
Angga tersenyum melihat Anna yang tidak mau menatap ke arahnya Angga tahu bahwa Anna sedanh malu, tangan kiri Angga kembali mengenggam tangan kanan Anna dengan erat dan penuh dengan kasih sayang.
“I love being yours,” ucap Angga dan belum ada reaksi sama sekali dari Anna dia tetap menatap ke arah depan. “I’m completely in love with you” tambah Angga “you’re mine.”
Barulah Anna menoleh ke arah Angga, kini Angga sudah menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sekarang fokusnya menjadi dua ke arah jalan dan sesekali menatap ke arah Anna.
“All i never wanted was to see you smiling,” Angga semakin erat menggenggam tangan Anna, satu senyuman terukir di wajah Anna.
“Because no matter what, i’d stiil choose you.”
Anna membutuhkan oksigen untuk bernapas dia sangat gugup jantungnya berdegup sangat kencang, Angga membuat Anna kembali jatuh cinta dan merasakan percikan-percikan cinta di dalam hatinya. Angga membuat Anna tidak bisa kemana -mana karena Angga telah membuatnya merasa nyaman dan terus bergantung kepada Angga.
“You’re the best one.”
__ADS_1
“Stay with me forever Na,” Angga mencium punggung tangan Anna kemudia tersenyum.
“Please be careful with me, sometimes i just get sad and i don’t know why. I’m sorry,” ujar Anna.
Tangan kiri Angga mengelus rambut Anna dengan lembut, Anna merasa Angga kadangan romantis kadang juga menyebalkan buktinya tadi Angah sangat menyebalkan dan sekarang berubah menjadi sangat manis.
Angga memutar lagu “ i was made for loving you” hal itu membuat Anna semakin terbawa perasaan, Angga memang egois dan dia tidak pernah memberikan kesempatan agar Anna mencari cowok lain lagi selain Angga, karena Angga percaya bahwa hanya dengan Angga semuanya lebih dari cukup.
“Cewek mah emang gitu Na, baru dikasih kata-kata manis doang aja udah baper gimana mereka nggak gampang sakit hati coba?”
“Kenapa emang Na?”
“Karena gue cinta sama lo, gue nggak mau kehilangan lo karena merindukan lo bukan suatu hal yang mudah.”
__ADS_1
“Gue akan jaga lo termasuk dari diri gue sendiri.” Kata Angga
Anna percaya tanpa Angga mengatakannya pun Anna sudah tahu bahwa Angga akan selalu menjaganya dan menyayanginya selama ini Angga tidak pernah membiarkan Anna menangis atau tersakiti atas kesalahannya yang di sengaja ataupun tidak di sengaja.
“Na, ada upil gue dihidung gue lihatin Na. Nggak enak banget” adu Angga sambil melebarkan lubang hidungnya ke arah Anna.
“Upil doang juga ngapain bilang sama gue, ngupil sendiri sana!”
“Gue kan lagi nyetir Na, nggak bisa ngupil sendiri,” rengek Angga.
“Tadi lo bisa megang tangan gue, masa ngupil doang ga bisa?”
Angga tersenyum lebar dan menampilkan sederet gigi putih nya ke arah Anna modusnya tertebak. Angga mencari upilnya sendiri lalu jari bekas ngupilnya diperlihatkan kepada Anna, Anna mengehelas napasnya lalu dia mengambil tissu dan dia basahi dengan air kemudian memebersihkan jari Angga dari upilnya.
__ADS_1
Meskipun Angga jorok banget seperti ini, tetapi Anna tetap mencintainya entah kenapa hal itu tidak membuat Anna ilfeel kepada Angga sama sekali, Anna tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu.