PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Sepemikiran


__ADS_3

“Ayah, Ibu, saya pulang…”


Melissa baru selesai berkata,


dan suara Dave sudah terdengar.


Mereka yang mendengar suara Dave langsung bergegas menyambut.


Dave juga kebingungan melihat


rumahnya kedatangan banyak orang.


“Dave, kamu tidak apa–apa kan”


Celine bergegas menghampirinya dan meraba–raba untuk memastikan Dave


tidak terluka.


“Bu, saya tidak apa–apa, saya baik–baik saja, hanya saja saya sangat lapar, saya belum makan”


Dave berkata sambil tersenyum.


“Syukurlah kalau tidak apa–apa, syukurlah, ibu akan menyiapkan makanan untukmu”


Celine berkata dengan bahagia.


“Celine, saya akan ikut denganmu”


Melissa memapah Celine menuju dapur.


“Paman Denny….” Dave menyapa Denny.


“Dave, kamu benar–benar tidak apa–apa kan?” Denny menatap Dave.


“Mona pulang dan memberitahukan kepada kami, saya rasa ada yang aneh, karena saya tahu mobil Porsche itu adalah milik Tuan Muda keluarga Kintan, dan kamu juga pernah berurusan dengan Navaro, dia pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja, namun sayangnya semua kenalanku tidak ada yang berani menyinggung keluarga Kintan, hanya bisa ikut mengkhawatirkanmu saja”


“Paman Denny, tidak apa–apa, saya tidak kenapa–kenapa kok, terima kasih atas perhatiannya Paman Denny.”


Dave merasa sangat tersentuh atas perhatiannya Denny.


“Kalau tidak apa–apa, kami pamit dulu,


sudah larut juga”


Denny berkata dan beranjak pergi dengan Mona.


Meskipun Mona tidak mengatakan apapun, hanya saja Dave menyadari tatapan mata Mona terlihat mengkhawatirkannya.


Dave langsung beristirahat setelah


selesai makan, Melissa juga pergi

__ADS_1


setelah beristirahat sejenak.


Keesokan harinya, Dave kembali ke Perumahan Bumi Indah dan berlatih


seharian, meskipun perkembangan


nya tidak banyak tapi itu lebih baik


dari pada tidak sama sekali.


Hari senin, saat bekerja, Dave baru saja sampai di departemen pemasaran dan menyadari kalau suasana didalam terasa aneh.


“Biasanya, setiap hari Senin Pak Junior akan meminta kita untuk rapat bersama, kenapa hari ini tidak terdengar kabar apapun?”


“Benar, saya sudah 3 tahun bekerja disini, rapat hari Senin tidak pernah terlewatkan sekalipun, apa yang terjadi hari ini?“


“Apakah Pak Junior sakit?”


Para karyawan departemen pemasaran


sibuk bergosip.


“Sudahlah, jangan terus bergosip, kita tunggu Billy saja”


Mona berkata kepada mereka semua.


Segera, Billy kembali dengan sebuah dokumen ditangannya.


“Benar, sepertinya hari ini saya belum melihatnya!”


“Jumat lalu saya dengar Pak Junior sudah pulang sebelum jam pulang kerja”


Mereka bertanya pada Billy.


“Pak Junior dipecat, dan sudah


meninggalkan perusahaan”


Billy berkata dengan raut wajah sedih.


Karena bagaimanapun dia sudah mengikuti Junior untuk beberapa waktu, Billy juga tidak jarang mendapatkan keuntungan dari Junior, dia juga mengandalkan kontrak yang berhasil ditandatangani oleh Dave untuk mendapatkan keuntungan dan meminta jabatannya.


Dipromosikan menjadi manajer pembelian, tapi sekarang Junior dipecat, harapannya pun pupus.


“Hah? Kenapa? Lalu siapa yang akan menjabat menjadi Direktur perusahaan?”


“Ini terlalu tiba–tiba, bahkan


kabarnya pun tidak terdengar”


“Benar, sekarang Pak Junior sudah pergi, kalau orang lain yang datang takutnya kita akan dipersulit”

__ADS_1


“Petinggi baru selalu memamerkan kekuasaan, kita tunggu saja


penderitaan kita”


Mereka yang mendengar kabar


itu segera mendiskusikannya.


“Diam kalian semua!”


Billy mengamuk, dia memang sudah kesal sejak awal, dan sekarang para bawahannya malah sibuk menggerutu.


Mereka semua diam dan menatap


Billy dengan tenang.


“Tidak peduli siapapun Direktur barunya, departemen pemasaran harus sepemikiran, dengan begitu mereka tidak akan bisa menganiaya kita”


Billy takut kalau direktur baru akan mempersulitnya, jadi dia mengajak departemen pemasaran untuk bersatu.


“Benar, kita dengarkan saja Pak Billy,


pasang surut tetap bersama”


“Pak Billy instruksikan saja apa yang harus kami lakukan, kami hanya akan menurutimu”


“Pak Billy tenang saja kami hanya


mendengar perintahmu seorang”


Para karyawan departemen pemasaran


tidak berhenti menyanjung Billy.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2