Perfect Couple

Perfect Couple
3


__ADS_3

“Maksud semua ini apa, Ga?” Tanya Anna.


Angga tersenyum sambul memamerkan sederet gigi putihnya.


“Rencana gue gagal Na.”


“Gagal apaan?”


Kedua tangan Angga menggenggam tangan Anna lalu dia menatap Anna dengan tatapan lembut, tatapan yang menjanjikan kenyamanan


“Na,” panggilnya. Anna membalas menatap Angga. “lo tau kan kalo gue bahagia pacaran sama lo?,”


“Terimakasih Na untuk tiga tahun terakhir ini. Lo itu orang yang paling sabar ngadepin sikap childish gue, yang paling ngertiin gue dan gue tau Na banyak orang yang mencoba menggantikan posisi gue dihati lo. Tapi, lo tetep pilih gue yang nggak ada apa apanya dibanding mereka. Makasih Na, maaf gue belom bisa jadi cowok yang romantis buat lo.”


Kata demi kata Angga ucapkan barusan membuat Anna terdiam dan tercengang, Angga berbeda dari biasanya. Angga yang jarang serius dan selalu bercanda bahkan selalu berkata seenaknya, kini berucap begitu manis dan romantis.

__ADS_1


Anna tersenyum. Angga, menjadi orang yang sempurna untuk orang lain itu sulit dan mungkin nggak akan pernah bisa. Tapi kita harus berusaha bagaimana caranya menjadi pelengkap, agar saat kita bersama menjadi sempurna.


Angga tersenyum begitupun dengan Anna


“Tapi, Ga.....”


“Iya Na? Kenapa?”


“Lo ga pantes banget deh jadi romantis kaya gini. HAHAHA aduh!” Anna mengaduh karena Angga mencubit kedua pipinya dan Anna baru akan membalas ketika sebuah teriakan terdengar.


“Bang Angga, kuenya gosong ini!” Suara itu berasal dari dapur.


Tak berapa lama, Angga sudah kembali dengan membawa kue yang bentuknya tidak jelas, bantat dan gosong sebagian Angga hanya bisa nyengir ke arah Anna


“Anggap aja ini kue beli dari toko dan bentuknya oke ya, Na?” Pinta Angga.

__ADS_1


“HAHAHA....maksudnya?”


“Jadi gini Na.” Angga mencoba menjelaskan maksud dari dia lakukan hari ini. “Biasanya kan kita selalu rayain hari jadi kita cuma makan atau nonton doang, nggak ada spesialnya sama sekali buat kita. Awalnya gue mau bikin kejutan buat lo, tapi semuanya gagal total. Mulai dari vina yang kasih tau lo ada abang balon, terus Anggun yang suruh lo masuk padahal gue belom selesai dekorasinya. Terakhir, bentuk kue yang gue bikin sendiri ternyata nggal layak untuk dilihat.”


Anna tertawa mendengar penjelasan Angga barusan, mungkin bagi Angga ini semua gagal. Tetapi untuk Anna ini semua adalah lebih dari cukup dan sangat istimewa.


“Apa perlu diulang supaya gue bisa pura-pura kaget?”


Angga mencibir. “Ya nggak gitu juga sih Na. Tapi yaudahlah sekarang lo makan aja nih kuenya, gue suapin.”


Meskipun bentuknya tidak enak dilihat dan rasanya sudah pasti tidak enak tetapi Anna tetap memakannnya. Dia menghargai usaha Angga yang sudah sampai sejauh ini buat Anna, meskipun resikonya kemungkinan besar dia akan sakit perut karena memakan makanan ini.


“Ga foto yang tadi kirim ya?” Pinta Anna


“Satu foto goceng ya, Na?”

__ADS_1


“Najis. Mata duitan lo!”


Akan tetapi, meskipun begitu Angga tetap mengirimkan fotonya ke kontak LINE Anna. Anna langsung mengunggahnya ke instagram karena momen seperti ini sangat jarang terjadi.


__ADS_2