
"Rumah sakit? di rumah sakit mana?" tanya Rebecca dengan cemas.
"Kita akan pergi bersama, bibi ingin membawa beberapa baju pamanmu dulu," jawab Yuly yang langsung melangkah masuk ke dalam.
Setelah tidak lama kemudian Yuly dan Rebecce tiba di rumah sakit. Rebecca yang mencemaskan kondisi pamannya ia berlari dengan terburu-buru.
Saat masuk ke kamar pamannya, ia langsung menghampiri ranjang yang di mana pamannya sedang berbaring di sana.
"Paman, aku datang!" ucap Rebecca yang memegang tangan Andres.
"Selama ini pamanmu sangat merindukanmu, dia selalu duduk di balkon sambil memikirkanmu. bagaimana dengan kehidupanmu di luar, apakah ada rutin makan, apakah kedinginan, apakah ada mengenakan pakaian tebal. selama ini hanya itu yang dia khawatirkan. pamanmu sudah semakin tua. walau tidak sehat dia masih berjuang bekerja untuk keluarga ini. Lucia tidak dewasa semua ini salah bibi yang terlalu memanjakan dia," kata Yuly.
"Paman, aku hanya tidak bisa menerima kenyataan karena sangat mendadak, sehingga aku tidak ingin kembali. dan sekarang aku sudah kembali paman malah berbaring di sini," kata Rebecca yang mengeluarkan air mata.
"Rebecca, semua ini terjadi karena kesalahan bibi, bibi adalah penyebab semuanya. kamu, pamanmu, dan kakakmu menderita juga karena bibi. kalau saat itu bibi tidak sengaja memberitahumu tentang masa lalu. maka kamu tidak akan pergi dan menderita," ucap Yuly.
"Sudah berlalu, jangan di ungkit lagi!" jawab Rebecca.
"Bibi, apakah yang di video itu adalah benar?"
__ADS_1
"Bibi juga baru tahu saat tersebar, kami sebagai orang tua sangat malu menghadapi orang luar. pamanmu tidak bisa menanggung kenyataan ini sehingga mengalami serangan jantung mendadak," jawab Yuly.
"Kenapa video itu bisa tersebar? apakah kakak ada menyinggung seseorang?"
"Orang yang menyebarnya adalah Daniel Caprio," jawab Yuly.
"Dia? kenapa dia melakukan itu?"
"Pamanmu memang tidak mengatakan apa-apa, tapi setelah bibi melihat nama panggilan terakhir di handphonenya. bibi yakin dia adalah pelakunya," jawab Yuly.
"Daniel Caprio, kenapa kau melakukan ini?" gumam Rebecca.
Setelah mendengar nama pria itu, Rebecca langsung meninggalkan kamar Andres dan menuju ke pintu utama. gadis itu menahan taksi yang melewati depannya.
Daniel sedang menyantap makanannya dengan begitu lahap.
"Tuan, nona Rebecca pergi ke tempat tinggal Andres Famosa. kemudian dia bersama istri Andres Famosa menuju ke rumah sakit. nona pasti sudah mengetahui tentang video itu," kata Roey.
"Dan dia pasti akan datang menemuiku dan mengamuk," ujar Daniel dengan santai.
__ADS_1
"Baginya pria itu adalah keluarganya, nona pasti emosi," ucap Roey.
"Bagus juga kalau dia datang, dia sudah lama tidak pulang," tutur Daniel yang meneguk minumannya.
"Daniel Caprio...," teriak Rebecca dengan nada tinggi.
"Sudah ku katakan, dia pasti datang," ucap Daniel.
Rebecca menuju ke ruang makan dan melihat pria itu sedang makan dengan lahap. karena kesal ia menghampiri Daniel dan mengambil gelas minuman menyiram ke wajah pria itu.
"Nona...," seru Roey.
"Kenapa kau melakukannya? apakah masih tidak cukup selama ini kau selalu menindas pamanku?" tanya Rebecca dengan kesal.
Daniel mengelap wajahnya dengan sapu tangan dan memandang gadis itu yang matanya merah karena baru menangis.
"Kamu marah demi dia? untuk apa?" tanya Daniel.
"Untuk apa? setelah aku menjadi anak yatim piatu dia adalah satu-satunya pria yang merawatku dengan sepenuh hati. dia adalah penganti orang tuaku yang selama ini mengasuhku. dan sekarang pria ini berada di rumah sakit. dokter juga tidak tahu kondisinya apakah bisa bertahan hidup atau tidak. apakah ini hasil yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Apakah kamu sudah lupa apa yang dia lakukan padamu?"
"Apapun yang dia lakukan tidak sekeji kamu, aku rela melakukannya demi balas budi. pamanku memberiku kehidupan tapi kamu menghancurkan hidupku. apakah masih tidak puas setelah kau menghancurkanku? dan kini pamanku juga menjadi korbanmu!" teriak Rebecca dengan histeris.