
Dave yang merasa aneh dan bingung hanya bisa kembali melanjutkan makan siangnya.
Dan tidak lama setelah mereka kembali ke kantor, Dave sedang menyusun laporan piutang dan berniat mengirimkannya kepada Yansen agar Yansen membantu mengurusnya.
kalau ada yang tidak bisa diurus oleh Yansen barulah dia akan turun tangan sendiri, kalau dia yang mengurus semuanya akan terlalu makan waktu.
Dan pada saat dia sedang menyusun laporan itu, tiba–tiba departemen pemasaran menjadi heboh, sekelompok karyawan tiba–tiba menatap kearah ruangan dalam dan mulai berbisik–bisik.
Dave yang penasaran juga bertanya kepada Mona. “Apa yang terjadi?”
Mona melirik Dave lalu berkata dengan dingin.
“Kerjakan saja pekerjaanmu, Bu Direktur sedang ada disini, dia sangat jarang datang ke perusahaan, entah apa yang membawanya sampai kesini, dia sedang berada di ruangan Billy, pakai matamu dan lihat situasi, jangan sampai menyinggung Bu Direktur dan membuatku terseret masalah”
“Bu Direktur?”
Dave mengernyitkan keningnya
“Yuki datang kesini?”
Ucapan Dave membuat semua orang langsung menatapnya, bahkan Mona langsung memelototinya.
“Kamu bosan hidup ya? Apa statusmu sampai berani memanggil Bu Direktur dengan namanya saja? Jangan menyeretku kedalam masalah”
Mereka seketika langsung menjaga jarak dengan Dave, mereka takut kalau perkataan Dave akan menyinggung Yuki dan menyeret mereka kedalam masala
“Kak Dave, cepat kembali pada pekerjaanmu, jangan bicara sembarangan lagi”
Yvonne menarik Dave kembali ke mejanya untuk bekerja.
Pada saat itu didalam ruangan Billy, Billy yang tadi sempat minum alkohol saat makan siang tadi sedang memejamkan matanya dan bersiap untuk tidur siang sejenak, mendengar pintu ruangannya terbuka, dia juga tidak membuka matanya, karena dia tahu di departemen pemasaran ini tidak ada orang yang berani menerobos masuk kedalam ruangannya.
Dan yang berani melangkah masuk kedalam ruangannya hanyalah Mona scorang, kalau orang lain masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu pasti akan dihukum olehnya.
“Mona, kebetulan sekali kamu kemari, cepat bantu saya pijat kepalaku, rasanya sakit sekali"
__ADS_1
Billy berkata dengan matanya yang masih terpejam.
Yuki menatap Billy dengan wajah muram.
“Kamu sedang menyuruhku memijat kepalamu?”
Baru saja Yuki menyelesaikan pertanyaannya, Billy langsung membuka matanya, dan saat dia melihat Yuki sedang berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan muram, raut wajah Billy langsung memucat.
Jreng jreng….
Billy terkejut dan segera berdiri dengan panik, sampai terjatuh di lantai, Billy segera kembali berdiri sambil menahan rasa sakitnya, dia menundukkan kepalanya dengan hormat dan menghampiri Yuki.
“Bu Direktur, ada….ada urusan apa Bu Direktur kemari?”
“Kalau saya tidak datang, sepertinya tempat ini akan segera kamu ubah menjadi tempat spa ya?”
Yuki menyindir dengan dingin.
“Tidak, tidak, saya tidak berani…..saya tidak berani, saya memohon pengamunan Bu Direktur”
Yuki juga tidak mengatakan apapun lagi, dan berjalan kebelakang meja kerjanya, Billy yang melihat situasi ini segera menarik kan kursi untuk Yuki.
Yuki duduk dan berkata pada Billy.
“Panggil Dave kemari”
“Da…..Dave?”
Billy tercengang, dia tidak mengerti bagaimana Yuki bisa tahu tentang Dave? Dan untuk apa dia mencari Dave?
“Kenapa? Kamu tidak dengar?”
Yuki menaikkan sebelah alisnya
“Oh, saya akan segera memanggilnya….”
__ADS_1
Billy yang terkejut langsung berlari keluar.
Para karyawan yang melihat Billy keluar bergegas membubarkan diri dan kembali ke meja masing–masing dan berpura–pura bekerja, namun mata mereka terus melirik Billy, mereka ingin tahu apa yang membuat Yuki datang ke perusahaan.
Melihat Billy berjalan menuju meja Dave dan berkata.
“Dave, Bu Direktur mencarimu, setelah kamu masuk kedalam, jangan berani berbicara sembarangan”
Dave bangkit berdiri dan berjalan menuju keruangan Billy, dia tahu kalau kedatangan Yuki kali ini pasti untuk menemuinya.
“Untuk apa Bu Direktur mencari Dave?”
“Aneh sekali, apakah Bu Direktur kenal dengan Dave? Kenapa datang–datang langsung mencarinya?”
“Apa mungkin karena Dave berhasil menagih hutangnya Pak Tantono, jadi Bu Direktur datang untuk menanyainya?”
"Tidak masuk akal, mengenai masalah plutang Pak Tantono, Pak Billy saja belum membuat laporan, bagaimana Bu Direktur bisa tahu?”
Para karyawan mulai berdiskusi dengan suara pelan, mereka sangat penasaran kenapa Yuki datang mencari Dave.
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
__ADS_1
...Terimakasih...