Perasaan Lama (Simpanan Season 2)

Perasaan Lama (Simpanan Season 2)
Apa Isi Hatimu?


__ADS_3

"Kau sudah salah! aku tidak berubah sama sekali, aku bersikap seperti biasa. hanya kamu saja yang tidak memahamiku," jawab Daniel.


"Apakah dari awal kamu hanya mempermainkan aku?" tanya Sasa.


"Aku tidak mempermainkanmu, aku juga tidak mengemis cintamu," jawab Daniel.


"Katakan padaku, untuk apa kau baik padaku sebelumnya? apakah kau akan melakukan hal yang sama terhadap Rebecca?"


"Tidak! aku akan lebih baik padanya."


"Kenapa? tidak mungkin kau tertarik padanya? dia adalah dambaan Rick," kata Sasa.


"Bukan urusanku, yang aku tahu hanya Rebecca saja," jawab Daniel dengan santai.


"Apa rencanamu sebenarnya? kau tidak serius terhadapnya, kan?"


"Serius! aku sangat serius, aku bahkan akan mengejarnya."


"Kau hanya main-main, aku tidak percaya tipe pria sepertimu tidak mungkin mencintai wanita yang tidak berkelas," kata Sasa dengan kecewa.


"Wanita yang memiliki latar belakang dari kalangan atas bukan berarti menjadi idaman hati semua pria," jawab Daniel.


"Daniel...."


"Sasa Ferlando, kau terbawa suasana dan kau mudah percaya diri sehingga mengira aku tertarik padamu," ujar Daniel yang kemudian melangkah pergi.


"Aku terbawa suasana dan mudah percaya diri? apakah semua yang kau lakukan tidak berarti apa-apa?" gumam Sasa.


Perjalanan


Roey sedang menyetir dan memperhatikan raut wajah atasannya yang sedang tersenyum melalui cermin yang di atas kepalanya.


"Kenapa kau melirikku terus? katakan saja ada apa," kata Daniel yang memandang keluar jendela.


"Tuan, sejak kapan Anda mengetahui nona Rebecca akan pulang dan bersama mereka?"


"Aku memiliki infoman di luar, gadis itu pergi ke pulau karena dibawa oleh wanita tua itu. penduduk pulau sana juga sudah membohongi kita dua tahun yang lalu. gadis itu sama sekali tidak pergi. dia hanya bersembunyi dengan bantuan mereka semua," jawab Daniel.


"Lalu, kenapa Anda tidak membawa nona pulang?"

__ADS_1


"Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, dia sangat terluka saat dia mengetahui kebenarannya. selama ini dia mengira aku hanya ingin membalas dendam. dan dia kembali bukan demi aku. tapi ingin mulai hidup baru. oleh karena itu aku tidak ingin mengagalkan niatnya. aku ingin mulai dari awal dengan cara yang berbeda," jelas Daniel.


"Bagaimana dengan keluarga Ferlando? kalau mereka mengetahui hubungan Anda dan nona?"


"Aku tidak peduli dengan mereka, aku hanya peduli dengan Rebecca," jawab Daniel.


"Tuan, apakah karena nona Anda membeli apartemen itu?"


"Iya, dia butuh tempat tinggal yang tetap, dan tempat itu paling tepat untuknya. dia menyukai pemandangan. dia bisa menikmati pemandangan kota setiap malam," jawab Daniel.


"Tuan begitu perhatian padanya, sayang sekali nona masih salah paham," kata Daniel.


"Semua ini karena Yuly, wanita sia.lan itu. putrinya masih tidak malu ingin menghina Rebecca padahal dirinya adalah wanita malam. Roey, lakukan sesuatu!" perintah Daniel.


"Silakan perintah, Tuan!"


"Karena dia ingin mencari masalah dengan Rebecca, aku akan memberi dia kado besar," kata Daniel.


Apartemen Rebecca.


Malam itu Rebecca berdiri di balkon dan menghirup angin malam yang segar dan mendinginkan suasana hatinya yang sempat panas karena kejadian di pesta tadi.


"Daniel Caprio sama sekali tidak berubah, tetap saja dingin dan tidak peduli dengan perasaan orang. dulu Jancy dan artis itu menjadi korbannya. dan sekarang apakah Sasa akan menjadi korbannya juga. tapi, kali ini dia bersikap lebih lembut dan sering tersenyum di depanku, apakah itu hanya pura-pura agar dia bisa membohongiku?" batin Rebecca.


"Aku tetap akan menjadikanmu wanita yang paling istimewa di hatiku!"


"Jangan mengodaku lagi! lepaskan aku!"


"Aku mencarimu selama ini, dan sekarang kau ingin aku melepaskanmu? tidak semudah itu!"


"Semua ucapannya, apakah benar atau hanya ingin bermain seperti dulu? apa isi hatinya? tidak ada yang tahu sama sekali," gumam Rebecca.


Rebecca kemudian melihat sebelah apartemennya yang tadinya gelap kini lampunya menyala.


"Apakah bibi itu sudah pulang? sudah dua hari aku di sini dan masih belum menyapanya, sudah malam segan juga menganggunya. besok saja aku menyapanya," ucap Rebecca.


"Rick memberitahuku, bahwa pemilik apartemen ini sangat pendiam dan menyendiri, apakah dia tidak suka bergaul, ya? aku harus mengunakan cara apa agar bisa dekat dengannya," gumam Rebecca.


Mansion keluarga Ferlando.

__ADS_1


Samantha sedang duduk di sofa kamarnya sambil mengingat kejadian di pesta tadi.


"Sasa sangat mencintai pria itu, andaikan pria itu mencintai Rebecca apa yang harus aku lakukan? Daniel Caprio adalah pria seperti apa? apakah dia akan mempermainkan Rebecca seperti dia mempermainkan perasaan Sasa?" batin Samantha.


"Daniel, kita harus bertemu dan bincang baik-baik. Sasa atau pun Rebecca adalah gadis yang tidak bersalah," gumam Samantha.


Sasa yang patah hati sedang menangis di kamarnya. gadis itu dalam posisi terlungkup di atas kasur sambil memeluk bantalnya.


"Dengar baik-baik! kita tidak sedang berkencan, kamu tidak bisa menghalangku saat aku ingin mendekati wanita manapun!"


"Daniel, kata-katamu bagaikan belati yang menusuk jantungku, aku tidak menyangka kau adalah pria yang tidak ada perasaan. aku tidak percaya kau benar-benar mencintai dia. kau pasti hanya ingin main-main...."


"Jancy Robinson yang adalah putri pengusaha kaya raya saja tidak mampu membuatmu luluh. mana mungkin Rebecca yang hanya gadis biasa bisa membuatmu tertarik," ketus Sasa yang sedang menangis.


Di sisi lain Lucia yang dipermalukan oleh Daniel ia sangat kesal dan melampiaskan kemarahannya kepada pelayan bar.


"Pergi dari sini! tidak berguna. hanya bekerja sebagai penuang minuman saja kalian tidak bisa," bentak Lucia.


"Maafkan kami!" ucap wanita itu.


"Pergi!" teriak Lucia dengan nada kesal.


Mereka hanya bisa terdiam dan pergi dari ruangan karaoke itu. Lucia terduduk di sofa dan menghabiskan sebotol minuman alkohol.


"Kenapa selalu dia yang lebih baik hidupnya, saat dia menjadi simpanan hidupnya mewah dan aku malah gagal menjadi dokter. dan sekarang dia pulang lagi tidak sangka dia malah menjadi pasangan orang kaya dan dilindungi oleh Daniel Caprio. hebat sekali wanita ini," ketus Lucia yang iri.


"Papa selalu saja membanggakan dia, apapun yang aku lakukan dia sama sekali tidak menghargaiku. wanita itu...bisa bersama pria kaya sedangkan aku harus melayani pria hidung belang. sangat menjijikan. suatu saat aku akan lebih kaya dari dia dan papaku pasti akan memandangku dan menghargaiku," ucap Lucia yang menghabiskan beberapa botol minuman.


Tidak lama kemudian beberapa pria yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Lucia Famosa, kelihatannya kau sedang mabuk," kata salah satu pria itu.


"Kalian datang, apakah ingin bermain denganku?" tanya Lucia yang sudah mabuk.


"Benar! setelah kami puas, kau akan menerima bayarannya!"


"Seribu lima ratus dollar!" pinta Lucia.


"Kami harus mencobanya dulu, baru tahu apakah kamu senilai itu," jawab salah satu dari mereka dengan senyum jahat

__ADS_1


__ADS_2