
"Apa kau sudah lupa, sehari saja kau menjadi milikku, maka selamanya kau adalah milikku," ujar Daniel.
"Aku bukan milik siapa-siapa," kata Rebecca yang melepaskan pegangan tangannya. akan tetapi ditahan oleh Daniel.
"Bersikap seperti biasa saja, kalau saja Rick tahu hubungan masa lalu kita, dia pasti sangat kecewa. apakah kau ingin dia terluka?" tanya Daniel dengan senyum.
"Kita tidak ada hubungan apapun, semua itu hanya jebakanmu saja. demi membalas dendam kau tega melakukan itu padaku," jawab Rebecca.
"Kalau aku tidak memasang jebakan, mana mungkin aku memiliki kesempatan menjadikanmu sebagai simpananku," ucap Daniel.
"Jangan lupa, sekarang kekasihmu adalah Sasa. apakah kau tidak takut kalau dia mengetahui masa lalu kita. dia akan terluka!"
"Aku tidak peduli, bagiku dia hanya boneka tidak berharga saja. untuk apa aku peduli dengan perasaannya," jawab Daniel.
"Hentikan sekarang juga! mereka sedang memperhatikan kita!" pinta Rebecca yang ingin menghentikan dansanya. akan tetapi dirinya lagi-lagi dipeluk erat oleh Daniel.
"Jangan berhenti kalau tidak ingin mereka curiga dengan kita, bersikap seperti biasa saja," kata Daniel dengan senyum.
"Apa lagi yang kau inginkan? apakah kau berencana menyakiti Sasa setelah dia serius denganmu? berapa wanita yang harus terluka karenamu?" tanya Rebecca.
"Aku memang adalah pria yang pematah hati wanita, dan aku tidak peduli sama sekali. kalau mereka mendekatiku maka mereka harus bersiap untuk terluka!"
"Apakah kau anggap semua wanita itu adalah mainan? sehingga harus dipermainkan olehmu?"
"Bukan salahku! mereka yang merayuku dulu, aku membenci tipe wanita yang seperti ini," jawab Daniel.
"Apakah kau masih ingin mempermainkan aku? aku tidak akan patuh padamu," ujar Rebecca.
Daniel memeluk Rebecca dan berbisik sesuatu di telinga gadis itu," aku tetap akan menjadikanmu wanita yang paling istimewa di hatiku!"
"Jangan mengodaku lagi! lepaskan aku!"
"Aku mencarimu selama ini, dan sekarang kau ingin aku melepaskanmu? tidak semudah itu!"
"Aku tidak menyuruhmu melakukan itu," kata Rebecca.
"Kali ini kau sudah kembali, dan jalani saja kehidupanmu!"
"Aku tidak ingin kau mengangguku terus," kata Rebecca.
"Maaf, kalau ini aku tidak bisa menyetujuinya," jawab Daniel.
"Apa maksudmu?"
"Anggap saja kita kenal dari awal, dan aku akan mengunakan caraku untuk mengejarmu. bukan sebagai simpanan. tapi sebagai sepasang kekasih secara terang-terangan."
"Kau hanya ingin membalas dendam padaku," ucap Rebecca.
"Tidak! ini adalah masa lalu, selagi aku masih hidup kau tidak akan bisa bersama pria lain!" kata Daniel.
__ADS_1
"Kau tidak masuk akal," ujar Rebecca.
"Apapun yang ku inginkan tidak ada yang bisa merebutnya dari tanganku."
Sasa yang sedang memperhatikan mereka sangat cemburu dan ingin bangkit dari tempat duduknya..akan tetapi ia ditahan oleh Samantha.
"Bibi...."
"Duduklah!"
"Tapi, mereka kenapa sangat mesra?" tanya Sasa.
"Kalau memang mesra untuk apa dekati mereka lagi, bukankah sama saja kau menabur garam ke hatimu," jawab Samantha.
"Mereka hanya bertemu pertama kali, kenapa bisa begitu akrab? apakah Daniel langsung tertarik padanya?" tanya Sasa.
"Hati pria kita tidak bisa menebak, jangan menganggap serius dengan hubungan kalian!"
"Tapi, Daniel adalah pria yang aku inginkan," kata Sasa.
"Kalau hatinya tidak ada pada kita, maka apapun yang kau lakukan juga tidak ada gunanya," ujar Samantha.
"Aku tidak percaya Daniel akan mengkhiantiku, dia memberiku kalung yang mahal, dan dia menganggapku sebagai wanita yang spesial baginya. mana mungkin dia begitu cepat berpaling ke wanita lain," kata Sasa.
"Rick, kenapa kamu diam saja melihat mereka berdansan dengan mesra?" tanya Sasa.
"Apa yang kamu ingin aku lakukan? memisahkan mereka tanpa sebab? di sini begitu banyak tamu. mereka selalu memperhatikan kita," jawab Rick.
"Aku juga bisa berdansa, kenapa Daniel tidak ingin berdansa denganku. dia lebih memilih Rebecca yang dia baru kenal dari pada aku," kata Sasa.
"Tuan Caprio sering saja memberi orang kejutan, aku lebih terkejut di saat dia mengusir kakaknya Rebecca. apa tujuannya ikut campur? demi kita atau demi dirinya?" tanya Rick.
"Dirinya? apa maksudmu?" tanya Sasa.
"Maksudku adalah apakah dia bermusuhan dengan Lucia Famosa oleh sebab itu dia ikut campur, aku melihat wanita itu takut pada Daniel saat melihatnya," jawah Rick.
Setelah acara selesai Rick mengantar Rebecca kembali ke apartemennya. sementar Daniel masih sedang menikmati minuman anggur merah di sana.
"Daniel, terima kasih karena hadir di acara penting ini," ucap Sasa yang menghampiri Daniel.
"Sama-sama! sudah banyak tamu yang pulang," kata Daniel yang melihat sekitaran ruangan itu.
"Kamu cukup hebat saat berdansa, kenapa kamu tidak berdansa denganku? kita adalah pasangan malam ini?" tanya Sasa yang sedikit kecewa.
"Pasangan pesta bukan berarti pasangan dansa," jawab Daniel.
"Apa maksudmu?"
"Aku hanya suka berdansa dengan orang yang sudah mahir," jawab Daniel sambil meneguk minumannya.
__ADS_1
"Kita baru saja melakukannya tadi, dan kamu begitu cepat tukar pasangan. aku merasa tidak nyaman," ujar Sasa.
"Tidak nyaman? kenapa? apakah di acara ini berdansa hanya bisa dengan satu orang?"
"Daniel, aku hanya tidak suka melihatmu tersenyum dengan wanita lain."
"Sepertinya dia akan segera menjadi bagian perusahaan kalian. dan bukan orang lain!" ujar Daniel
"Tapi, bagaimanapun dia adalah wanita juga, kamu jangan terlalu dekat dengannya!" kata Sasa.
"Atas dasar apa kamu ingin mengaturku?" tanya Daniel dengan tatapan dingin.
"Atas dasar apa? Daniel, bukankah kita sedang berkencan, kenapa kamu tidak suka aku menghalangmu?"
"Berkencan? aku tidak merasa kita sedang berkencan, aku adalah pria single yang tidak memiliki pasangan. dan kamu tidak bisa menghalangiku tersenyum pada siapapun," jawab Daniel dengan terus terang.
"Apakah kamu sadar apa yang kamu katakan?" tanya Sasa dengan tidak percaya apa yang dikatakan oleh pria itu.
"Seharusnya kamu yang sadar, bukan aku!" jawab Daniel.
"Daniel, aku tahu kamu hanya main-main saja!" kata Sasa.
"Aku tidak main-main saat melakukan sesuatu," ujar Daniel yang meletakkan gelas ke atas meja dan melangkah pergi mengabaikan Sasa.
"Daniel, kamu ingin ke mana?" tanya Sasa yang ikuti langkah pria itu.
"Pulang!" jawab Daniel dengan cuek.
"Antar aku pulang!" pinta Sasa yang menghadang Daniel dari depan.
"Baiklah! aku akan menyuruh asistenku mengantarmu!" jawab Daniel.
"Roey, antar nona Ferlando pulang ke rumahnya dengan aman!" perintah Daniel.
"Kenapa bukan kamu yang antar?" tanya Sasa.
"Aku ingin pergi ke suatu tempat," jawab Daniel yang pergi ke arah lain.
"Daniel, apakah kita sedang berkencan? dan apakah kamu menyukaiku?" tanya Sasa.
"Kita tidak berkencan," jawab Daniel yang menghentikan langkahnya.
"Tapi, kamu bukankah menyukaiku dan kamu memberikan kalung ini padaku," kata Sasa yang menyentuh kalung yang dilehernya.
"Memberikan kalung bukan berarti aku menyukaimu," jawab Daniel tanpa menoleh ke gadis itu yang berdiri di belakangnya
"A-apa?" tanya Sasa.
Daniel kemudian menoleh ke arah gadis itu dan berkata," dengar baik-baik! kita tidak sedang berkencan, kamu tidak bisa menghalangku saat aku ingin mendekati wanita manapun!"
__ADS_1
"Kenapa kamu tiba-tiba saja berubah?" tanya Sasa.