PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
BAB 27


__ADS_3

Dave berjalan turun gunung, dan saat


sampai di pertengahan, ada empat lima


orang yang menghalanginya.


"Dave, saya sudah menunggu setengah


hari disini, akhirnya kamu turun juga"


Jacky tersenyum dingin sambil


menatap Dave.


Dibelakang Jacky ada beberapa orang yang membawa tongkat dengan wajah garang.


"Untuk apa kamu menungguku?"


Dave melirik dingin kearah Jacky.


"Kalau mau berkelahi, hanya beberapa orangmu ini tidak akan cukup untuk melawanku, sepuluh pengawal Keluarga Kintan saja sudah ku kalahkan, kamu kira hanya beberapa orang ini bisa melawanku?"


"Hahaha, Dave, kamu sepertinya tidak tahu siapa orang-orang ini, malah berani membual, jangan nanti kamu memohon ampun dan menangis seperti perempuan saja"


Jacky tertawa terbahak-bahak,


dia meremehkan Dave.


Jacky tahu kalau Bobby dan belasan bawahannya yang melawan Dave


semalam hanyalah preman preman


kecil, mereka tidak punya kekuatan,


tentu kalah dengdan Dave.


Tapi hari ini berbeda, orang yang dia cari adalah orang-orang yang berlatih bela diri, mereka sudah bisa melakukan pertarungan


1 banding 10, tidak ada sulitnya mengalahkan Dave.


"Sepertinya tamparan semalam sudah membuatmu gila, seharusnya saya


patahkan saja tangan dan kakimu,


agar menghemat pertunjukkan badut


loncat mu didepanku!"


Dave melirik Jacky dan berkata.


"Sialan masih berani mengungkit


masalah semalam, hari ini kalau


saya tidak membuatmu berlutut


dihadapan ku maka saya tidak lagi


bermarga Wibowo!"

__ADS_1


Jacky berkata lalu menoleh pada orang-orang yang ada dibelakangnya.


"Saudaraku, pukul bocah ini sampai dia berlutut di tanah, ada yang berani membayar 100 juta untuk kalian yang bisa menghabisi nya, itu semua tergantung kalian"


Setelah mendengar ada bayaran


100 Juta, tatapan beberapa orang


itu langsung bersinar!


"Tenang saja, kalau kamu memerintahkan untuk membuatnya menangis maka kami tidak akan membiarkannya tertawa!"


"Kalau kamu mau dia berlutut maka kami tidak akan membiarkannya berdiri!"


"Bocah ini terlihat begitu lemah, satu tendangan ku akan membuatnya


berteriak kesakitan!"


Beberapa orang itu menatap Dave dengan jijik, mereka sama sekali tidak menganggap Dave.


"Seratus juta itu, dikeluarkan oleh Sana?"


Dave bertanya pada Jacky.


"Benar sekali, saya tidak takut memberitahu mu, lantas setelah tahu apakah kamu berani mencari gara- gara dengannya? Kamu sudah


memukul Tuan Navaro, Keluarga Kintan tidak akan membiarkanmu begitu saja, sekarang saya hanya sedang memberi hidangan pembuka padamu terlebih dulu"


Jacky mengangguk tanpa merasa segan.


"Baik, sepertinya saya memang tidak seharusnya berbelas kasihan lagi"


Suara hantaman terdengar, Jacky yang ditendang melayang dan mendarat dengan keras di tanah.


Beberapa orang yang tadinya masih


menatap dengan penuh penghinaan,


seketika ekspresi mereka membeku,


mereka semua tidak mempercayai pemandangan di depan mereka.


Untuk menendang seseorang hingga terbang dengan satu tendangan membutuhkan tenaga yang besar, sepertinya Dave punya sedikit keahlian.


"Uhuk uhuk uhuk.."


Jacky yang tersungkur ditanah tiba- tiba batuk seteguk darah, lalu berteriak histeris.


"Bunuh dia, bunuh dia.."


Empat lima orang itu saling memandang,


lalu teringat pada uang capek sebesar


100 juta, mereka menggertakkan giginya


lalu menyerbu.


Beberapa orang itu memang pernah berlatih, jadi mereka menggabungkan tenaga dan kekuatan mereka.

__ADS_1


"Kecil!"


Dave tiba-tiba menyeringai dan


menerjang mereka.


Bam bam bam....


Tidak sampai setengah menit, beberapa orang yang pernah berlatih bela diri yang dipanggil oleh Jacky semuanya tersungkur dan berteriak kesakitan ditanah.


Jacky yang melihatnya kebingungan, dia menelan ludahnya, dan wajahnya terlihat penuh keterkejutan.


Dia tidak menyangka selama tiga tahun di penjara Dave berlatih hingga sekuat ini.


Orang-orang yang di acari itu semuanya adalah ahli bela diri, dan sangat terkenal di jalanan, tapi mereka kalah dengan mudah


dihadapan Dave.


"Kamu masih mau membunuhku?"


Dave menatap Jacky dengan mengejek


dan perlahan-lahan mendekatinya yang


sudah tersungkur di tanah.


"Kamu...apa mau mu?"


Jacky terlihat ketakutan dan terus mundur.


"Ini...ini adalah ide Sana, saya.."


Tapi belum sempat Jacky menyelesaikan kalimatnya, Dave mengangkat kaki dan menginjak lengan Jacky.


Jacky berteriak kesakitan, dan lengannya terasa sangat sakit.


Lengan Jacky patah.


"Jangan terus menggunakan Sana untuk menekan ku, saya tidak peduli baik Sana maupun Navaro, saya tidak akan membiarkan mereka begitu saja."


Setelah berkata Dave langsung berbalik dan pergi, dia tidak menghiraukan jeritan kesakitan nya Jacky.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2