Perfect Couple

Perfect Couple
12


__ADS_3

Deru napas Anna semakin memburu, ini adalah hal yang Anna tidak sukai dari Angga. Meski Angga melakukan hal ini untuk hubungan mereka tetapi Anna menganggap bahwa semuanya salah, hubungan yang sehat itu ketika mereka bisa menjaga perasaan pasangan tanpa ada batasan dekat dengan siapapun di sekitar mereka.


Anna tidak mau semua orang menganggap dia cewek yang overprotektif. Anna tidak membatasi apapun yang ingin Angga lakukan atau dekat dengan siapa pun, namun menurut Anna, Angga berlebihan.


“Lo kan tahu, udah berapa lama kita kenal. Lo masih anggap gue anak kecil yang akan marah saat lo temenan sama cewek lain? Lo sendiri yang bilang bahwa gue itu dewasa, gue bisa nyikapin semua yang hal yang lo lakuin. Lo nggak perlu khawatir berlebihan seperti ini, Ga.”


Angga berdecak sebal, Anna sama sekali tidak mengerti maksud Angga bersikap yang seperti ini mereka selalu saja berdebat tentang masalah ini. Anna yang menyuruh Angga bersikap biasa saja kepada cewek lain, dan Angga yang terlalu menjaga perasaan Anna. Keduanya mempunyai cara yang berbeda dalam mempertahankan hubungan.


“Gue melakukan ini karena gue serius ngejalanin hubungan sama lo, bukan masalah gue menjaga jarak dari cewek lain. Hanya saja bagi gue sudah cukup mengenal dan dekat sama lo dan teman-teman dekat kita, gue nggak perlu mengerti perasaan cewek lain yang suka sama gue karena itu akan menyakiti perasaan lo gue sadar sepenuhnya, Na. Tidak ada hubungan antara cewek dan cowok yang berteman tanpa adanya perasaan lebih, gue nggak mau jika nanti perasaan gue sama lo tergantikan dengan perasaan gue ke cewek lain yang mungkin cuman sementara doang Anna.”

__ADS_1


Angga menjelaskan semua yang ada di dalam pikirannya dia hanya ingin Anna mengerti bahwa berteman dengan cewek lain bukanlah hal yang baik untuk hubungan mereka.


Anna hanya perlu membiarkan Angga mencintainya dengan caranya sendiri. Angga lebih nyaman dengan kondisi seperti ini, dia tidak merasa terbebani dengan yang dia lakukan sekarang.


“Gue bingung dengan yang kita lakuin selama ini, mempertahankan hubungan atau menunda perpisahan,Ga?”


Anna menghela napasnya gusar, permasalahan pagi ini tidak akan selesai dengan cepat seperti biasanya. Anna tidak mengerti mengapa paginya rusak karena masalah seperti ini, ditambah lagi dia akan menghadapi ulangan harian matematika pada jam pelajaran pertama.


“Nanti lagi aja ya bahasnya gue mau belajar buat matematika sekarang Angga”Anna berusaha menyudahi perdebatan mereka.

__ADS_1


“Gak Na, masalah ini harus selesai sekarang juga gue nggak mau masalah ini tambah panjang Na.”


Bukannya Anna tidak mau menyelesaikan masalah sekarang hanya saja percuma jika terus membahasnya, mereka tidak akan mendapatkan jalan keluar selain harus mendinginkan pikirannya masing-masing. Seperti kata orang bijak, jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang dalam keadaan emosi.


“Gue mau ulangan Angga Calvins, lo nggak ngerti juga? Kalo nilai gue jelek lo lagi yang marah sama gue.”


“Iya tapi masalah ini harus kelar dulu Anna candice.”


Kali ini sikap Angga yang sudah melewati batas dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2