Perfect Couple

Perfect Couple
Honeymoon


__ADS_3

Menjelang malam, Keluarga Refan sedang bersiap untuk makan malam bersama, sambil asik mengobrol.


"Dad, Abang izin besok mau malam mingguan ke puncak ya bareng temen-temen Abang juga." ijin Abil menatap Daddy-nya.


"Gerry ikut?"


"Ikut, Mom."


"Yaudah kalo Mommy sih terserah Daddy aja."


Abil menatap Refan memohon "Boleh ya, Dad? Please"


Refan mengangguk "Iya boleh. Yang penting nanti hati-hati di sana."


"Abang nanti berangkat kapan?" tanya Alesha.


"Besok Mom." jawab Abil


"Besok? Terus kalian mau naik apa?" tanya Refan.


"Nanti bawa mobil Abang sama Gerry, boleh kan Dad."


"Yaudah,Yang penting kalo pada capek atau ngantuk langsung nepi istirahat dulu. Baru lanjut jalan lagi." nasihat Refan.


"Siap, Dad!" jawab Abil.


*******


Beberapa teman Abil dari subuh sudah berada di rumahnya, mereka masih menunggu teman-temannya yang lain.


"Ger, lo udah kasih tau yang lainnya kan." tanya Abil pada Gerry.


Gerry mengangguk. "Udah kok, palingan bentar lagi sampe."


Refan dan Alesha baru saja turun, setelah memastikan jika Ramon dan Riza tertidur lagi setelah melaksanakan sholat subuh.


"Abang emang berangkatnya gak kepagian?" tanya Alesha melihat jam masih menunjukkan pukul 05.13 pagi.


"Enggak Mom, kita berangkat pagi biar nggak kena macet." Alesha mengangguk paham dengan yang di maksud Abil.


Alesha berjalan kearah dapur untuk menyiapkan sarapan "Mas! Mau kopi atau teh?" tanya Alesha sedikit teriak kepada Refan yang sedang duduk diruang tamu.


"Teh aja sayang." Balas Refan tak kalah keras.


Alesha dengan sigap segera menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya,serta teman-teman Abil.


"Nanti jalannya nyantai aja ya, hati-hati jangan kebut-kebut." ujar Refan diangguki Abil.


Abil langsung duduk di samping Refan sambil menyengir kuda menandakan ada yang ingin ia minta dari Refan.


"Apaan kamu deket-deket Daddy, pasti ada maunya ya? Persis kaya Alesha sebelas dua belas kamu." ujar Refan menggelengkan kepalanya.


"Apanya yang sebelas dua belas kayak aku, Mas?" tanya Alesha yang baru saja muncul dari dapur dengan membawa beberapa makanan di tangannya.


"Nih Abil kalo ada maunya pasti cengar-cengir kaya kamu." cibir Refan yang mendapat pelototan dari Alesha.


"Enak aja cengar-cengir."


"Abang kan emang anak Mommy, wajar dong sifatnya sama."


"Ya udah cepet mau apa?" tanya Refan akhirnya menuruti kemauan Abil.


"Nanti tambahin uang jajan Abang ya Dad."

__ADS_1


Refan mengangguk "Iya nanti Daddy transfer."


"Makasih Dad." ujar Abil diangguki Refan.


"Yaudah yuk sarapan dulu. Ayo Mas keruang makan." Ajak Alesha menggandeng tangan Refan.


"Om sama kak Alesha ke ruang makan aja pake pegangan tangan segala, Gerry juga iri." ujar Gerry melihat kedua tangan Refan dan Alesha yang saling bertautan.


Alesha dan Refan hanya terkekeh mendengar gerutuan Gerry. Mereka makan dengan tenang pagi ini.


Abil mengecek ponselnya yang daritadi berbunyi terus menerus "Mom, sebentar lagi kita berangkat."


"Iya."


"Bang, kamu udah siap semua emang?"


"Udah dong, Dad. Tinggal nunggu yang lain aja."


Selang beberapa menit akhirnya teman-teman Abil pun datang.


"Assalamualaikum." salam teman-teman Abil memasuki rumah.


"Wa'alaikumussalam." jawab Abil menyuruh mereka semua masuk.


"Gue numpang sarapan dong bil." ujar Zidan tidak tau diri.


"Kebiasaan banget setan." sungut Wenki malu dengan sikap temannya, sebenarnya bukan malu, tapi mereka segan dengan ibu sambung Abil.


Abil menggeleng pelan dengan tingkah temannya, sudah biasa melihat teman-temannya seperti itu.


"Udah yok masuk dulu." ajak Abil memasuki rumah diikuti kedua temannya.


Akhirnya mereka semua masuk dan langsung memenuhi ruang tamu seketika. Alesha datang menghampiri mereka semua dan tidak lupa membawa makanan ringan dan minuman, kemudian ia duduk di samping Refan.


Alesha terkekeh pelan "Bisa aja kamu Vin,"


"Kak, Jay laper nih. Boleh minta makan nggak?" ujar Jay menatap Alesha dengan wajah memelas.


"Alah stres lo! Malik juga laper, kak. Boleh ya numpang makan disini juga?" ujar Malik yang mendapatkan lemparan bantal dari Jay.


Alesha menggelengkan kepalanya heran ada-ada saja tingkah laku mereka semua, Alesha memang menyuruh mereka memanggilnya kakak agar terlihat lebih akrab dan juga agar teman-teman Abil tidak canggung dengannya.


"Yaudah kakak buatin Nasi Goreng aja ya? Kalian belum pada makan semua kan, kalo masak yang lain takut gak keburu." Mereka semua kompak mengangguk sebagai jawaban.


Gerry dan Brian hanya diam, mereka sudah ikut sarapan bersama mereka tadi sebelum teman-temannya datang.


"Yaudah kakak buatin dulu, tunggu sebentar ya itu makanin aja dulu camilannya." Alesha berlalu ke dapur segera menyiapkan sarapan untuk mereka semua.


Mereka semua sudah selesai sarapan dan siap untuk berangkat, dan tidak lupa pamitan terlebih dahulu kepada Refan dan Alesha.


*****


"Mommy! Adek laper." pekik Riza menuruni tangga sambil berlari.


"Jangan lari-lari,makan ya tinggal makan, ngapain laporan segala?"


"Ada makanan apa, Mom?" tanya Riza.


"Kamu ya kebiasaan itu makanya kamu cek diruang makan ya, Mommy kan udah siapin."


"Maklum Mom masih ngantuk tapi udah laper hehe."


"Makanya abis bangun tidur itu langsung cuci muka dulu biar segeran. Jangan langsung nyari makanan aja." cibir Alesha sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Akhirnya Riza pergi keruang makan untuk sarapan, Refan dan Alesha melanjutkan waktu santainya diruang tamu hanya berduaan.


"Yang?" panggil Refan menatap wajah ayu istrinya.


"Kenapa, Mas?" tanya Alesha menoleh yang langsung mendapati Refan tengah menatapnya.


"Enggak,Aku cuma mau ajakin kamu honeymoon." ujar Refan menenggelamkan wajahnya di cekuruk leher Alesha.


"Honeymoon?" tanya Alesha mengernyitkan keningnya.


"Ya aku intinya cuma mau ajak kamu liburan aja gitu, aku tau kamu pasti capek ngurusin anak-anak dan aku, lagian kita juga belum pernah honeymoon kan yang semenjak nikah."


Alesha tersenyum menyandarkan kepala Rey di bahunya. "Mas, ngurusin kamu dan anak-anak itu udah kewajiban aku sebagai seorang istri. Kalo ditanya capek atau enggaknya ya pasti aku jawab capek lah bayangin aja ngurusin empat orang anak yang berbeda sifat dan tingkah lakunya belum lagi ngurusin suami yang manja kayak kamu, tapi balik lagi Mas,itu semua kewajiban aku sebagai seorang istri. walaupun capek tapi itu nggak kerasa sama sekali, ya karna semangat aku juga ada dikalian."


Refan menarik tengkuk Alesha dan mencium kilas bibir istrinya." Makasih sayang, kamu udah jadi istri dan ibu yang baik buat aku sama anak-anak aku, aku tau betapa capeknya ngurus mereka apalagi Riza, tapi kamu tetep sabar ngadepin mereka, aku salut sama kamu yang."


"Aku pengen habisin waktu berdua sama kamu, Mas gak sabar pengen gendong Ganendra junior." ujar Refan mengusap perut rata Alesha.


"Semoga dia sehat terus ya Mas, aku masih gak tega sih ninggalin anak-anak." ucap Alesha.


"Kamu tenang aja sayang, anak-anak pasti ada yang jaga,lagian aku mau ajak kamu jalan-jalan ya anggap aja ini quality time kita berdua, kalo di rumah kan nanti di gangguin Riza mulu."


"Emang mau kemana sih Mas?" tanya Alesha penasaran.


"Kamu maunya kemana?" tanya balik Refan.


"Ih aku nanya malah balik nanya, kan kamu yang ajak liburan, lagian kamu ada-ada aja sih, ngajak honeymoon pas benihnya udah jadi." ucap Alesha sedikit frontal.


"Yaudah gini aja kamu lagi pengen banget pergi kemana gitu nggak? Nanti aku ikut aja, aku kan mau nyenengin istri."


"Aku pengennya ke Swiss Mas, iya impian aku pengen ke sana."


Refan tersenyum."Yaudah besok Mas pesenin tiketnya ya?"


"Kok cepet sih Mas, kasian Kaira, Ramon sama Riza nya, lagian Abang juga baru berangkat ke puncak."


Refan mencium gemas hidung istrinya."Ya gampang, kita berangkat setelah Abang pulang. Nah aku booking dari sekarang kan udah bisa." Alesha hanya mengangguk setuju dengan usulan Refan.


"Yaudah Mas iya."


Sedang asiknya berbincang-bincang tiba-tiba Ramon muncul begitu saja


Ramon dengan segera duduk diantara Refan dan Alesha memisahkan jarak duduk kedua orangtuanya, dan itu membuat Refan mendengus kesal dengan anaknya "Ngapain sih kamu nyempil di tengah."


"Daddy tega sama Ramon."


Refan menaikan alis sebelah kirinya bingung "Maksudnya?" tanya Refan tidak mengerti.


"Daddy sama Mommy mau jalan-jalan ke Swiss tapi gak ngajak Abang." keluh Ramon mengerucutkan bibirnya.


"Kamu sama adek kan masih sibuk sekolah, tapi kalo Abang gak ngijinin ya Mommy sama Daddy gak bakal pergi." ujar Alesha dengan lembut.


"Iya Bang, biarin Daddy sama Mommy berduaan dulu dong,Daddy tuh mau ajak Mommy pacaran, masa kemana-mana harus bawa buntut, empat pula buntutnya." keluh Refan merasa waktunya bersama Alesha hanya ada saat malam saja.


Ramon mendengus pelan "Halah! bilang aja Daddy gak mau digangguin sama anak-anaknya! Makanya mau berduaan doang sama Mommy." cibir Ramon menyembunyikan wajahnya di balik batal sofa.


"Emang bener Daddy mau berduaan sama Mommy, lagian kalo libur sekolah juga kan pasti Daddy ajak liburan."


"Ya tapi aku belum pernah liburan sama Mommy, Dad."


"Iya kan udah Daddy bilang libur sekolah kita holiday bareng."


"Terserah Daddy." ujar Ramon berjalan memasuki kamarnya tanpa memperdulikan ucapan Refan.

__ADS_1


Refan menggeleng pelan, dia memaklumi sifat anak-anaknya yang manja dengan Alesha, sebab mereka masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu yang tidak mereka dapatkan selama ini, mungkin Alesha bisa mengubur rasa sedih mereka terhadap Clara.


__ADS_2