Perfect Couple

Perfect Couple
Check up


__ADS_3

Setibanya Alesha dan Refan di Rumah Sakit, mereka pun langsung bergegas masuk. Karena dokter sudah menunggu.


BUGH!


Alesha terdorong ke belakang, untung saja tidak sampai jatuh karena Refan langsung menahan tubuh istrinya. "Kamu nggak apa-apa, Sha?" tanya Refan khawatir.


"Maaf, saya gak sengaja." ujar lelaki yang menabrak tubuh Alesha tadi.


Refan menoleh dan menatap tajam pria itu, dia kesal lantaran istrinya hampir saja terjatuh.


"Alesha? Sorry ya, gue bener-bener gak sengaja." ujar laki-laki tersebut.


"Iya nggak apa-apa, Raf." jawab Alesha.


"Masih ingat sama gue ternyata?" tanya Rafdy teman sekelas Alesha waktu masih SMA.


"Rafdy, aku ingat lah, kan kamu ketua kelas aku dulu."


"Kamu tambah cantik aja sha, kabar kamu gimana? ini suami kamu ya?" tanya Rafdy menatap Refan.


"Alhamdulillah baik, oh iya ini suami aku." balas Alesha.


"Emang ini acara reunian apa, mana bilang Alesha cantik, ya iyalah istri saya cantik." guman Refan yang masih bisa di dengar Rafdy dan Alesha.


"Sekali lagi gue minta maaf ya Sha, kalo gitu gue pamit dulu assalamualaikum." karena merasa tidak enak,Rafdy pamit dan tidak lupa tersenyum kepada Alesha dan Refan.


"Sok ganteng banget sih pake acara senyum-senyum segala." gerutu Refan


"Ssst Mas! Jangan kayak gitu ah."


Refan menatap Alesha datar. "Jangan sampe kamu ketemu sama dia lagi, nanti kamu cinta lagi sama dia." ujar Refan berlalu meninggalkan Alesha sendirian.


Alesha tersenyum geli dengan tingkah suaminya."Ih kok cemburunya lucu?" Alesha pun menyusul Refan yang terlebih dahulu meninggalkannya.


Refan dan Alesha memasuki sebuah ruangan dokter Anita.


"Selamat sore, Bu Alesha, Pak Refan." sapa dokter Anita dengan ramah.


"Sore dok." balas Refan.


"Yuk kita periksa kandungannya sekarang." ajak dokter Anita.

__ADS_1


Alesha mengangguk dengan segera ia merebahkan dirinya. "Dok, kalo jenis kelamin bayinya udah bisa di ketahui belum sih." tanya Refan membuat Alesha gemas.


"Mas,kamu kan udah punya tiga anak tapi masih gak tau aja, mana bisa kita tau, orang kandungan aku baru dua bulan."


"Iya, usia kandungan Alesha saat ini udah masuk ke dua bulan, Kita tunggu sampai empat atau lima bulan lah ya." jawab dokter Anita.


Alesha kembali lagi ke tempat duduk disebelah Refan saat pemeriksaan sudah selesai.


Anita pun mulai menjelaskan. " Nafsu makan kamu mulai nambah atau masih kayak biasanya?"


"Akhir-akhir ini nafsu makan aku mulai nambah, sekarang suka ngemil juga, padahal waktu hamil pertama kayanya aku males banget deh buat makan." jawab Alesha.


"Keliatan sih. Tapi nggak apa-apa itu gak masalah kok, jangan keseringan makan-makan instan juga. Gak baik, sesekali dua kali boleh lah ya."


"Makan yang pedes-pedes boleh gak sih"


"Boleh, tapi jangan keseringan dan juga gak boleh banyak-banyak, pedesnya sewajarnya aja."


"Iya udah makasih ya dok." ujar Refan.


Di dalam mobil Alesha dan Refan sama-sama terdiam. Alesha tersenyum jahil ke arah suaminya."Cie masih ngambek nih Daddy?" ujar Alesha menusuk-nusuk lesung pipi Refa.


Refan masih terdiam "Ih liat deh sayang, Daddy kamu lagi ngambek sama Mommy." ujar Alesha sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit.


Refan tersenyum kecil "Enggak sayang, Daddy minta maaf ya, Daddy udah nggak ngambek lagi sama Mommy." ujar Refan sambil mengelus perut Alesha.


"Aku cemburu, Sha."


"Ish, apaan sih Mas, lagian Rafdy kan cuma temen sekelas aku."


"Mau langsung pulang atau mampir kemana dulu gitu?"


"Kita mampir dulu ketemu Risa ya Mas, aku udah kangen banget sama dia." ujar Alesha.


Perasaan iri hati atau dengki merupakan sebuah perasaan yang tidak pernah senang melihat kebahagiaan yang dimiliki oleh orang lain, perasaan cemburu juga merupakan sebuah sifat yang terkadang dimiliki oleh manusia.


*****


Rasa iri hati terkadang datang di karenakan sifat manusia yang memang kurang bersyukur dengan hidupnya. Rasa syukur ini bisa kita lakukan dari hal yang terkecil sekalipun, bersyukur masih bisa diberikan nafas, dan juga bersyukur mengenai hal-hal kecil lainnya, namun dengan bersyuk pada apa yang kita miliki tenyata sangat bermanfaat dan dapat mengatasi perasaan iri yang ada di dalam hati. Karena kita selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki.


Terkadang hal yang paling sulit di dalam hidup ini adalah menerima kenyataan yang terjadi pada diri kita, padahal hal tersebut sangat berguna agar bisa menghilangkan perasaan iri dan juga dengki yang ada di dalam hati. Menerima kenyataan tentang apa yang sedang terjadi pada diri kita juga merupakan yang sangat baik, dan jangan pernah sekalipun terobsesi pada beberapa hal yang selalu mebuat anda emosi, dan mengontrol perasaan yang ada di dalam diri kita juga akan jauh lebih baik.

__ADS_1


Membuat diri sendiri iri hati dengan hal-hal yang dimiliki oleh orang lain merupakan sebuah perasaan yang sangat tidak baik.


Tanpa kita sadari saat kita memiliki perasaan iri hati, entah itu iri hati dengan kehidupan orang lain ataupun perasaan iri hati yang terjdi akibat ingin menjadi seperti orang lain, namun sayangnya tanpa kita sadari kita pun tidak mengetahui kehidupan seseorng tersebutt yang sebenarnya.


"Hidup kamu sangat beruntung Sha, mendapatkan keluarga yang sayang sama kamu, mendapat dua ibu, dan juga mendapatkan suami dan anak-anaknya yang sayang sama kamu, bahkan kebahagiaan selalu berpihak sama kamu."


"Aku penyakitan, gak bisa hamil cacat, bahkan bunda aku sendiri lebih memilih mengurus kamu dari pada aku, dulu Mas Rey lebih sayang sama kamu, dan juga sekarang Pak Refan menjadikan kamu wanita yang paling bahagia."


"Aku iri sama kamu Sha, aku iri."  batin Safira saat mendapatkan kabar kalau Alesha hamil kembali.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu hamil lagi, Mama akan jaga kamu nanti." ujar Maura mengusap perut Alesha.


Mega pun hendak menyentuh perut Alesha, tetapi Maura langsung menepis tangan wanita itu.


"Mama" tegur Alesha.


"Sudah cukup selama ini kamu merawat putriku, sekarang waktunya aku yang akan merawat dan menyayanginya, kamu rawat aja anakmu yang cacat itu."


"MAURA!" bentak Mega tidak terima jika wanita itu telah menghina putrinya.


"Apa pernah aku menyakiti anak kamu? Selama ini aku menyayanginya dengan tulus sepenuh hati aku, tapi apa ini semua balasannya?"


"Lalu apa pernah aku mengusik hidup kamu? Kamu seharusnya bersyukur karena aku telah memungut kamu dari jalanan, tapi apa balasannya?"


"KAMU MALAH MEMBALAS MENJADIKAN AKU GELANDANGAN SEPERTI KAMU." bentak Maura dengan suara bergetar.


"Aku perlakukan kamu layaknya adik, tapi kamu malah merebut kebahagiaanku Mega, dan sekarang aku yang akan menyadarkan kamu dan mengembalikan kamu ke jalanan itu lagi, suatu hari nanti kamu akan merasakan kesengsaraan yang lebih parah, hari ini mungkin cuma anak kamu yang cacat, tapi nanti kamu akan merasakan pembalasan atas perbuatannya kepadaku." tegas Maura dengan mata berair.


"Mama, aku mohon jangan bicara seperti itu, aku gak mau Mama jadi pendendam,"


"Maura tarik kata-kata kamu, di sini aku yang salah sama kamu, kamu boleh lampiaskan kemarahan kamu ke aku, bukan ke Mega." ujar Bimo.


"Ternyata bukan cuma aku yang merasa iri sama Alesha, tapi bunda juga iri sama Tante Maura, apa sesempurna itu kah mereka berdua sampai menghadirkan rasa iri di hatiku dan bunda."


"Segitu bencinya kamu sama aku, aku tau aku salah, dan aku udah menebus semuanya dengan membesarkan anak-anak kamu."


"Gimana caranya supaya kamu bisa maafin aku, aku mau menebus semua kesalahan aku."


Maura menggeleng kuat, rasanya dia ingin mencabik-cabik wajah Mega yang malah merasa menjadi korban di sini.


"Jangan sampai amarah menguasai diri Mama, aku gak mau Mama jadi pendendam, mari kita ikhlaskan rasa sakit yang pernah kita rasakan, biar hidup kita damai ma, lebih baik kita jauhi hal-hal yang membuat kita sakit, ayo pulang." ajak Alesha memeluk bahu Maura, dia memang merasakan apa yang Mamanya rasakan, tapi lebih baik memendam dari pada mendendam.

__ADS_1


"Dia beruntung memiliki kamu Sha, aku bodoh karena udah setuju melepas kamu." lirih seorang pria menatap sendu ketiga orang yang telah pergi.


__ADS_2