebut adalah sebuah rekaman Lucia yang sedang melayani pria di sebuah kamar. beberapa video yang dikirim adalah tempat dan pria yang berbeda.


Handphone yang dipegangnya terlepas dan jatuh ke tanah karena tidak bisa menerima kenyataan itu. tidak lama kemudian nada dering masuk ke handphonenya.


Dengan tangannya yang gemetar ia mengutip handphone itu yang jatuh di atas tanah.


"Hal-lo," sahutnya dengan gugup.


"Apakah kamu sudah melihatnya, Andres Famosa?" suara seorang pria yang menghubunginya.


"Daniel Caprio, apa lagi yang kamu inginkan?"


"Apa maksudmu dengan semua ini? apakah kau yang rencanakan?"


"Kau salah! selama ini putrimu bekerja sebagai wanita malam yang melayani sejumlah pria hidung belang. apakah harus dibanggakan karena putrimu menjual tubuhnya? mungkin...video ini akan membuatnya semakin terkenal dan banyak pelanggan. suara de.sahannya akan berhasil memikat para pria hidung belang," kata Daniel.


"Wanita malam? tidak mungkin, dia mengatakan kalau dia bekerja sebagai manager kosmetik," ujar Andres.


"Sejak kapan putrimu memiliki kelebihan itu? kau bersusah payah menyekolahkan dia hingga ke universitas tinggi. tapi, dia hanya bisa jual diri dan tidak memiliki kemampuan lain," ujar Daniel dengan mengejek.


"Tidak mungkin! dia tidak mungkin melakukan hal yang memalukan itu," ucap Andres yang memutuskan panggilannya. wajah pria itu menjadi lesu. ia duduk diam selama beberapa menit dengan mengeluarkan air mata. perasaannya hancur dan malu karena perbuatan putrinya.


Malam hari.


Rebecca kembali ke apartemennya, saat ia tiba di depan pintu ia melihat ada gantungan di gagang pintunya.


"Apa ini?" gumam Rebecca yang membuka plastik itu.

__ADS_1


"Kotak makanan, apakah dari bibi sebelah?" ucap Rebecca.


Rebecca membawa masuk ke dalam tempat tinggalnya dan meletakkan di atas meja. gadis itu mengeluarkan kotak makanan itu dan membuka penutupnya.


"Makanan yang luar biasa, ayam bakar dan roti bakar," ucap Rebecca dengan senyum.


"Tidak ku sangka bibi sebelah sangat baik, tapi bagaimana aku bisa bertemu dengannya, ya? aku segan kalau menganggunya," gumam Rebecca.


Rebecca menyantap makanan itu dengan lahap dan gembira.


Saat sedang makan Rebecca tiba-tiba terdiam karena teringat dengan ucapan Daniel saat sedang berdansa dengannya.


"Apa kau sudah lupa, sehari saja kau menjadi milikku, maka selamanya kau adalah milikku."


"Miliknya? apakah dia sedang bercanda? apakah masih belum puas balas dendam sehingga ingin mengejarku lagi," gumam Rebecca.


"Kenapa aku harus ingat dengan kejadian di pesta itu, semuanya sudah berakhir. aku tidak ingin menjadi bonekanya," gumam Rebecca.


Di sisi lain Lucia yang pulang ke rumahnya sambil membawa banyak belanjaan. saat ia masuk ke dalam ia meletakan barang-barang itu ke atas meja tamu.


"Lucia, apa yang kamu beli? kamu dapatkan uang dengan cara yang tidak mudah. jangan boros terus!" ujar Yuly.


"Ma, tidak apa-apa, uang yang aku miliki tidak akan habis kalau hanya membeli kebutuhan rumah tangga," jawab Lucia.


Tidak lama kemudian Andres kembali ke rumahnya.


"Akhirnya kau ingat pulang, kau lihatlah aku sudah menunggumu semalaman. ke mana saja kau semalam?" tanya Yuly.


Andres mengabaikan pertanyaan istrinya dan melihat putrinya sambil menahan emosi.


"Pa, aku membelikanmu makanan, tentu papa belum makan," kata Lucia.


"Putrimu begitu perhatian denganmu, untuk apa kamu marah lagi padanya. apapun yang terjadi putri kita sangat hebat karena menjadi manager kosmetik," ujar Yuly yang membanggakan putrinya.


"Manager kosmetik atau sebagai penjual tubuh?" tanya Andres yang menatap dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2