
Rico akhirnya mengerti dan segera menyusul, melihat Rico yang hendak pergi bersama, ekspresi lega terlihat di wajah Dave.
Dia menepuk–nepuk pundak Rico dan berkata.
“Tenang saja, ada saya, kamu tidak akan dipukuli”
Rico hanya bisa tertawa pasrah, dia menetapkan hatinya untuk menyusul Dave demi mempertahankan pekerjaannya, dia dan Dave adalah rekan satu tim, kalau Dave pergi sendiri, dan atasan sampai mengetahui hal itu, bisa–bisa dia dipecat.
Segera, Dave dan yang lainnya berangkat menuju perusahaan Pak Tantono yang alamatnya tertera didalam data pelanggan, kantornya tidak besar, hanya dua tingkat, bahkan papan nama yang tergantung didepan pintu perusahaan sudah terlihat usang.
“Apakah perusahaan ini sudah bangkrut? Apa ada orang didalam?”
Yvonne melihat papan nama yang ada didepan pintu dan berkata dengan khawatir.
Kalau perusahaan sudah bangkrut, dan orangnya sudah kabur, maka ini akan menjadi piutang tidak tertagih.
“Ayo lihat kedalam”
Dave berkata dan langsung melangkah masuk.
Baru memasuki perusahaan, sudah terdengar suara teriakan dari orang–orang yang sedang minum dan berjudi, bahkan asap rokok juga terlihat mengepul, dan ada suara nafas yang terengah–engah.
Didalam lobi perusahaan terlihat tujuh delapan orang pria yang bertelanjang dada dengan tubuh kekar yang dipenuhi tato sedang bermain kartu dan merokok, mata mereka semua terlihat memerah.
Melihat pemandangan seperti itu, Rico langsung menyesali keputusannya, dia menarik narik lengan baju Dave dengan ringan.
“Kak Dave, bagaimana kalau kita kembali lagi lain hari?”
Raut wajah Yvonne juga terlihat kurang baik, dilihat dari sisi mana pun ini tidak terlihat seperti sebuah perusahaan, lebih terlihat seperti markas preman.
“Karena kita sudah disini, bagaimanapun harus menemui bosnya terlebih dulu”
Dave menyatakan ketidak–kesetujuannya.
__ADS_1
Saat itu, ada orang yang menyadari kehadiran Dave bertiga lalu berdiri.
“Kalian bertiga ada urusan apa disini?”
“Kami dari PT Damai Kimia, kami datang untuk menemui Pak Tantono"
Dave berkata dengan tenang.
“Menagih hutang?”
Orang itu langsung bisa menebak maksud kedatangan Dave dan yang lainnya, dia mengernyitkan keningnya dan berkata.
“Kak Tantono tidak ditempat, enyahlah, jangan merusak suasana hati kami yang sedang main kartu”
Selesai berkata, orang itu bersiap kembali melanjutkan permainan kartunya, namun baru beranjak dua langkah, tiba–tiba ada seorang gadis muda yang memakai riasan tebal dan terlihat mempesona, namun sudah kehilangan keperawanannya sebagai seorang gadis sejak lama, sedang berjalan turun.
“Vito, Kak Tantono menyuruh mereka naik keatas"
Pria kekar itu mengangguk.
“Naik keatas”
Setelah berkata pria kekar itu kembali memainkan kartunya, gadis itu melirik Yvonne–lalu bergumam.
“Kalian ikut denganku”
Dave dan yang lainnya mengikuti gadis itu keatas, Rico ketakutan hingga sekujur tubuhnya gemetaran, dia hampir pingsan saat menaiki tangga.
Saat itu, di ruangan kantor dilantai dua, Pak Tantono sedang memegang sebuah cerutu, kedua kakinya terangkat diatas meja, dan dia sedang menyenandungkan sebuah lagu dengan santai.
Banyak tisu yang berserakan di lantai, dan udara di ruangan itu sangat tidak sedap, berbau busuk dan amis, tidak perlu menebak kejadian apa yang baru saja terjadi di tempat ini.
Segera, gadis itu membawa Dave dan yang lainnya menuju ke dalam ruangan, Pak Tantono yang sedang memegang cerutu itu menjatuhkan tatapannya pada tubuh Yvonne.
__ADS_1
“Dari PT Damai Kimia?”
Pak Tantong bertanya dengan santai.
“Benar” Dave menganggukkan kepalanya.
“Uang untuk membayar hutang kepada kalian sudah saya siapkan sejak awal”
Sambil berkata, Pak Tantono mengedipkan mata kepada gadis yang membawa Dave dan yang lainnya ke ruangan dan dia pun segera membuka brankas yang ada disampingnya.
Uang kertas yang ditumpuk rapi terlihat memenuhi brankas itu, jumlahnya mungkin lebih dari 1 miliar.
Rico dan Yvonne langsung bersemangat ketika melihat sikap Pak Tantono yang begitu memuaskan, mereka tidak menyangka semuanya akan selancar ini, dan Pak Tantono tidak terlihat seperti apa yang tertulis didalam data informasinya, yang tidak mau membayar hutang dan memukuli orang yang datang menagih.
Hanya Dave yang menyeringai, dia tahu kalau Pak Tantono tidak akan membayarkan hutang ini begitu saja.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...
__ADS_1