
Angga melepaskan pelukannya sesaat Anna terdiam.
“Karena nggak ada lagi cowok yang seperti lo”
“Begitu juga dengan gue Na, karena nggak ada lagi cewek yang seperti lo.”
“Nggak kreatif sama-samain aja jawabannya.”
Angga tertawa lalu dia mengacak rambut Anna dengan gemas. “Gue itu cari cewek yang bisa nerima semua kekurangan gue jatuh cinta sama keanehan gue tapi dia nggak ngebiarin gue melihara sifat-sifat buruk gue.”
“Memang nya siapa yang jatuh cinta sama keanehan lo?” Tanya Anna.
“Lo”
__ADS_1
Anna mengulum senyumnya lalu dia menatap ke arah Angga dengan seksama, Anna tidak mengerti mengapa dia begitu nyaman dengan Angga. Entah Angga yang melengkapi Anna atau Anna yang melengkapi Angga? Atau mungkin saja keduanya memang di takdirkan untuk saling melengkapi?
Anna hampir pernah tidak membatasi ruang gerak Angga. Namun, bukan berarti Anna membebaskan saja yang Angga lakukan, Anna hanya mengizinkan jika sesuatu yang baik untuk Angga tidak termasuk ke hal yang negatif dan membawa pengaruh buruk untuk Angga. Anna lebih memilih Angga menghabiskan waktunya di depan komputer memainkan online game dari pada harus melihat Angga berkeliaran di jalanan melakukan hal-hal yang tidak pantas di lakukan.
Anna tidak mau bersikap egois karena segala hal yang dia punya pada akhirnya akan hilang Anna hanya belajar untuk memaknai keberadaan Angga dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan.
Jangan terlalu di genggam erat nanti berkarat, jangan terlalu di beri bebas nanti lepas, cukup dijaga dan dipeluk baik-baik sampai pada saatnya titipan itu pergi.
“Gue nggak akan ngejar lo” jawab Angga, Anna mengerinyitkan dahi. Kemudian, Angga tersenyum dan merapikan poni Anna. “Bukan gue nggak sayang lo atau lo udah nggak penting lagi buat gue hanya saja gue percaya akan suatu hal, kalo lo masih menginginkan gue untuk di hidup lo, lo akan tetap tinggal dan bertahan serumit apapun masalahnya.”
“Tapi kan lo tahu kadang ucapan cewek sering beda dari pada apa yang ada di hatinya.”
Angga mengangguk setuju “gue tahu ko Na tapi gue juga tahu gimana sifat lo, lo nggak akan main-main dengan yang namanya ‘putus’ lo cewek berpikiran dewasa, lo akan memikirkan matang-matang keputusan yang lo buat, kecuali kalo lo lagi PMS.”
__ADS_1
Anna tersenyum “iya lo benar dan menurut gue cinta itu bukan game yang bisa berhenti kapan saja ketika bosan atau pake cheat ketika masalah tidak bisa terselesaikan.”
“Itu juga alasan gue lebih mentingin lo dari pada game.”
Anna mencibir dia tahu betul bahwa rasa cinta Angga pada game sudah menjadi candu yang tidak bisa dihilangkan.
“Tapi gue akan lebih milih nonton drama korea seharian dari pada nemenin lo jalan Ga.”
“Karena cowok-cowok yang ada di drama korea atau novel sering lo baca itu semuanya sempurna sesuai keinginan cewek pada umumnya, mungkin itu sebabnya lo nggak akan pernah bosan.”
Angga kemudian berdiri di tempatnya “makan di depan yuk!” Ajak Angga “makan di kaki lima juga kalo makan sama Nana berasa makan di restoran bintang lima.”
Anna mengangguk lalu dia beridiri dan berjalan di belakang Angga, benar bahagia itu sederhana kamu tersenyum dan bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki saat ini.
__ADS_1