
CARA SENDIRI
( sederhana jika dalam suatu hubungan ada yang melakukan kesalahan yang salah adalah keduanya jadi perbaiki kesalahan itu bersama-sama bukan saling menyalahkan satu sama lain.)
“Anna...” panggil Angga ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil untuk pulang, Angga merasa tidak nyaman karena Anna dari tadi hanya diam. Angga lebih memilih Anna yang cerewet dan akan memarahinya karena telat menjemput atau sibuk bermain game dari pada hanya diam, bersikap seolah tidak pernah terjadi sesuatu.
“Na, gue minta maaf nggak seharusnya gue ninggalin lo tadi pagi sebelum masalahnya selesai.” Ujar Angga
Anna masih saja diam.
“Kita itu saling mencintai seharusnya kita itu saling bertahan dan menguatkan bukan saling seperti tadi pagi, lo nggak salah dan gue juga nggak salah hanya saja kita yang tidak saling mengerti apa yang kita mau,” sambung Angga
“Gue salah Ga, seharusnya gue nggak maksa lo buat berteman dengan cewek lain dan dengerin apa yang orang lain bilang tentang gue. Karena, mereka nggak bener-bener kenal gue.”
__ADS_1
Tangan kiri Angga mengenggam tangan kanan Anna, seperti biasa mereka menyalurkan perasaan mereka lewat genggaman itu tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari pada ini, Saat mereka mau meredam ego masing-masing hanya untuk memepertahankan hubungan mereka.
Angga menarikan seatbelt untuk Anna dan memasangkannya lalu dia menoreh ke arah Anna “gue nggak mau duit gue buat beli kuota ilang hanya karena lo nggak pake seatbelt.”
“Apa urusannya antara pake seatbelt ama beli kuota?” Tanya Anna.
“Kalo ditilang kan harus keluar duit Na.”
“Cowok yang selalu ada buat lo, ngeluangin waktu buat nge-date sama lo bakalan kalah sama cowok yang sering begadang buat masa depan lo.” Ujar Angga
“Emangnya lo memperjuangkan apa buat gue? Lo begadang cuma buat main game yang nggak penting, nanti lo malah jadi tambah **** kebanyakan nge-game,” cibir Anna
“Ya jelas jadi GM lah.” Jawab Angga tanpa berpikir lagi
__ADS_1
“Bodoamat Ga!”
Angga meminta Anna agar mendekat ke arahnya, Anna menatap Angga dan kedua manik mata mereka bertemu meskipun mereka sudah terlalu sering beratatapan seperti sekarang tetapi entah mengapa hal ini mampu membuat jantung Anna berdegup dengan cepat dan membuat Anna merasa gugup.
Anna menutup matanya karena dia merasa bahwa Angga akan memberikan satu kecupan di dahinya. Namun, beberapa detik kemudian Angga menempelkan jarinya di dahi Anna dan mendorong kepalanya.
“Cie yang udah GR,” ejek Angga “ lo pikir gue bakal cium lo? Mau banget ya lo di cium sama kembaran justin? Berani bayar berapa lo?” Tanya Angga sambil tertawa.
Anna menampar bibir Angga cukup keras, hari ini Angga begitu menyebalkan.
“Berisik lo.”
“Cie yang ngarep gue cium, dari kapan Anna berubah mesum kayak gini?” Angga menggoda Anna dengan memegang dagu Anna dengan gemas, Anna tidak mau menatap ke arah Angga yang terus menggodanya.
__ADS_1