Perfect Couple

Perfect Couple
4


__ADS_3

TAMU BULANAN


(sudah biasa kamu jadi sensitif kaya pantat bayi sebulan sekali. Namun, aku tetap cinta)


Ponsel Angga berbunyi pagi itu. Satu panggilan masuk mengahampirinya, dan tertulis ID caller I.D “Teddy Bear”. tanpa menunggu lebih lama, Angga langsung menempelkan ponsel itu ke kupingnya.


“Pagi beruangku sayang,” sapa Angga ceria.


“Apa? Gue secantik ini disamain sama Beruang? Najis ya lo Ga, pokonya gue benci sama lo TITIK!”


Angga menghela napasnya, lalu melirik kalender dinding dikamarnya.


Ini pasti saatnya Anna berubah jadi singa, seperti bulan-bulan biasanya, batin Angga.


Belom apa\-apa sudah kena semprot Anna, pagi yang apes. Angga turun dari kamarnya dan langsung sarapan, dia tidak boleh terlambat menjemput Anna karena itu akan mempercepat perubahan Anna menjadi singa.


Setelah selesai, Angga langsung menunggu Anna didalam mobil. Didepan rumah Anna, Hal ini bukan karena Angga takut bertemu dengan orang tua Angga. Toh, mereka sudah pacaran cukup lama dan keluarganya saling mengenal satu sama lain.

__ADS_1


Angga menunggu didalam mobil untuk mengantisipasi jika Anna tiba\-tiba meledak dan mengajaknya bertengkar, cewek yang sedang datang bulan memang tidak bisa ditebak.


Anna masuk ke dalam monil Angga dengan raut wajah kusut. Keadaan menjadi canggung biasanya mereka selalu saja mempunyai topik pembicaraan, tetapi ketika Anna sedang PMS hal itu tidak berlaku, Angga menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar dan begitu hati\-hati. Antisipasi kalo bertemu polisi tidur karena jika Angga tidak hati\-hati Anna akan mengamuk.


“Gimana Na tidurnya nyenyak?” Tanya Angga mencari topik pembicaraan.


“Apaan sih lo nanya\-nanya? Nggak penting!” Ujar Anna ketus.


Tangan kiri Angga mencoba mengenggam tangan tangan kanan Anna, tetapi Anna langsung menepisnya


Harus ekstra sabar. Angga memilih Anna bukan karena kecantikan atau kebaikannya, melainkan ketika bersama Anna, Angga merasa bahwa dia adalah lelaki sejati.


“Udah sarapan Na?” Angga mencoba mencairkan suasana lagi.


“Nggak nafsu orang dirumah pada nyebelin semuanya, mana tadi vina lama banget lagi dikamar mandi. Udah tau ditungguin kamar mandinya masih aja nyanyi\-nyanyi gajelas.” Cerocos Anna


Angga melihat jam tangan yang tertempel dipergelangan tangannya, Pukul 06.30 masih ada waktu 30 menit lagi sebelum gerbang sekolah ditutup, jarak rumah mereka kesekolah cukup dekat hanya perlu waktu 8\-10 menit.

__ADS_1


Setibanya disekolah Angga langsung sigao membukakan pintu mobil untuk Anna, satu tangan Angga terulur untuk membawakan tas Anna, tangan Anna memegang perut dan wajahnya pucat.Apa hari pertama PMS memang sesakit itu?


“Lo nggak apa\-apa kan Na? Apa gue anter pulang lagi aja biar lo istirahat dirumah? Tanya Angga khawatir.


Anna menggeleng. “Gue nggak apa\-apa, udah terlanjur disekolah juag, Ga”


“Tapi muka kamu pucat sayang, aku khawatir takut kamu kenapa\-kenapa.”


“Kalo gue bilang nggak apa\-apa ya berarti nggak apa\-apa! Nggak usah bawel!” Bentak Anna lalu dia berjalan menuju ke kelasnya meninggalkan Angga yang masih berdiri disamping mobil.


Angga menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah marah atau pun ilfeel dengan sifat Anna yang seperti ini karena Angga tahu bahwa yang harus Angga lakukan adalah memahami sifat Anna bukan malah membencinya, bagi Angga kebahagiaan seorang perempuan adalah harga diri bagi seorang lelaki.


Jika Anna menangis karena sikap atau perbuataannya, Angga akan merasa bersalah. Meskipun Angga melakukannya dengan tidak sengaja.


bukan Angga tidak bisa mencari cewek selain Anna, hanya saja Angga sadar arti sebuah setia itu adalah ketika dia menemukan seseorang yang lebih baik daripada Anna, tetapi Angga tetap memilih Anna karena yang baru belom tentu mengerti dirinya seperti Anna.


Angga juga pernah merasa dititik jenuh hubungannya dengan Anna, sampai\-sampai mereka tidak saling sapa berapa hari. Namum rasa rindu dan membutuhkan mengalahkan segalanya.

__ADS_1


__ADS_2