
MASALAH YANG SAMA
( bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama yang datang pertama atau yang paling perhatian melainkan tentang siapa yang datang dan tidak pergi )
Seorang cewek tersenyum ke arah Angga saat Angga dan Anna baru saja turun dari mobil dan berjalan kelas Anna, Angga memang selalu mengantar kan Anna ke kelasnya terlebih dahulu.
“Kak Angga” panggil cewek itu
Angga dan Anna menoleh secara reflek ke sumber suara itu, cewek itu melaimbaikan tangan ke arah ke duanya.
“Nggak usah dilihatin Na, udah masuk aja ke kelas” ajak Angga.
Anna menggeleng dia tidak mau seperti itu Anna menggenggam tangan Angga dan menghampiri cewek yang tadi memanggil Angga.
“Ada apa?” Tanya Anna ketika dia dan Angga sudah berada di depan cewek itu.
“Anna lo masih kenal gue?” Tanya cewek itu.
Anna mengerutkan dahinya dia tidak mengenali cewek yang beridiri di depannya ini hanya satu hal yang ada dipikiran Anna saat ini, cewek yang ada di depannya sekarang adalah salah seorang fan Angga, terbukti dia masih aja memanggil Angga meskipun sedang bersamanya.
__ADS_1
“Gue Putri dulu gue selalu ditolongin sama kak Angga waktu gue di-bully sama temen-temennya, sayangnya kak Angga sampe saat ini masih saja pacaran sama Anna, gue pikir kalian nggak akan seawet ini” Putri menjelaskan tanpa rasa risi.
Anna menoleh ke arah Angga menunggu responnya, sampai detik ini Anna masih tidak mengerti mengapa Angga harus dia ketika cewek yang mengaku fannya.
“Gue nolongin lo dulu karena gue nggak suka ada yang bully cewek di sekolah, terlebih lagi yang bully lo itu temen-temen gue.” Kata Angga datar.
Putri tersenyum mendengar perkataan Angga barusan lalu dia memberikan kotak makanan yang sedari tadi dipegangnya kepada Angga.
“Buat kak Angga, Putri masak sendiri lho”
Angga hanya menggeleng dan menolaknya dengan halus “nggak perlu makasih ya” ujar Angga “yuk Na kita ke kelas sekarang” Angga menggandeng tanga Anna.
“Nggak baik menolak rezeki Ga, hargain dong di masak sendiri lho.”
Putri menelan ludahnya dengan susah payah dia tidak tahu kalo keadannya akan menjadi canggung seperti ini, Anna terlihat begitu dewasa dan Angga begitu menjaga perasaan Anna, keduanya saling melengkapi.
“Kami duluan ya Putri, yuk Ga!” Anna menarik lengan Angga dan berjalan ke kelasnya.
Tak ada percakapan di antara mereka berdua, tidak seperti biasanya Angga bingung harus memulainya dari mana sedangkan Anna tidak mau memulai percakapan terlebih dahulu.
__ADS_1
“Na kalo lo nggak suka sama putri gausah bersikap kaya gitu tadi” ujar Angga.
Anna menoleh ke arah Angga lalu dia menggelengkan kepalanya Angga masih tetap sama selalu berpikiran Anna marah terhadap suatu hal kecil seperti ini, padahal Angga sudah tau bahwa Anna hanya cemburu kepada Shasa.
“Kenapa gue harus nggak suka sama putri?”
“Emang nya lo nggak cemburu sama Putri, Na?” Angga menghentikan langkahnya, Anna ikut berhenti di sampingnya.
“Cemburu karena hal sepele itu cuma berlaku buat remaja labil soalnya mereka tidak percaya kepada pasangannya, gue percaya sama lo Ga, lo nggak akan mungkin khianatin gue. Jadi kenapa gue harus cemburu sama orang baru?”
Angga tidak menemukan kebohongan dari yang dikatakan oleh Anna namum tetap saja rasanya aneh jika Angga menerimana sesuatu dari cewek lain didepan Anna, Angga hanya ingin
menghargai Anna sebagai pacarnya dia tidak mau berhubungan dengan cewek lain agar Anna merasa spesial karena hanya dia yang hadir di dalam hidup Angga.
“Lo nggak sayang Na sama gue? Udah bosen?”
Anna kesal karena Angga bertanya seperti ini menurut Anna pertanyaan itu tidak ada gunanya, jika Anna tidak sayang kepada Angga. Untuk apa dia bertahan sampai sejauh ini?
“Lo salah makan apa si, Ga tadi pagi? Omongan lo ngaco bener.”
__ADS_1
Angga membuang kotak makan yang diberikan oleh Putri ketempat sampah, lalu dia menatap Anna “Gue nggak perlu pemberian apa pun dari cewek lain yang jelas-jelas cari perhatian sama gue, gue lebih suka makan mie instan buatan lo. Jadi, untuk apa gue melakukan pecintrann agar mereka merasa gue hargai? Asal lo tahu Na saat gue melakukan hal itu mereka akan merasa bahwa gue memberi mereka harapan, gue nggak mau itu terjadi karena itu menyakiti perasaan lo.”