Perfect Couple

Perfect Couple
6


__ADS_3

Setelah keluar dari area sekolah, Angga langsung naik angkot untuk menuju supermarket. Awalnya, Angga ragu untuk masuk ke


supermarket yang ada didepannya ini dia berpikir untuk minta tolong kepada orang lain. Namun tidak ada orang lain selain Angga disini, jadi mau tidak mau Angga harus masuk ke dalam supermarket itu.


Angga berjalan ke arah deretan barang-barang khusus cewek, kate memintanya membeli “roti jepang” dan kiranti untuk Anna, karena ternyata Anna tidak membawa ganti dan kiranti untuk meredakan sakit PMS Anna.


Ini kesalahan kerana Angga melihat banyak sekali merek ukuran “roti jepang”.


“Gue harus pilih yang mana?” Angga menggaruk kepalanya, dia tidak pernah bertanya hal sesensitif ini kepada Anna tentang merek pembalut yang biasa Anna gunakan.


Tangan Angga terulur untuk mengambil satu merek pembalut berwarna pink dengan gambar lucu bertuliskan “melody” Angga jadi inget kepada pacarnya Dylan, dia tidak tahu bahwa melody mempunyai produk seperti ini. Angga menutup matanya dia tidak bisa seperti ini, ini bukan Angga banget.


Penderitaan Angga belom selesai karena dia masih harus membeli kiranti dengan berbagai macam rasa dan kegunaan, satu persatu Angga membacanya. Yang pertama untuk pegal linu, kedua slin wanita sehat, dan yang ketiga adalah sehat datang bulan. Ini adalah pilihan yang mudah Angga langsung mengambil sehat datang bulan. namun kini, Angga dihadapkan dua pilihan: original atau orange juice.


“Duh Anna biasanya beli rasa apaan, sih?” Angga bermonolog

__ADS_1


“Kalo beli dua-duanya, duit gue menipis. Tapi kalo beli satu nanti salah lagi dan kena marah Anna,”


Angga masih menimbang-nimbang akan membeli rasa yang mana ketika seorang SPG supermarket datang menghampiri Angga.


“Ada yang bisa saya bantu, kak?”


Raut wajah Angga terlihat sangat kaget saat SPG itu bertanya, Angga tidak langsung bertanya dia masih kaget dan gengsi. Kedapatan berada di jajaran khusus perempuan.


Diseragam SPG supermarket itu tertempel nametag “Sari Asih”


“Ini mba saya mencari kiranti,” jawab Angga dengan suara pelan


Angga tidak menjawab dia meneruskan mencari kiranti yang ada didepannya


“Buat pacarnya ya kak? Pacarnya suka yang original atau ada rasanya?”

__ADS_1


Kalo Angga tahu rasa apa yang sering diminum oleh Anna dia tidak akan kebingungan seperti ini, daripada menundakan waktu lebih lama lagi Angga memutuskan untuk membeli dua botol yang berbeda.


Angga menunggu sampai kasir sepi dia malu harus membayar tiga barang ini ketika kasir ramai. Setelah kasir sepi, barulah Angga menuju kasir penjaga kasir tersenyum ramah penuh arti ketika Angga meletakan barang belanjaannya dimeja kasir


“Buat pacarnya, kak?” Pertanyaan sama yang membuat Angga muak, tetapi Angga hanya mengangguk tanpa bersuara.


“Kok mau sih disuruh beli yang kayak begini, ga malu emangnya?” Tanyanya sambil memasukkan barang Angga ke kantong kresek berlogo supermarket.


Tanpa basa-basi Angga langsung membayar dan keluar Angga bersumpah tidak akan kembali ke supermarket itu seumur hidupnya, Angga langsung naik angkot untuk kembali kesekolah.


“Disuruh beli apa, Ga?” Tanya pak Agus saat Angga baru melewati gerbang sekolahnya.


“Kepo amat sih, pak.”


“Kepo is care, Ga HEHEHE.”Pak Agus tertawa entah dari mana asalnya dia mengetahui kalimat itu. Lalu pak Agus memeriksa isi kantong belanjaan Angga, tiba-tiba kerutan di dahi pak Agus terlihat jelas dia kebingungan.

__ADS_1


“Kok ada kiranti sama pembalut? Buat siapa? Masa Dylan make yang beginian?” Selidik pak Agus.


“Biasa dylan PMS makannya hari ini dia sensian terus.” Ujar Angga berbohong “kalo gitu Angga duluan ya pak.” Pamit Angga dan langsung menuju keruang kesehatan sekolah, Angga melihat Anna yang masih berbaring di kasur pelupuk mata Anna basah pasti dia habis menangis selagi Angga tidak ada.


__ADS_2