
Angga berjalan menuju kelas Anna dideretan kelas XI. Dia masuk kesebuah ruang kelas dan melihat Anna sedang menempelkan kepalanya dimeja dengan satu tangan memenggang perut
Angga meletakan tas Anna diatas meja.
“kalo kamu butuh apa-apa bilang aja ya sama aku. Jangan nangis dan jangan nahan sakit sendirian.” Angga mengelus rambut Anna dengan lembut,kemudian beranjak pergi menuju kelasnya.
Akan tetapi langkah Angga terhenti seorang cewek yan beridir didepannya. Angga tidak mengenal cewek itu, Anna yang melihatnya mengerutkan dahi karena bingung.
“Kak Angga, ya?” Tanya cewek itu.
Angga mengangguk pelan. “Iya. Lo siapa?”
“Putri.”
Tatapan mata Angga terlihat tidak suka, dia tidak mengenal putri dan merasa terganggu oleh kehadirannya, Angga selalu menjaga jarak dengan cewek lain untuk menghargai perasaan Anna yang berastatus sebagai pacarnya.
“Kak Angga nggak inget sama gue? Kita satu SMP lho Kak, gue adik kelas kak Angga, kaka suka nolongin gue waktu SMP dulu tujuan gue pindah kesini juga karena kak Angga. Gue suka sama kaka.”
“Sori ya, putri gue nggak tertarik sama lo. Kalo lo adek kelas gue lo juga pasti tahu gue udah punya pacar dari dulu, gue duluan.” Angga tersenyum sopan lalu meninggalkan putri yang masih menatap punggungnya yang kian menghilang dari pandangan mata.
Angga masuk kelas dengan wajah yang kusut
“Kenapa si lo Ga?” Tanya Liam
__ADS_1
Angga menggeleng. “ biasa serangan PMS.”
Liam tersenyum menggoda Angga “Nana udah berubah jadi singa ya, hari ini? Duh Angga baru jadi pacar aja udah siaga. Jadi pengin deh halalin sama Gaga-nya Nana,” Goda Liam mengedipkan sebelah matanya.
“Resek lo!”
“Ga, kelas IX ada anak baru lho! Gue denger sih katanya dia satu SMP dengan kita,” Arsen mulai bergosip terhangat disekolahnya.
Bukan cewek saja yang suka gosip, Angga juga punya geng gosip, yaitu PCOG pasuka cowok gosip.
“Siapa?” Tanya Angga.
“Namanya Putri Ayu, tapi emang iya sih kalo di lihat-lihat mukanya tuh kaya nggak asing gitu Ga, berasa ada yang mengganjal dihati gue.”
“Ah, iya!” Geri menyadarkan lamunan teman temannya “Gue inget dia tuh uput yang dulunya gendung banget. Dulu sering kita bully saat SMP”
“Uput yang dulu kita bully?” Tanya Liam mencoba mengingat. “Masa iya si Ger? Gue liat tuh ya murid baru itu body goals dan cantik banget, si uput kan dulu gendut, jelek, dan jerawatan gitu.”
“Bego dipiara sih lo, Li teknologi sekarang udah canggih dan keluarga dia juga kaya,” kata Arsen
“Yang suka bully fisik orang kan lo bertiga doang gua sama Dylan nggak pernah ikut-ikutan.” Cibit Angga.
“Iya deh iya lupa gue kalo dunia Angga tuh ceweknya hanya Anna seorang” Gery balas mencibir Angga.
__ADS_1
“Bukan cuma karena Anna yang ada didunia gue, hanya aja gue menjaga perasaan dia gue juga punya adik cewe, gue gamau karma berlaku untuk adik gue” balas Angga ketus.
“PMS bisa nular ya Sen?”tanya Gery
Arsen menggedikan bahunya.
Ponsel Angga berbunyi tanda ada pesan LINE masuk, Dia segera membaca pesan itu setelah membaca pesan Angga bangkit berdiri dari kursinya dan langsung berlari keluar.
Satu tempat yang Angga tuju sekarang adalah ruang kesehatan sekolah. Disana sudah ada kate yang sedang menemani Anna, Angga menatap Kate yang menatap balik kearahnya kemudian kate mendekat ke arah Angga dan membisikan sesuatu Angga mengerutkan dahinya, mencoba mengerti perkataan Kate barusan. Melihat raut wajah Angga, Kate kembali membisikan sesuatu .
Angga mengangguk mengerti “Yaudah lo tungguin Anna dulu disini. Nanti gue kesini lagi” ujar Angga.
Kate mengangguk dan Angga keluar dari ruang kesehatan menuju parkiran. Ah, Angga baru sadar bahwa dia tidak bisa keluar sekolah
menggunakan kendaraan saat masih jam sekolah. Angga mengintip gerbang sekolahnya, dan benar saja disana ada satpam yang biasa jaga tidak ada pilihan lain Angga langsung mendekat ke gerbang sekolah.
“Mau kemana Ga? Masih jam belajar lho mau bolos?” Tanya pak Agus, satpam sekolah.
“Mau ke supermarket depan,” jawab Angga melihat tidak ada jawaban respons dari pak Agus, Angga langsung menggunakan senjata ampuh
“biasa disuruh Dylan,”
Mendengar nama dylan disebut, pak Agus langsung membukakan gerbang sekolahnya. Bukan karen Dylan adalah seorang jagoan melainkan karena dylan selalu memberikan TIP yang tidak sedikit untuk Pak Agus, jadi Dylan mempunyai akses untuk keluar dari gerbang pada saat jam sekolah.
__ADS_1