
"Ibu, kamu tidak apa-apa kan? Mereka
sudah pergi!"
Setelah Bobby pergi, Dave langsung
bertanya penuh cemas pada Celine.
"Aduh, kamu ini! Baru saja bebas, sudah mencari gara-gara dengan mereka lagi!"
Celine segera mengoceh pada Dave.
"Cepat punggut uang yang ada di
lantai, itu uang yang kita kumpulkan
dengan susah payah."
Dave jongkok dan memunggut uang
yang berjatuhan di lantai dan
memasukkannya kembali kedalam
kantongan.
"Ibu, lain kali biar saya saja yang
mencari uang, ibu dan ayah
beristirahat saja di rumah, dan saya
Juga akan mencari cara untuk
menyembuhkan matamu."
Dave menyimpan kembali uang itu
dan menyerahkannya kepada Celine.
"Niatmu saja sudah cukup!"
Celine berkata, lalu tiba-tiba mulai
menangis
"Sekarang kamu sudah
pulang, hati ibu sudah tenang, kalau
bukan karena mengkhawatirkan mu,
ibu pasti sudah mati sejak dulu."
Dia melihat ibunya menjadi seperti
ini, mata Dave mulai berapi-api!
Bam..
Dave tidak tahan lagi, dia meninju
meja yang ada dihadapannya!
Bruk..
Meja itu hancur berkeping-keping
dalam sekejap!
Keluarga Kintan.
Keluarga Cendra.
Saya pasti akan membuat mereka
menanggung akibatnya, pasti...
Sekujur tubuh Dave dipenuhi dengan
aura kemarahan yang berapi-api!
Seolah merasakan kemarahan Dave,
Celine berkata dengan tergesa-gesa.
"Dave, kamu jangan mencari perkara
ya, sekarang kamu sudah bebas, kamu
fokus mencari pekerjaan saja,
semuanya akan menjadi lebih baik
lagi setelah ini."
"Ibu, jangan khawatir, saya tahu harus
berbuat apa, saya mau keluar
sebentar!"
Dave menghibur ibunya sendiri, lalu
pergi keluar, dia mau pergi mencari
Sana untuk meminta penjelasan!
Setelah keluar dari rumah pun aura
kemarahan masih melekat di tubuh
Dave!
Tapi saat Dave hendak menyebrang
jalan, tiba-tiba sebuah Porsche merah
melaju kencang, sangat kencang dan
langsung menabrak Dave hingga
terlempar!
Bam...
Tubuh Dave bertubrukkan dengan
aspal, kalau saja dia tidak dilatih oleh
Ryu, tabrakan itu pasti sudah
mencabut nyawanya!
"Siapa yang tidak punya mata!"
Dave yang bawaannya memang
sedang marah, menjadi lebih marah
lagi karena tertabrak!
"Bajingan, kamu menyebrang tidak
__ADS_1
lihat-lihat dulu, tidak punya mata?"
Tepat saat Dave memaki dan
berusaha bangkit berdiri, sebuah
suara mendecit terdengar!
Seorang gadis terlihat turun dari
Porsche itu, dia mengenakan gaun
berwarna putih, dan mengenakan
sepatu hak tinggi, dia terlihat sangat
cantik, dan menatap Dave dengan
tatapan kesal!
Dave mengernyitkan keningnya,
awalnya dia berusaha bangkit berdiri,
tapi malah kembali terbaring
tanah.
"Diantara kita siapa yang tidak punya
mata? Jelas-jelas kamu yang
menabrak ku, kamu terlihat begitu
cantik tapi kenapa saat membuka
mulutmu malah seperti kotoran
busuk?"
Dave berkata dengan tegas kepada
gadis itu.
"Kamu berani memakiku?"
Gadis itu menatap Dave dengan
emosi, dan tiba-tiba mengangkat
kakinya dan menendang Dave.
Gadis itu mengenakan sepatu hak
tinggi, hak sepatu itu seruncing pisau,
kalau tendangan itu mengenai tubuh
orang pasti akan langsung berdarah!
"Yuki, berhenti.."
Melihat gadis itu melayangkan
tendangannya kearah Dave, seorang
pria paruh baya membuka pintu
mobil dan turun dari mobil.
Pria paruh baya itu terlihat acuh tak
acuh, terlihat seperti seseorang yang
sudah lama memiliki jabatan tinggi.
memucat, nafasnya terengah-engah,
setelah meneriakkan kalimat itu, dia
langsung berpegangan pada pintu
mobil dan menarik nafas dengan
susah payah!
"Ayah, kenapa Ayah turun?"
Setelah melihat pria paruh baya itu,
Gadis itu langsung bergegas
menghampirinya dan memapahnya.
"Ayo cepat kita ke rumah sakit, jangan
menghabiskan waktu lagi.."
Pria paruh baya berkata pada gadis
itu.
Gadis itu mengangguk, dan kembali
ke hadapan Dave, dia mengeluarkan
segepok uang dari tasnya dan
melemparkannya pada Dave.
"Disini ada sepuluh juta, segera ambil uang
itu dan pergi, kami masih ada urusan
penting!"
Dave tidak mengambil uang itu, dia
berdiri dan menatap pria paruh baya
yang berada tidak jauh darinya dan
berkata,
"Tidak perlu ke rumah sakit,
sudah tidak sempat."
Selesai berkata, Dave berbalik dan
hendak pergi, dia bisa melihat kalau
pria paruh baya ini sudah sekarat dan
tidak akan sempat sampai ke rumah
sakit!
"Berdiri!"
Gadis itu menghalangi jalan
Dave dan menatapnya dengan
__ADS_1
jengkel.
"Apa maksudmu, jelaskan
maksud dari ucapanmu barusan atau
jangan harap bisa pergi dari sini!"
Disaat itu pria paruh baya juga
mengernyitkan keningnya dan
berjalan beberapa langkah menuju
Dave!
"Ayahmu punya penyakit
tersembunyi yang akut, lukanya ada
di paru-paru sebelah kiri,
tidak sampai lima menit dia akan
mengalami kesulitan bernafas dan
mati lemas, dalam lima menit apakah
kamu bisa sampai ke rumah sakit?"
Dave berkata dengan tenang sambil
bertanya pada gadis itu.
"Bicara sembarangan, ayahku itu
hanya pilek..."
"Yuki.."
Pria paruh baya itu
memanggil anaknya, lalu kembali
melangkah beberapa langkah menuju
Dave, matanya penuh keterkejutan.
"Adik, bagaimana kamu bisa
mengetahui kalau paru-paru kiri ku
pernah terluka?"
"Ku jelaskan pun kamu tidak akan
mengerti, saya ada urusan penting,
tidak punya waktu untuk dibuang-
buang disini.."
Dave berkata lalu berbalik dan
hendak pergi!
"Adik..."
Uhuk uhuk...pria paruh baya
itu memanggil Dave, lalu terbatuk-
batuk, ketika dia sedikit stabil, dia
langsung melangkah menuju Dave
dan menarik lengannya.
"Adik, kamu bisa mengetahui penyakit ku, kamu pasti bisa menyembuhkannya juga,
saya berharap Adik ini bersedia
menyelamatkan nyawaku, berapapun
harganya akan ku bayar, ini adalah
kartu namaku!"
Pria paruh baya itu mengeluarkan
selembar kartu nama dan
memberikannya kepada Dave.
Awalnya Dave tidak ingin
menerimanya, dan tidak peduli, tapi
saat dia melihat nama yang tertera
pada kartu nama itu, dia langsung
mengambilnya dan bertanya.
"Kamu adalah Direktur dari Perusahaan
Tanaka, Juan Tanaka?"
"Tepat sekali!"
Juan mengangguk, tiba-tiba Dave menembakkan tangannya kearah Juan, dua jarinya menitik pada Tiantu, Renhai, dan
beberapa titik akupunktur utama
lainnya.
Kecepatan Dave sangat cepat,
sehingga Juan dan Yuki pun belum
Sempat menyadari.
Bersambung....
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih 🙏...
__ADS_1