PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Tidak tahu apa itu menyesal


__ADS_3

Dave bertindak demi dirinya, Yvonne juga berencana mengorbankan nyawanya, dia tidak boleh berdiam diri dan melihat Dave dibunuh begitu saja dihadapannya.


Angin kencang bertiup kearah Yvonne, Yvonne yang ketakutan menutup matanya, sedangkan tangannya menarik Dave dengan erat kebelakang tubuhnya.


“Yvonne….”


Mona juga tidak dapat menahan dirinya dan berteriak.


Meskipun dia baru mengenal Yvonne, tapi Mona merasa Yvonne adalah orang yang baik, berpengetahuan luas, sangat disukai oleh orang–orang, kalau dia mati karena Dave akan sangat disayangkan, maka dia tidak bisa menahan dirinya dan berteriak.


Dia melihat tinju Rafli menuju kearah Yvonne, Yvonne merasakan kematian yang mendekat, tapi setelah tiupan angin kencang itu, tidak ada lagi pergerakan.


Dia perlahan membuka matanya, dan menemukan tinju Raffi hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya, sedangkan tangan Dave mencengkram tinju Raffi dan membuat dia tidak bisa menggerakkannya.


Saat itu, semua orang membelalakan matanya, mereka tidak habis pikir, sedangkan wajah Raffi juga langsung berubah, tatapannya terlihat terkejut.


Karena dia dapat merasakan ada aliran kekuatan besar yang terus keluar dari dalam tubuh Dave, tidak peduli sekuat apapun dia mencoba semuanya berakhir sia–sia.


“Kalau kalian bukan bawahannya Yansen, kalian pasti sudah menjadi mayat sekarang”


Dave menyeringai, membuat Rafli tiba–tiba mundur dan terduduk dilantai.


Melihat Rafli seperti itu, Dexter semakin marah lagi.


“Bajingan, dasar sampah, hanya seorang bocah saja tidak bisa kamu urus?”

__ADS_1


Dexter menendang Rafli dengan kuat.


Rafli bergegas berdiri, dan menundukkan kepalanya dengan canggung, meskipun dia terjatuh, tapi Raffi tidak terluka, Dave sedang berbelas kasihan karena bagaimanapun bisa dibilang mereka adalah bawahannya.


“Biarkan kami pergi, maka masalah hari ini dianggap selesai, kalau tidak, kamu akan menyesal”


Dave berkata pada Dexter.


“Menyesal?” Dexter mencibir.


“Saya tidak pernah tahu apa itu menyesal”


Selesai berkata, tiba–tiba pintu ruangan terbuka, belasan orang yang memegang parang menerobos masuk, dan langsung mengepung Dave dan yang lainnya.


Tadi saat dikepung belasan orang dengan tangan kosong, Billy dan yang lainnya masih bisa mengendalikan diri walaupun wajah mereka terlihat sangat sangar.


“Bajingan, percaya tidak saya pasti akan membuatmu menjadi daging cincang hari ini?”


Dexter berkata dengan muram.


“Seingatku, Yansen tidak mengizinkan kalian untuk bertarung dan membunuh lagi, menyuruh kalian untuk berbisnis sesuai aturan, tapi hari ini kamu malah mau membuat kehebohan, apa kamu tidak mau meminta petunjuk Yansen dulu?”


Dave berkata dengan tenang.


Dexter tercengang, dia menatap Dave sekilas, setelah ragu–ragu dia kemudian berpesan pada bawahannya.

__ADS_1


“Perhatikan mereka, jangan sampai ada satu pun yang kabur, saya akan menelpon Tuan Yansen.”


Selesai berkata, Dexter mengeluarkan ponselnya dan keluar dari ruangan.


Melihat Dexter yang meminta petunjuk dari Yansen membuat Billy dan yang lainnya menjadi lebih pucat lagi, perlu diketahui Yansen memiliki reputasi yang buruk di Kota Surau, dia adalah raja pembunuh berdarah dingin yang sadis.


Kalau benar–benar menyinggung Yansen, maka mereka semua tidak akan ada yang tersisa, pada saat itu, mereka pasti akan disiksa hingga mati.


“Dave, dasar tidak punya otak, sekarang kami semua akan mati bersamamu, tidak akan ada satupun yang bisa keluar dari sini hidup–hidup, bisa–bisanya kamu malah menyeret Tuan Yansen, habislah sudah…”


Billy yang melihat Dexter pergi menelpon Yansen langsung mencaci maki Dave.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...

__ADS_1


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...


__ADS_2