
"Semalam ada yang kirim makanan untukku, aku mengira bibi yang pesankan untuk ku," jawab Rebecca.
"Apakah mungkin Daniel yang membelikan untukmu?" tanya Yuly.
"Mana mungkin dia ke sini dan kenapa dia menunjukan dirinya," kata Rebecca dengan heran.
"Rebecca, bagaimana dengan perasaanmu? apakah kamu mencintainya?"
"Itu tidak penting lagi, Bi," jawab Rebecca.
"Kalau dia benar-benar tulus padamu, kenapa kamu tidak pertimbangkan saja? di dunia ini... ingin menemui pria yang setia sangat sulit. setidaknya dia sudah membuktikan bahwa dia sedang menunggumu. kalau dia sudah melupakanmu mana mungkin dia mencarimu lagi," ucap Yuly.
"Bibi...."
"Sudahlah! jangan tertekan karena perkataan bibi! pulang dan istirahatlah!"
"Kalau butuh sesuatu hubungi saja aku, siang ini aku akan mengantar makan siang untuk bibi," kata Rebecca.
"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Yuly.
Tidak lama kemudian Rebecca meninggalkan rumah sakit. gadis itu berjalan dengan termenung. ia mengingat kembali semua ucapan bibinya.
"Apa yang dikatakan bibi ada benarnya juga, kalau dia hanya ingin membalas dendam untuk apa dia mencariku selama ini? sekarang aku sudah kembali dia tidak memaksaku sama sekali. itu berarti dia tidak menaruh dendam padaku. dia membayar biaya rumah sakit. artinya dia juga bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan," batin Rebecca.
Di saat Rebecca sedang melamun Daniel yang mengendarai mobilnya sedang mengikutinya dari belakang.
Pria itu memperhatikan gadis itu dari jarak jauh, agar tidak ketahuan.
"Apa yang dia pikirkan sehingga tidak fokus? apakah ada yang menganggu pikirannya?" ucap Daniel.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian Rebecca sampai di depan apartemennya. setelah tiba di depan pintu ia lagi-lagi melihat gantungan plastik asoy yang di gagang pintu itu.
"Bibi sebelah sangat perhatian," ucap Rebecca yang mengambil plastik asoy itu.
Setelah masuk ke dalam ia meletakan ke atas meja dan mengeluarkan isinya yang adalah kotak makanan.
"Ayam bakar dan roti," ucap Rebecca yang teringat sesuatu.
Rebecca terdiam sejenak saat melihat makanan itu.
"Bagaimana bibi bisa tahu kalau aku suka makanan ini? semalam makanan yang dipesan untukku juga adalah makanan favoritku. selama ini makanan yang diberikan oleh bibi semuanya adalah kesukaanku," gumam Rebecca.
Rebecca sangat penasaran dengan pemilik apartemen yang tinggal di sebelahnya. selama ini tidak ada yang mengetahui makanan yang dia sukai. akan tetapi begitu kebetulan wanita yang tinggal di sebelahnya selalu saja membelikan makanan kesukaannya.
"Tidak mungkin semuanya begitu kebetulan? selama aku tinggal di sini belum pernah melihatnya. setiap aku mengetuk pintunya dia tidak pernah menyahut," ucap Rebecca.
Rebecca yang merasa curiga ia langsung melangkah keluar dari apartemennya. gadis itu langsung menuju ke pintu utama gedung yang di mana security sedang duduk di dalam ruangan kantornya.
"Nona, ada yang perlu saya bantu?" tanya security itu dengan hormat.
"Paman, saya ingin bertanya, apakah yang tinggal di sebelah saya adalah pemilik apartemen yang saya sewa?" tanya Rebecca.
"Nona, iya pemiliknya tinggal di sana, dan dia sangat perhatian pada nona," jawab security dengan senyum.
"Kenapa selama ini saya tidak pernah bertemu dengannya?"
"Oh...tuan itu selalu pulang larut malam, terkadang beliau pesan makanan dan meminta saya untuk mengantungkan makanan di luar pintu nona!"
"Tuan? apakah dia adalah pria dan bukan wanita?"
__ADS_1
"Benar!"
"Apakah paman tahu namanya siapa?" tanya Rebecca.
"Tuan Caprio itu adalah namanya," jawab
security.
"Daniel Caprio?" tanya Rebecca yang hampir tidak percaya.
"Benar, namanya adalah Daniel Caprio!"
"Sejak kapan dia membeli apartemen sini?"
"Sehari sebelum nona pindah, tuan Caprio membeli dua unit aparteman untuk nona dan dirinya!" jawab security.
"Selama ini dia tinggal di sebelahku?"
"Benar, Nona!" jawab security dengan senyum.
Rebecca tidak menyangka selama ini dia selalu bertukar makanan dengan pemilik apartemen yang ternyata adalah Daniel sendiri.
"Untuk apa dia melakukan itu? apakah dia pindah ke sini adalah demi aku? untuk menjagaku dari jauh?" batin Rebecca.
Malam hari.
Daniel yang tiba di apartemen ia membuka kunci pintu dan kemudian melangkah masuk. saat ia ingin menutup kembali pintunya, terlihat sebelah tangan seseorang sedang menahan pintu itu dari luar.
Daniel kemudian melihat Rebecca yang berdiri di luar apartemennya. mereka saling bertatapan selama beberapa menit.
__ADS_1
"Apakah...kamu adalah pemilik apartemen yang selama ini selalu membeli makanan untukku?" tanya Rebecca.
"Akhirnya apa yang aku lakukan terbongkar," jawab Daniel.