PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Jalur Pintas


__ADS_3

Tersirat pandangan menghina saat Billy melihat Dave yang berada di belakang Mona, lalu dia menggandeng tangan Mona untuk berjalan ke depan.


Dave hanya bisa mengikuti di belakang, sementara Billy dan Mona sedang berbisik.


“Jika kamu tidak ingin dia bekerja di sini, aku hanya akan melengserkan saat wawancara nanti, lagian hari ini giliranku untuk mewawancarai”


Ucap Billy dengan suara kecil.


“Jangan melakukan dengan jelas, jika dia akan memberitahu ayahku, ayahku akan memarahiku. Pria ini baru saja keluar dari penjara, pakai alasan itu untuk menolaknya saja”


Bisik Mona pada telinga Billy.


Mereka takut Dave akan mendengarnya, namun mereka tidak tahu bahwa Dave mendengar setiap ucapan mereka berdua, kemampuan pendengaran Dave tidak seperti orang normal pada umumnya.


Dave di belakang tertawa dingin. Dave tidak peduli apakah dia bisa lulus wawancara atau tidak, lagian dia hanya menjalankan formalitas saja.


Setelah mengikuti Mona dan yang lainnya ke lantai bagian daftar penjualan, Mona menunjuk ke Billy lalu berkata kepada Dave.


“Kamu ikut saja dengannya, ingat apa yang aku katakan, jangan ada yang tahu bahwa kita saling kenal”


Dave mengangguk, lalu mengikuti Billy ke ruang wawancara. Sudah ada banyak orang yang menunggu di luar saat ini, dan mereka semua datang untuk ikut wawancara.


Ini adalah perusahaan besar dengan banyak manfaat baik, jadi orang yang datang melamar kerja juga sangat banyak, termasuk para mahasiswa dari universitas ternama.


“Tunggu sebentar di luar, nanti akan ada orang yang memanggilmu”


Selesai berbicara, Billy berjalan masuk ke ruangan, sementara Dave mencari kursi untuk duduk dan beristirahat.


“Hei, apakah kamu juga ke sini untuk wawancara?”


Seorang pria berkacamata duduk di sebelah Dave dan bertanya kepadanya.


“Iya!” angguk Dave.

__ADS_1


“Kamu lulusan universitas mana? Setahuku, wawancara kali ini diisi oleh banyak orang yang lulus dan universitas ternama."


"Lihatlah gadis yang memakai rok itu. Aku dengar dia lulusan Universitas Indonesia, dan pria dengan ransel itu lulusan Universitas Padjajaran.”


Pemuda itu berkata pada Dave dengan ekspresi iri.


“Aku dari Sekolah Bisnis Harapan”


Dave tersenyum kecil.


“Mahasiswa dari Harapan?”


Pemuda itu terkejut sejenak lalu berkata dengan heran.


“Kamu sungguh berani datang ket perusahaan ini untuk wawancara hanya dengan ijazah seperti ini. Sekolahmu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Institut Teknik Bandung ku”


Pemuda itu dengan bangga memandang Dave, akhirnya dia menemukan seseorang dengan ijazah yang tidak lebih baik dari miliknya.


Dave hanya diam dan tersenyum.


“Semua orang menyerahkan resume Anda kepada saya, lalu kalian akan dipanggil untuk diwawancara secara berurutan”


Mendengarnya, semua orang buru–buru menyerahkan resume mereka yang telah disiapkan dengan hati–hati, hanya Dave yang duduk tak bergerak.


“Tuan, mana resume mu?”


Gadis itu bertanya karena melihat Dave tidak bergerak!m.


“Aku tidak menyiapkan resume”


Jawab Dave santai.


Gadis itu terkejut ketika dia mengetahui bahwa Dave tidak menyiapkan resume untuk wawancara, namun dia tetap berkata.

__ADS_1


“Tuan, siapa namamu, aku akan memanggilmu nanti”


“Namaku Dave!” kata Dave.


Gadis itu mengangguk, berbalik masuk ke ruangan.


Semua orang memandang Dave seperti orang idiot, mengenakan setelan jas using dan juga tidak menyiapkan, bagaimana mungkin dia bisa lulus wawancara.


Hanya pemuda yang baru saja berbicara dengan Dave, dia memandang Dave dengan sedikit aneh lalu berbisik.


“Hei, apakah kamu memiliki kerabat dan masuk melalui jalan pintas?”


Dave tertegun sejenak, tidak tahu mengapa pemuda ini bisa bertanya seperti itu.


“Kamu pasti lewat jalur pintas, jika tidak kenapa kamu tidak menyiapkan resume, dan orang yang membawamu ke sini tadi, aku lihat dia adalah eksekutif di perusahaan ini, pantas saja kamu begitu tenang”


Senyuman terpampang di wajah pemuda itu. Sambil tersenyum, dia mengeluarkan sekotak permen karet dari sakunya untuk diberikan kepada Dave.


Dave tanpa sungkan mengambilnya dan langsung memasukkan permen karet itu ke mulutnya.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...

__ADS_1


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...


__ADS_2