
Saat Dave baru keluar dari pintu, deretan mobil penjemput pengantin langsung memblokir jalan keluarnya!
Seorang pria muda yang mengenakan
setelan jas dan sepatu kulit turun dari
mobil pengantin dan membawa buket
bunga ditangannya, pria itu adalah
Navaro!
Navaro yang melihat Dave sedikit
terkejut, tapi kemudian dia tertawa
terbahak-bahak.
"Saya bahkan sudah lupa hari ini
kamu dibebaskan, benar-benar
kebetulan sekali, bagaimana kalau
kamu ikut menghadiri acara
pernikahanku dan Sana?"
Navaro menatap Dave dengan penuh
penghinaan, tatapan mengejek
terlihat di matanya!
Dave melirik Navaro dengan dingin,
dia berbalik dan ingin pergi, dia tidak
ingin menghabiskan waktu untuk
mendengar omong kosong orang
seperti ini!
"Jangan pergi !"
siapa sangka Navaro menghalangi Dave.
"Apa kamu tidak punya uang untuk memberi amplop? Tidak apa-apa, kamu tidak memberi kami amplop pun kamu boleh makan dan minum sepuasnya, acara
pernikahan kami dilangsungkan di
Hotel Sawasdee, kalau kamu tidak
menggunakan kesempatan ini
mungkin seumur hidup ini kamu
tidak akan punya kesempatan untuk
makan disana lagi!"
Navaro berkata sambil tertawa, dia
bahkan mengulurkan tangannya dan
menepuk-nepuk wajah Dave.
Dave menepis tangan Navaro dengan
kuat!
"Bodoh, bisa-bisanya merasa puas menikahi barang bekas, bekas mainan ku pula."
Dave mencibir.
Walaupun Dave tidak pernah menyentuh Sana, bahkan bergandeng tangan saja tidak pernah, tapi dia sengaja mengatakan hal itu agar membuat Navaro merasa jijik sekalian
menjatuhkan Sana.
Navaro yang mendengar itu langsung
terkejut dan menatap kearah Sana!
Sana pernah berkata padanya kalau
dia dan Dave bahkan tidak pernah
berpegangan tangan, lalu apa maksud
dari ucapan Dave?
Sana yang melihat Navaro berjalan
kearahnya langsung panik, dia
berteriak pada Dave.
"Dave, bicara apa kamu? Siapa yang kamu maksud mainan bekas mu? Dengan sifat sok suci mu itu, saya bahkan enggan
memegang tanganmu!"
Yasmine Juga panik dan langsung
memaki Dave.
"Dave, jangan berkata sembarangan karena kamu tidak bisa mendapatkan Sana, dengan sifat sok suci mu mana mungkin putriku disentuh olehmu!"
__ADS_1
"Navaro, jangan percaya pada omong
kosongnya, dia hanya sedang
mencoba membuatmu jijik."
Yasmin langsung menjelaskan pada
Navaro, dia dengan susah payah
mendapatkan seorang menantu emas,
tidak boleh sampai perkataan Dave
merusak semuanya.
"Bibi, tenanglah, saya tidak akan
percaya padanya."
Navaro juga bukan orang bodoh,
tentu saja dia tidak akan percaya
begitu saja pada omongan Dave!
Percaya atau tidak, terserah kamu!
Dave malas berbasa basi dengan
Navaro, dia langsung pergi
melewatinya begitu saja!
"Tunggu!"
Navaro berteriak pada Dave.
"Sebaiknya kamu jaga mulutmu itu,
jangan berani berkata sembarangan
tentang istriku, atau rasakan
akibatnya!"
Navaro takut Dave akan berkata
sembarangan diluar dan merusak
nama baik keluarga Kintan.
"Hehe...ini mulutku, berkata apa tentu
saja terserah padaku, kenapa kamu
Dave menatap Navaro dengan
dingin.
"Sebaliknya, kamu lah yang harus berhati-hati, jangan sampai suatu hari nanti kamu bahkan tidak tahu kenapa kamu mati!"
Navaro yang melihat tatapan sedingin
es dari Dave langsung gelisah, hatinya
merasakan sedikit ketakutan.
Tapi dalam sekejap, Navaro merasa
dirinya sedang dipermalukan, kedua
matanya langsung memelototi Dave.
"Bajingan, kalau kamu tidak takut mati, coba saja, jangan sampai pada akhirnya kamu malah bersujud memohon ampun padaku!"
Wajah Navaro dipenuhi dengan amarah, kalau saja hari ini bukan hari pernikahannya dia pasti sudah menghabisi Dave!
"Siapa yang akan bersujud memohon
ampun masih belum bisa dipastikan
kan? Kita lihat saja nanti!"
Dave menatap Navaro.
"Navaro, waktunya sudah tiba, sudah, kita tidak usah hiraukan si miskin ini lagi, dasar sinting!"
Yasmine memelototi Dave dengan
kejam!
Dan Navaro yang memegang buket bunga berjalan masuk ke dalam rumah diikuti sebarisan orang!
Dave yang menatap punggung Navaro
tiba-tiba menjentikkan jarinya,
seberkas cahaya perak tiba-tiba
masuk ke tubuh Navaro.
Navaro gemetar sesaat , tapi dia tidak
memperdulikannya, dan melanjutkan
melangkah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Saya ingin lihat apakah kamu akan
datang bersujud memohon padaku!"
Dave menyeringai, dia membalikkan
badannya dan pergi menuju Hotel
Sawasdee.
Didepan pintu utama Hotel Sawasdee!
Juan berdiri didepan pintu dan dia sendiri yang menunggu Dave secara langsung, orang-orang yang memasuki Hotel Sawasdee dan melihat Juan langsung
membicarakannya.
"Bukankan itu Tuan Tanaka, kenapa
berdiri didepan pintu hotel?
Sepertinya sedang menunggu
seseorang, entah siapa orang hebat
yang akan datang sampai-sampai
Tuan Tanaka sendiri yang
menunggunya langsung!"
"Dengar-dengar putra Keluarga Kintan akan menikah dan diselenggarakan disini, apakah Tuan Tanaka menunggu Keluarga Kintan?"
"Bisa jadi, lagipula Keluarga Kintan
Juga termasuk orang kaya, mereka
bisa saja mempunyai kehormatan
semacam ini."
Orang-orang yang lewat berjalan memasuki hotel sambil membicarakan hal ini,
sedangkan Juan masih berdiri didepan pintu, dia terus menatap arlojinya berulang-
ulang, wajahnya sudah terlihat tidak sabar.
"Ayah, saya rasa bocah itu hanya omong kosong, dia berkata kalau paru-paru kirimu terluka, dan akan membahayakan nyawamu, jelas-jelas itu hanya omong kosong kan, kamu itu hanya batuk pilek, paling-paling hanya radang paru-paru , sudahlah jangan ditunggu lagi, saya temani kamu ke rumah sakit saja yuk!"
Yuki terus berusaha membujuk Juan.
Juan sudah menunggu hampir setengah jam disini, tapi Dave masih belum kelihatan, Yuki merasa Dave hanya omong kosong,
dan Juan pun tidak pernah menceritakan tentang luka di paru-paru kirinya pada
mereka, dan sebelumnya hal seperti
ini tidak pernah terjadi.
"Yuki, kamu tidak mengerti hal ini, lukaku ini bahkan rumah sakit pun tidak bisa menanganinya, penyakit tersembunyi ku ini sudah ada hampir dua puluh tahun lebih, dan saya tidak pernah menceritakannya kepada kalian karena takut kalian akan
khawatir.."
Juan menghela nafas, wajahnya
tampak serius.
Yuki yang mendengarnya langsung
tercengang, dia segera menarik
tangan ayahnya.
"Ayah, ini...apa yang terjadi sebenarnya? Kamu jangan menakuti ku, jangan
menakuti ku... Saya sudah menelpon
Dokter Harison, dia akan segera
kemari."
Yuki panik, disaat dia masih sangat kecil dia sudah tidak pernah bertemu dengan ibunya, dia dibesarkan langsung oleh ayahnya, Juan, mereka saling bergantung satu sama lain, kalau Juan sampai kenapa-kenapa,
maka Yuki pun tidak tahu harus bagaimana melanjutkan hidupnya.
"Terlalu panjang untuk diceritakan,
kalau ada waktu ayah akan menceritakan pelan-pelan padamu...."
Selesai berkata, Juan kembali melirik arloji ditangannya, dan celingak-celinguk menatap sekitarnya.
Bersambung...
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1