
"Kalau aku pulang sekarang, sepertinya tidak baik, bibi dan Lucia pasti mencari masalah lagi denganku. tidak tahu bagaimana dengan paman," gumam Rebecca.
Tok...tok...
Suara ketukan pintu dari luar.
"Siapa?" tanya Rebecca yang bangkit dari tempat duduknya.
"Sudah malam begini, apakah Rick?" gumam Rebecca.
"Siapa di luar? apakah kamu, Rick?" tanya Rebecca yang menghampiri pintu itu.
Rebecca mengintip dari lubang pintu dan tidak terlihat siapa pun di luar sana.
"Apakah hanya orang yang lewat?"
Klek.
Karena penasaran Rebecca membuka pintu dan melihat ada gantungan di pintunya.
"Apakah makanan lagi?" ucapnya yang mengambil gantungan plastik itu.
"Bibi itu sangat baik, selalu saja membelikan makanan untukku, besok aku harus memasak sarapan untuknya. sebagai ucapan terima kasih."
Di sisi lain Andres yang pingsan dilarikan ke rumah sakit dengan ambulan dan ditemani oleh istri dan putrinya.
Di sepanjang jalan Yuly memanggil nama suaminya sambil menangis.
"Andres, kamu harus sadar, jangan tinggalkan aku. aku sadar semua ini adalah salahku. salahku," tangisan Yuly yang takut kehilangan suaminya.
__ADS_1
Setelah satu jam kemudian.
"Dokter, bagaimana dengan suamiku?" tanya Yuly dengan cemas.
"Kondisi pasien sangat lemah, kita belum bisa pastikan kapan akan sadar," jawab Dokter.
"Apakah suami saya mengalami masalah kesehatan?"
"Pasien diserang penyakit jantung mendadak, kondisinya tidak begitu baik," jawab Dokter.
"Dokter, suamiku selama ini tidak ada masalah dengan jantungnya. kenapa bisa tiba-tiba diserang penyakit jantung?" tanya Yuly dengan cemas.
"Apakah pasien baru mengalami depresi?"
"I-ya!" jawab Yuly.
"Dia memang adalah seorang pekerja keras," ucap Yuly.
"Papaku adalah pekerja keras, mana mungkin bisa diserang penyakit jantung, apakah ada kesalahan dalam pemeriksaan kalian?" tanya Lucia.
"Dalam kasus pasien adalah, bukan hanya kewalahan dalam bekerja, tapi dia juga mengalami tekanan yang tidak mampu dia terima. Stres bukan hanya soal perasaan dan stres tidak hanya ada di kepala saja. Stres merupakan respons fisiologi bawaan yang dapat mengancam. Saat kamu stres, tubuh kamu akan merespons, yaitu dengan menyempitnya pembuluh darah, serta naiknya Tekanan darah dan nadi. Kamu pun akan bernapas lebih cepat, serta aliran darah kamu akan dibanjiri oleh hormon kortisol dan adrenalin," jelas Dokter itu.
"Saat kamu mengalami stres kronis akan terjadi perubahan fisiologis. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa penyakit ini dapat terjadi disebabkan stres. Jika kamu merasa sering stres, waspadailah... stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Stres juga dapat berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh kebiasaan merokok, makan berlebihan," lanjut dokter.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan? apakah harus melakukan operasi?" tanya Yuly.
"Kondisi pasien sangat lemah, bersangkutan dengan usianya, kami masih pertimbangkan mengenai operasi apakah harus dijalankan atau tidak," ujar Dokter.
"Dokter, aku mohon padamu tolong selamatkan suamiku, dia sudah banyak menderita selama ini. aku tidak ingin kehilangannya," pinta Yuly yang memohon sambil berlutut.
__ADS_1
"Nyonya, kami akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Dokter.
"Ma, jangan begitu! dokter pasti ada caranya," bujuk Lucia yang menghampiri ibunya.
Yuly langsung mendorong putrinya dengan kuat.
"Singkirkan tangan kotormu, untuk apa lagi kau di sini, pergi!" teriak Yuly yang emosi melihat putrinya.
"Ma, aku ingin di sini menemanimu," tangisan Lucia.
"Menemaniku kau membuatku jijik, di dalam sana adalah pria yang membesarkanmu, dia bekerja banting tulang dua belas jam sehari selama bertahun-tahun lamanya. demi apa? demi kamu juga. harapannya hanya satu, yaitu dia ingin kamu sukses sehingga dia harus bekerja keras agar kamu bisa sekolah tinggi...."
"Tapi apa hasilnya? kau gagal menjadi seorang dokter karena kebodohanmu, kau memilih bidang kedokteran tapi karena sikapmu yang malas sehingga harus gagal berulang kali. hingga pada akhirnya kau benar-benar tidak lolos. dan apa yang kau lakukan sekarang hampir menyebabkan pria yang selama ini menaruh harapan padamu kecewa dan sakit hati. kini dia harus terbaring di ranjang dengan kondisi yang belum pasti. apa kau sudah puas?" bentak Yuly.
"Pergi dari sini! aku tidak ingin melihatmu lagi, kalau suamiku meninggal karenamu aku tidak akan sudi melihat wajahmu lagi," ketus Yuly.
"Nyonya, tenangkan diri Anda, saat ini pasien sangat membutuhkan dukunganmu," ujar suster.
"Dokter, tolong selamatkan suamiku, tolong!" pinta Yuly.
"Kami akan berusaha, untuk pihak keluarga harus kuat, karena pasien butuh dukungan kalian juga," jawab dokter.
"Iya," jawab Yuly.
Setelah beberapa menit kemudian Yuly memasuki kamar suaminya. wanita itu menangis saat melihat suaminya berbaring tidak bergerak. sementara Lucia mengikuti ibunya dari belakang.
"Andres, semuanya adalah salahku, aku melawanmu selama ini. walau aku tahu Lucia sudah salah aku tetap membelanya dan bertengkar denganmu. aku adalah penyebab utama kejadian ini. andaikan aku menjadi seorang ibu yang tegas. maka semua ini tidak akan terjadi," ucap Yuly yang menyesal.
"Di mata papa dan mamaku aku sangat menjijikan, aku juga tidak suka melakukan pekerjaan ini. tapi kalian tidak tahu apa yang aku alami dua tahun yang lalu. aku diperko.sa dan aku putus asa. aku hampir ingin bunuh diri. akhirnya aku mengambil langkah yang bodoh memilih pekerjaan ini untuk menghasilkan uang demi membuat diri sendiri lebih bahagia. saat itu hanya uang dipikirkanku," batin Lucia.
__ADS_1