
SALING MEMAHAMI
( bodamat dengan rasa nyaman gue cinta lo di segala suasana )
Tatapan mata Anna tak teralihkan sedikit pun dia menatap Angga yang tengah bermain PS bersama adiknya Anggi, Angga meminta Anna datang kerumahnya pada malam minggu. Awalnya, Anna pikir Angga akan mengajaknya jalan keluar tetapi ternyata Anna hanya menonton Angga bermain PS.Angga memang menyebalkan.
“Na ambilin gue air dingin dong di kulkas.” Perintah Angga.
Anna berdecak sebal lalu dia berjalan ke arah dapur untuk mengambilkan satu botol air dingin dari dalam kulkas.
“Kak Anna ko bisa kuat sih ngadepin sikap nyebelinnya kak Angga?” Tanya Anggun yang mengikuti Anna ke dapur untuk mengambil satu kotak es cream.
Anna tersenyum kemudian menatap ke arah Anggun “mungkin karena kami udah terbiasa bersama kali ya? Jadi bagaimana pun sifat dan karakter Angga gue udah bisa nerima baik atau buruknya.”
“Suka berantem kak?”
“Sering kok,” jawab Anna
“Lalu apa yang membuat kak Anna bertahan sama kak Angga sampe sekarang?”
Anna tampak berpikir sejenak “Mmm ... apa yaa? Mungkin karena perasaan gue dan Angga sama, apapun masalah yang gue dan Angga hadapi nggak mungkin perasaan itu hilang begitu aja. Gue dan Angga sama-sama saling sayang.”
“ANNA BURUAN KATANYA LU MAU JADI ISTRI SALIHAH, TAPI NGAMBIL MINUM AJA SEABAD!” teriak Angga dari ruang televisi.
__ADS_1
Anna dan Anggun hanya tertawa mendengar teriakan Angga barusan. Lalu, Anna segera membawa botol minum itu ke ruang televisi Angga masih bermain serius bersama Anggi, setiap main bersama Anggi, Angga pasti selalu menang. Berbeda ketika Angga bermain dengan Dylan, Angga bisa kerok hanya dalam berapa menit saja.
“Nih.” Anna meletakan botol itu tepat disamping Angga, Angga tersenyum sekilas.
“Ngapain si lo nyuruh gue kesini kalo cuma di anggurin doang?” Sindir Anna
“Nggak di anggurin kok Na, ini kan lo lagi ngapel sama gue” sahut Angga
“Ngapel ya? Perasaan dari tadi main PS mulu deh! Gue cuma disuruh ambil minum, lo pikir tue asisten lo?” Cibir Anna
Angga terkekeh pelan. “Kan asisten pribadi sayang hehehe .... sebentar sayang tanggung bentar lagi selesai kok,” ujar Angga.
Anna cemberut, Angga selalu bilang “sebentar, sebentar” tahu-tahunya ampe 2 jam dia cuekkin Anna dan fokus dengan game.
“Na gue laper masakin mie dong,” pinta Angga.
“Katanya mau jadi istri salihah, itung-itung latihan jadi istri Gaga, Na.” Rayu Angga.
“Ish.”
“Kak Anna Anggi juga mau ya.” Kata Anggi.
Anna mengangguk. “Kalo kaya gini mendingan gue buka warteg aja sekalian.” Cibir Anna.
__ADS_1
Anna melangkahkan kakinya menuju dapur, lalu dia menuju lemari tempat penyimpanan mie instan dan mengambil beberapa bungkus. Tiba-tiba Anna merasa malam minggu sekarang begitu menyebalkan.
Beberapan menit berlalu, Anna kembali dengan dua mangkuk yang berisi mie instan.
“Duh enak ya bi Siti lagi pergi, ada bi Anna disini” ejek Angga sambil tertawa melihat raut wajah Anna yang sudah kesal.
Bi Siti adalah pembantu rumah tangga di rumah Angga yang sedang pulang kampung karena anaknya sakit.
“Na kalo kerja jangan nanggung dong suapin gue ya” kata Angga.
“Nggak mau.”
“Terus gue makannya gimana? Tangan gue dua-duanya lagi megang stik PS, masa gue makan dari mangkuknya langsung ke mulut.”
Anna menghela napasnya panjang, lalu dia mengambil mangkuk Angga dan menyuapinya, mungkin hal inilah yang membuat Angga tidak mau berpaling dari Anna, cewek yang begitu sabar menghadapi sifat dan hobi Angga.
“Lo bosan nggak sih Na pacaran sama gue?” Pertanyaan itu tiba-tiba bercetus begitu saja dari bibir Angga.
“Bosen sih pernah Ga.”
“Terus kenapa sampe sekarang lo masih bertahan sama gue?” Pancing Angga.
“Karena menurut gue bosen bukan alasan untuk meninggalkan.” Jawab Anna.
__ADS_1
Angga tersenyum lalu menyimpan stik PS-nya dan menatap seksama ke arah Anna “kalo lo ngerasa bosen sama hubungan kita, gue akan benturin pala lo ketembok sampe lo amnesia. Terus gue bakal bikin lo jatuh cinta sama gue lagi.” Anna mendengus Angga tertawa.
“Terus kalo gue selingkuh lo mau gimana Na?” Tanya Angga lagi.