Perfect Couple

Perfect Couple
2


__ADS_3

satu jam berlalu, Anna keluar dari kamarnya dengan penampilan yang rapi. Dia mengenakan terusan berwarna merah muda. Anna sama sekali tidak berdandan layaknya orang yang akan merayakan sesuatu yang istimewa. Karena, Anna begitu yakin bahwa Angga hanya akan mengajaknya memasak dirumah bersama dirumah Angga untuk merayakan hari jadi mereka yang memasuki tahu ketiga.Wajar saja toh, Angga memang selalu berusaha irit untuk hal apapun itu. Namun, harus diingat bahwa irit dan pelit tuh beda.Anna keluar dan berjalan kesamping rumahnya. Disanalah rumah Angga berada.


Anna melihat dari celah pagar rumah Angga. Ada abang tukang balon yang sedang menghias depan garasi. Anna mengerutkan dahinya bingung, Anna berpikir mungkin ada salah satu anggota keluarga Angga yang sedang berulang tahun. Namun setahu Anna kedua adik Angga, yaitu Anggi dan Anggun, masih lama ulang tahunnya. Mamanya angga juga baru seminggu lalu berulang tahun, masa iya papanya Angga dikasih kejutan sealay ini?


“Angga mainnn yukkk....” panggil Anna dari luar gerbang.


Angga yang mendengar suara Anna langsung mengumpat kesal. Dia tidak menyangka bahwa Anna sudah siap sekarang, bukannya 2 jam lagi. Kenapa Anna tidak berdandan lama seperti cewek lainnya yang memerlukan waktu untuk membuat alis selama berjam-jam?


Angga pun berjalan mendekati Anna. “Bisa nanti nggak datengnya? Jangan sekarang,” ujar Angga.


“Ck.” Anna berdecak pelan. “Kenapa sih emangnya, Ga? Bukain cepetan! Lo nggak liat apa hari ini tuh panas banget. Nanti kalo kulit gue gosong dan lo nggak cinta lagi sama gue, gimana?


“Bodo, gue nggak peduli.”


Angga meninggalkan Anna yang masih berdiri diluar dan membiarkanya berteriak meminta dibukakan pintu gerbang.


“Bang Angga kenapa ka Anna diem diluar ga disuruh masuk? Kasihan tau bang. Kak Anna nanti kepanasan,” komentar seorang cewek yang baru saja keluar dari rumah Angga dengan penampilan rapi


“Jangan dibukaun Gun, biarin aja disana,” jawab Angga.


“Dih Anggun kan mau pergi, jangan salahin Anggun dong kalo kak Anna masuk saat Anggun buka gerbangnya. Bye bang.” Pamit anggun


Satu langkah kemudin Anggun berbalik kearah Angga, Anggun mengulurkan tangannya kepada Angga. “Bang minta duit dong.”

__ADS_1


“Nggak ada.”


“Pelit.” Cibir Anggun. “Anggun mau minta duit ke kak Anna aja dengan jaminan Anggun bukain gerbang buat kak Anna.”


“Nih.” Angga langsung mengeluarkan satu lembar uang dua puluh ribuan dari sakunya


Anggun menatap tak selera uang yang di keluarkan Angga barusa, udah lecek dua puluh ribu lagi. Mana cukup dipake nongki-nongki sekarang?


“Dikit amat pelit nih bang Angga.”


“Udah syukur gue kasih, dasar celamitan,” cibir Angga


“Mau nggak nih? Kalo gamau yaudah gue masukin lagi ke kantong. Lumayan duitnya, bisa dipake beli nasi goreng.”


“Oke oke,” ucap Anggun dengan nada terpaksa dan mengambil uang dari tangan Angga.


Anggun segera pergi meninggalkan Angga karen teman-temannya sudah menunggu. Anggun membuka pintu gerbang dia melihat Anna yang masih jongkok didepan gerbang sambil memainkan daun-daun kering.


“Kak Anna, kata bang Angga masuk aja,” ujar Anggun. Anna tersenyum senang, kemudian dia membersihkan kedua tangannya dan berdiri.


“Rasain lo, Abang pelit! Tahu rasa.”


Angga melotot saat melihat Anna sudah berada dihalaman rumahnya, Angga mengumpat kesal semua ini pasti karena adiknya tadi. Dasar Anggun, tidak bisa diajak kompromi.

__ADS_1


“Udah gue bilang, lo tunggu diluar dulu ngapain masuk segala?”


“Tadi kata Anggun gue disuruh masuk,” jawab Anna tanpa dosa


“Mas Angga ini dekorasinya balonnya udah selesai.” Suara sorang pria melerai perdebatan Anna dan Angga


Angga segera sadar, lalu dia mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluhan ribu dari dompetnya dan di berikan ke pria tersebut


“makasih ya ini uangnya”


“Lo bilang kemarin lagi nggak ada duit, duit lo abis dipake main DOTA?” Tanya Anna melihat Angga dengan mudah mengeluarkan uang dalam nominal yang cukup besar.


“Bang bisa fotoin kita dulu nggak? Abang kan baik,” pinta Angga


Pria itu mengangguk, lalu dia mengambil ponsel Angga. Angga menyuruh Anna mendekat dan berdiri disampingnya


“Udah siap mas Angga?”


Angga mengangguk Anna dan Angga tersenyum saat poter mereka terekam dalam kamera.


“Nih mas Angga hasil fotonya,” ucapnya seraya menyerahkan ponsel ketangan Angga.


“Makasih ya Bang,” ujar Angga

__ADS_1


“Iya kalo begitu saya pamit dulu ya,”


Setelah abang tukang balon pergi, Anna lanngsung menatap Angga dengan tatapan selidik.


__ADS_2