PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
BAB 5 BERTEMU DENGAN NAVARO


__ADS_3

Saat Dave baru keluar dari pintu, deretan mobil penjemput pengantin langsung memblokir jalan keluarnya!


Seorang pria muda yang mengenakan


setelan jas dan sepatu kulit turun dari


mobil pengantin dan membawa buket


bunga ditangannya, pria itu adalah


Navaro!


Navaro yang melihat Dave sedikit


terkejut, tapi kemudian dia tertawa


terbahak-bahak.


"Saya bahkan sudah lupa hari ini


kamu dibebaskan, benar-benar


kebetulan sekali, bagaimana kalau


kamu ikut menghadiri acara


pernikahanku dan Sana?"


Navaro menatap Dave dengan penuh


penghinaan, tatapan mengejek


terlihat di matanya!


Dave melirik Navaro dengan dingin,


dia berbalik dan ingin pergi, dia tidak


ingin menghabiskan waktu untuk


mendengar omong kosong orang


seperti ini!


"Jangan pergi !"


siapa sangka Navaro menghalangi Dave.


"Apa kamu tidak punya uang untuk memberi amplop? Tidak apa-apa, kamu tidak memberi kami amplop pun kamu boleh makan dan minum sepuasnya, acara


pernikahan kami dilangsungkan di


Hotel Sawasdee, kalau kamu tidak


menggunakan kesempatan ini


mungkin seumur hidup ini kamu


tidak akan punya kesempatan untuk


makan disana lagi!"


Navaro berkata sambil tertawa, dia


bahkan mengulurkan tangannya dan


menepuk-nepuk wajah Dave.


Dave menepis tangan Navaro dengan


kuat!


"Bodoh, bisa-bisanya merasa puas menikahi barang bekas, bekas mainan ku pula."


Dave mencibir.


Walaupun Dave tidak pernah menyentuh Sana, bahkan bergandeng tangan saja tidak pernah, tapi dia sengaja mengatakan hal itu agar membuat Navaro merasa jijik sekalian


menjatuhkan Sana.


Navaro yang mendengar itu langsung


terkejut dan menatap kearah Sana!


Sana pernah berkata padanya kalau


dia dan Dave bahkan tidak pernah


berpegangan tangan, lalu apa maksud


dari ucapan Dave?


Sana yang melihat Navaro berjalan


kearahnya langsung panik, dia


berteriak pada Dave.


"Dave, bicara apa kamu? Siapa yang kamu maksud mainan bekas mu? Dengan sifat sok suci mu itu, saya bahkan enggan


memegang tanganmu!"


Yasmine Juga panik dan langsung


memaki Dave.


"Dave, jangan berkata sembarangan karena kamu tidak bisa mendapatkan Sana, dengan sifat sok suci mu mana mungkin putriku disentuh olehmu!"

__ADS_1


"Navaro, jangan percaya pada omong


kosongnya, dia hanya sedang


mencoba membuatmu jijik."


Yasmin langsung menjelaskan pada


Navaro, dia dengan susah payah


mendapatkan seorang menantu emas,


tidak boleh sampai perkataan Dave


merusak semuanya.


"Bibi, tenanglah, saya tidak akan


percaya padanya."


Navaro juga bukan orang bodoh,


tentu saja dia tidak akan percaya


begitu saja pada omongan Dave!


Percaya atau tidak, terserah kamu!


Dave malas berbasa basi dengan


Navaro, dia langsung pergi


melewatinya begitu saja!


"Tunggu!"


Navaro berteriak pada Dave.


"Sebaiknya kamu jaga mulutmu itu,


jangan berani berkata sembarangan


tentang istriku, atau rasakan


akibatnya!"


Navaro takut Dave akan berkata


sembarangan diluar dan merusak


nama baik keluarga Kintan.


"Hehe...ini mulutku, berkata apa tentu


saja terserah padaku, kenapa kamu


Dave menatap Navaro dengan


dingin.


"Sebaliknya, kamu lah yang harus berhati-hati, jangan sampai suatu hari nanti kamu bahkan tidak tahu kenapa kamu mati!"


Navaro yang melihat tatapan sedingin


es dari Dave langsung gelisah, hatinya


merasakan sedikit ketakutan.


Tapi dalam sekejap, Navaro merasa


dirinya sedang dipermalukan, kedua


matanya langsung memelototi Dave.


"Bajingan, kalau kamu tidak takut mati, coba saja, jangan sampai pada akhirnya kamu malah bersujud memohon ampun padaku!"


Wajah Navaro dipenuhi dengan amarah, kalau saja hari ini bukan hari pernikahannya dia pasti sudah menghabisi Dave!


"Siapa yang akan bersujud memohon


ampun masih belum bisa dipastikan


kan? Kita lihat saja nanti!"


Dave menatap Navaro.


"Navaro, waktunya sudah tiba, sudah, kita tidak usah hiraukan si miskin ini lagi, dasar sinting!"


Yasmine memelototi Dave dengan


kejam!


Dan Navaro yang memegang buket bunga berjalan masuk ke dalam rumah diikuti sebarisan orang!


Dave yang menatap punggung Navaro


tiba-tiba menjentikkan jarinya,


seberkas cahaya perak tiba-tiba


masuk ke tubuh Navaro.


Navaro gemetar sesaat , tapi dia tidak


memperdulikannya, dan melanjutkan


melangkah masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Saya ingin lihat apakah kamu akan


datang bersujud memohon padaku!"


Dave menyeringai, dia membalikkan


badannya dan pergi menuju Hotel


Sawasdee.


Didepan pintu utama Hotel Sawasdee!


Juan berdiri didepan pintu dan dia sendiri yang menunggu Dave secara langsung, orang-orang yang memasuki Hotel Sawasdee dan melihat Juan langsung


membicarakannya.


"Bukankan itu Tuan Tanaka, kenapa


berdiri didepan pintu hotel?


Sepertinya sedang menunggu


seseorang, entah siapa orang hebat


yang akan datang sampai-sampai


Tuan Tanaka sendiri yang


menunggunya langsung!"


"Dengar-dengar putra Keluarga Kintan akan menikah dan diselenggarakan disini, apakah Tuan Tanaka menunggu Keluarga Kintan?"


"Bisa jadi, lagipula Keluarga Kintan


Juga termasuk orang kaya, mereka


bisa saja mempunyai kehormatan


semacam ini."


Orang-orang yang lewat berjalan memasuki hotel sambil membicarakan hal ini,


sedangkan Juan masih berdiri didepan pintu, dia terus menatap arlojinya berulang-


ulang, wajahnya sudah terlihat tidak sabar.


"Ayah, saya rasa bocah itu hanya omong kosong, dia berkata kalau paru-paru kirimu terluka, dan akan membahayakan nyawamu, jelas-jelas itu hanya omong kosong kan, kamu itu hanya batuk pilek, paling-paling hanya radang paru-paru , sudahlah jangan ditunggu lagi, saya temani kamu ke rumah sakit saja yuk!"


Yuki terus berusaha membujuk Juan.


Juan sudah menunggu hampir setengah jam disini, tapi Dave masih belum kelihatan, Yuki merasa Dave hanya omong kosong,


dan Juan pun tidak pernah menceritakan tentang luka di paru-paru kirinya pada


mereka, dan sebelumnya hal seperti


ini tidak pernah terjadi.


"Yuki, kamu tidak mengerti hal ini, lukaku ini bahkan rumah sakit pun tidak bisa menanganinya, penyakit tersembunyi ku ini sudah ada hampir dua puluh tahun lebih, dan saya tidak pernah menceritakannya kepada kalian karena takut kalian akan


khawatir.."


Juan menghela nafas, wajahnya


tampak serius.


Yuki yang mendengarnya langsung


tercengang, dia segera menarik


tangan ayahnya.


"Ayah, ini...apa yang terjadi sebenarnya? Kamu jangan menakuti ku, jangan


menakuti ku... Saya sudah menelpon


Dokter Harison, dia akan segera


kemari."


Yuki panik, disaat dia masih sangat kecil dia sudah tidak pernah bertemu dengan ibunya, dia dibesarkan langsung oleh ayahnya, Juan, mereka saling bergantung satu sama lain, kalau Juan sampai kenapa-kenapa,


maka Yuki pun tidak tahu harus bagaimana melanjutkan hidupnya.


"Terlalu panjang untuk diceritakan,


kalau ada waktu ayah akan menceritakan pelan-pelan padamu...."


Selesai berkata, Juan kembali melirik arloji ditangannya, dan celingak-celinguk menatap sekitarnya.


Bersambung...


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih 🙏...

__ADS_1


__ADS_2