PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Jangan berkhayal


__ADS_3

Saat ini di Hotel Sawasdee, perjamuan makan telah selesai dan semua orang sudah meninggalkan tempat. Sebelum Indrawan meninggalkan Dave, dia berkata.


“Tuan Dave, mengenai Kuas Spiritual dan Batu Sinabar yang kamu minta ku cari kan, karena Pemimpin itu sedang pergi berobat, dia baru bisa kembali beberapa hari lagi”


“Tidak apa–apa, kamu sudah bekerja keras” Kata Dave sambil tersenyum tipis.


Mata ibunya sudah cukup lama buta, tidak masalah jika harus menunggu beberapa hari lagi, lagipula, hal semacam ini tidak bisa didesak.


“Tuan Dave, jika lain kali kamu membutuhkan apa–apa, kamu boleh datang ke tempatku, dan katakan saja”


Indrawan berkata jujur.


Setelah beberapa salam, Dave berencana untuk pergi, tetapi Benito menghentikannya. Lalu Benito tiba–tiba berlutut di depan Dave.


"Tuan Dave memiliki bakat dalam seni bela diri, saya harap Tuan Dave dapat menerima saya sebagai murid…”


Benito yang baru saja melihat keahlian Dave, ingin mempelajari teknik itu dari Dave.


Dave mencengkeram bahu Benito dan mengangkatnya dengan sedikit kekuatan.


“Saya tidak memenuhi syarat untuk menjadi guru karena kemampuan saya, kamu terlalu meninggikanku…”


Seni bela diri yang dilatih Dave berbeda dengan seni bela diri yang dilatih oleh Benito dan lainnya, jadi dia tidak akan bisa mengajarinya, apakah dia harus mengajarkan teknik berpikir?


“Tuan Dave, kamu…”


“Benito, sudahlah, jika Tuan Dave sudah mengatakan begitu, jangan bersikeras”

__ADS_1


Indrawan menghentikan Benito, meskipun Indrawan sendiri bukan seorang yang mengerti seni bela diri, tetapi dia paham beberapa hal tentang itu. Seseorang tidak bisa dengan mudah mengajarkan keahliannya kepada orang lain.


Mendengar hal ini, Benito hanya bisa minggir dan berhenti berbicara.


“Benito, jika kamu memiliki sesuatu, kita bisa bicara dan bertukar pikiran, tetapi untuk menjadi guru kamu, saya sama sekali tidak memiliki kualifikasi"


Dave tersenyum dan meminta maaf.


“Terima kasih. Tuan Dave…”


Benito berkata dengan senang!


Ketika Dave meninggalkan hotel dan kembali ke Perumahan Bumi Indah, dia menyadari bahwa orang tuanya tidak ada disana, hal ini membuat Dave sedikit bingung. Mereka baru saja pindah dan orang tuanya tidak begitu cepat akrab dengan orang lain. Bisa kemanakah mereka.


Dave lalu mengeluarkan ponselnya dan menelepon orang tuanya. Ketika dia mengetahui bahwa Edward dan Celine telah kembali ke rumah aslinya, Dave bergegas kembali.


“Ayah, Ibu, mengapa kalian kembali? Apakah kalian tidak terbiasa tinggal di Perumahan Bumi Indah? Udara dan lingkungan di sana bukankah lebih baik daripada di sini?”


Edward melirik Dave dan tidak mengatakan apapun, dia langsung masuk ke kamar. Sedangkan Celine, dia menghela nafas.


“Dave, kamu baru saja keluar dari penjara, jangan berpikir untuk menjadi kaya dalam waktu satu malam, Yuki adalah gadis yang baik, jangan karena kamu menyelamatkan nyawa ayahnya, kamu memanfaatkan dia. Kalian berbeda, tidak mungkin bisa bersama. Carilah pekerjaan yang baik. Jangan berkhaya!”


“Bu, apakah seseorang mengatakan sesuatu padamu?” Dave mengerutkan keningnya.


“Jangan khawatir. Kamu jangan berhubungan dengan Yuki lagi, dan kembalikan rumah di Perumahan Bumi Indah itu. Saya dan ayahmu tidak akan tinggal disana. Saya tidak memintamu untuk menjadi kaya. Saya hanya ingin kamu menemukan pekerjaan yang baik, menikah dengan perempuan yang baik dan melanjutkan garis keluarga…”


Nada bicara Celine agak berat, sepertinya dia marah.

__ADS_1


Melihat ibunya marah, Dave tidak berani mengatakan apa–apa, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


“Bu, sata pasti akan mendengarkan mu…”


Selama bertahun–tahun, ibunya telah menangis sampai buta karenanya. Tidak tahu berapa banyak penderitaan yang telah dia rasakan. Dave tidak ingin membuat ibunya menderita lagi.


Melihat Dave begitu cepat setuju dengannya, Celine lalu berkata dengan nada yang lebih lembut.


“Saya telah meminta ayahmu untuk menghubungi Paman Denny, pergi temui dia besok, dan lihat apakah dia bisa membantumu mencari pekerjaan. Lalu, Yvonne, tetanggamu juga telah lulus."


"Dengar–dengar dia sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghasilkan banyak uang. Kalian berdua sudah saling kenal sejak kecil, kalian berdua memiliki status sosial yang sama, jika kamu mau, saya akan bahas dengan Bibi Melissa.”


Meskipun Celine tidak bisa melihat dengan matanya, dia masih bisa merasakan hal–hal di dalam hatinya.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...

__ADS_1


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...


__ADS_2