
Desmond berkata sambil menelpon, jelas–jelas dia juga memanggil seseorang.
Segera, beberapa mobil van kembali
berhenti, dan segerombolan preman
turun dengan membawa tongkat.
Desmond yang melihat anggotanya sudah tiba, bertanya dengan bangga.
“Hei, mana orang yang kamu panggil? Apa dia ketakutan dan tidak berani datang?”
“Sudah sampai” Dave berkata dengan tenang.
Tidak jauh dari situ, terlihat sebuah mobil yang melaju kencang kearah mereka.
Desmond melihat hanya sebuah
mobil yang melaju kearah mereka,
tertawa terbahak–bahak.
“Kamu sedang bercanda ya? Hanya sebuah mobil, bisa muat berapa banyak orang? Walaupun kamu bisa bertarung, kamu juga bisa lelah kan, saya bisa terus memanggil orang dan membuatmu mati kelelahan”
“Saya berharap senyumanmu akan tetap terukir setelah melihat orang yang kupanggil”
Dave tersenyum sinis.
Seketika, mobil itu berhenti dihadapan mereka, dan seorang pria kekar turun dari mobil itu.
Dan saat mereka melihat jelas siapa orang yang turun dari mobil, senyuman di wajah Desmond sirna!.
Yang lainnya juga hanya bisa menarik nafas.
Orang yang datang hanya satu orang, dan dia adalah Yansen.
Dia bergegas menghampiri Dave, lalu menyapa dengan penuh hormat. “Tuah Dave”
Melihat Yansen yang begitu sungkan
kepada Dave, Desmond tercengang,
__ADS_1
tubuhnya bergetar hebat.
“Habisi dia!”
Dave berkata sambil melirik Desmond.
Yansen menganggukkan kepalanya, lalu berbalik menuju kearah Desmond yang gemetaran.
Yansen menyapu sekelilingnya dengan tatapannya, para bawahan yang dipanggil oleh Desmond langsung memucat dan ketakutan, mereka langsung membuang senjata yang ada ditangan mereka.
“Tidak mau pergi, mau tinggal disini untuk mati?”
Teriakan Yansen sontak membuat para bawahan yang dipanggil Desmond kabur terbirit–birit.
Mereka tidak akan berani menyinggung Yansen, dia adalah Ketua Mafia di Kota Surau.
“Tu….Tuan Yansen….”
Desmond yang sudah gemetaran, meneriakkan nama Yansen.
Yansen menghampiri dan langsung melayangkan sebuah tamparan pada wajah Desmond.
Desmond bahkan tidak berani bergerak, sedangkan istrinya merasa tidak senang lalu berteriak pada Yansen.
Wanita itu berteriak pada Yansen, dan membuat Desmond ketakutan hingga
hampir pingsan.
Piak….
Desmond menampari wajah istrinya sendiri.
“Wanita ******, siapa yang menyuruhmu berbicara, apa kamu punya hak untuk berbicara?”
Desmond mengutuk istrinya sendiri dalam hati, kalau bukan karena dia yang menyinggung Dave lalu menelponnya, dia tidak akan menghadapi Yansen saat ini.
Apalagi setelah melihat yang begitu segan terhadap Dave, bisa dipastikan kalau Dave bukan orang biasa.
Namun dia masih belum mengerti, kenapa seorang yang memiliki status, malah mengendarai sebuah accord tua?
Setelah ditampari oleh suaminya sendiri, hidung dan wajahnya membengkak, dia sudah hampir cacat.
__ADS_1
Hanya saja, Desmond tahu kalau dia tidak kejam pada istrinya, takutnya mereka berdua sudah mati sekarang.
“Tuan Yansen, wanita ini tidak tahu sopan santun dan lancang, semoga Tuan Yansen tidak. tersinggung”
Desmond berusaha meminta maaf pada Yansen.
Tapi Yansen sama sekali tidak memperdulikannya, dia menarik kerah baju Desmond dan menghantamkan sebuah tinju ke perut bagian bawahnya, dan membuat Desmond tersungkur kesakitan.
Dave menghampiri Desmond, dan menatapnya.
“Bukankah tadi kamu menyuruhku untuk berlutut dan minta maaf? Kenapa sekarang malah kamu yang berlutut?”
Dave bertanya dengan nada mengejek.
Desmond tidak berani mengangkat kepalanya dan terus memohon.
“Mohon ampunnya Tuan Dave, saya bukan manusia, saya tidak punya mata.”
Desmond berusaha kerasa untuk memohon belas kasihan.
“Awalnya saya tidak berniat
membunuhmu, tapi sayangnya
kamu mengancam keluargaku”
Setelah berkata, Dave tidak memperdulikan Desmond lagi, dia masuk ke mobilnya dan menabrak Maserati itu hingga terhempas,dan menuju kedalam perumahan.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
__ADS_1
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...