PERINTAH KAISAR NAGA

PERINTAH KAISAR NAGA
Kursi Naga


__ADS_3

“Keduanya silahkan masuk”


Indrawan mengangguk sedikit pada Dave, seolah sedang menyapa!


Menurut yang dia lihat, seorang pemuda di berumur di awal dua puluhan, yang dapat dipanggil Yansen dengan sebutan tuan, seharusnya memiliki uang dan kekuasaan dari keluarganya, sehingga dia dihormati oleh Yansen, bukan karena dia memiliki keahilan dan kekuatan dari dirinya sendiri.


Yansen dan Dave masuk ke dalam rumah Indrawan.


Begitu mereka memasuki rumah itu, Dave merasakan energi yang kuat. Beberapa pohon besar yang ada di halaman menutupi sinar matahari.


Berjalan terus kedalam, air terjun palsu, pavilion, yang masing–masing memancarkan energi kuno yang kuat.


“Berapa umur pohon–pohon tua ini?”


Melihat pohon–pohon besar itu, Dave tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.


Karena energi yang kuat itu terpancar dari pohon–pohon besar ini.


“Tuan Dave, pohon–pohon kuno ini semuanya berusia ratusan tahun. Justru karna pohon–pohon inilah, halaman kuno ini dibangun disini.”


Yansen mengikuti Dave dan menjelaskan.


Dave mengangguk sedikit, yang bisa dianggap sebagai alasan mengapa Indrawan, seorang gubernur provinsi, memilih untuk datang ke kota Surau kecil ini untuk menikmati masa tuanya.


Tempat ini memiliki energi yang berlimpah, yang benar–benar cocok untuk menikmati masa. pensiun. Selain itu, jika anda tinggal di tempat ini untuk waktu yang lama dan menerima nutrisi dari energi itu, maka tubuh anda akan menjadi lebih muda dan kuat.


Setelah melewati koridor, Indrawan membawa Yansen dan Dave untuk masuk ke dalam ruang tamu.


Di dalam ruang tamu itu berisi beragam perabot kuno, semuanya memiliki sejarah lebih dari seratus tahun, dan bahkan ada sebuah kursi yang diukir sembilan naga besar ada di tengah ruang tamu itu.


Di atas kursi naga itu diletakan sebuah alas duduk berwarna emas, sepertinya kursi itu sangat sering diduduki oleh seseorang.


Dave mengerutkan keningnya ketika melihat kursi naga itu, dan ekspresi wajahnya terlihat berubah menjadi sedikit aneh.


“Keduanya silahkan duduk”

__ADS_1


Indrawan melambaikan tangannya dengan biasa, kemudian dia sendiri berjalan dan duduk di atas kursi naga tersebut.


Setelah Yansen dan Dave duduk, Irawan memanggil bawahannya untuk menuangkan teh.


“Tuan Yansen, tidak mungkin anda datang tanpa menginginkan sesuatu, jika ada yang bantu, tak usah ragu untuk mengatakannya”


Irawan tahu kedatangan Yansen, pasti ada alasan untuk mencarinya.


Yansen melihat ke arah Dave, Dave berkata.


“Kami tahu tuan Indrawan suka untuk mengoleksi barang kuno, jadi kami datang ingin bertanya kepada anda apakah disini ada kuas spiritual, yang pernah digunakan oleh penulis William Shakespeare dan batu sinabar yang terbuat dari darah hewan"


“kuas spiritual?”


Indrawan mengerutkan alisnya sambil berpikir.


“Tuan Indrawan, pastinya kita tidak akan meminta barang itu dengan tangan kosong. Kalau tuan Indrawan mempunyai barang itu di tempat ini, Tuan boleh membuka harga sesuka Tuan, saya, Yansen pasti tidak akan menolaknya”


Yansen demi tidak membuat Indrawan khawatir, dengan bergegas berkata.


“Tuan Yansen, apa yang sedang kamu katakan?”


“Kalau saya punya barang itu, saya juga akan memberinya kepada kalian, uang bagiku apa ada artinya?”


“Benar benar benar, uang dimata tuan Irawan bagaikan pasir saja bukan!”


Yansen terus menerus menganggukkan kepalanya.


“Karena kuas kaligrafi seperti itu adalah barang habis pakai, jadi hampir tidak mungkin untuk menyimpan kuas yang sudah digunakan, namun mengenai batu sinabar yang dibuat dari darah hewan itu, saya tidak pernah mendengarnya.”


Indrawan menggelengkan kepalanya, tetapi dia melanjutkan dan berkata.


“Tapi, jika ingin mencari barang seperti itu, sepertinya di kuil–kuil akan lebih banyak daripada disini. Lagipula barang seperti itu digunakan untuk mengusir setan, kuas yang mereka gunakan pasti berbau mistis”


Ketika Indrawan mengatakan hal tersebut, dengan seketika Dave terlihat gembira. Dia bahkan melupakan tentang hal itu. Kuas yang digunakan para ahli untuk mengusir setan, pasti memiliki unsur mistis, bahkan batu sinabar juga.

__ADS_1


Sepertinya dia bisa pergi ke kuil untuk mencarinya, untuk apa untuk mencarinya di Pasar Antik Tepi Jalan.


“Terima kasih atas nasihat dari tuan Indrawan”


Dave berdiri dan memberikan hormat kepada Indrawan.


“Hahaha, tidak perlu begitu segan, saya hanya berkata belaka saja”


Indrawan tertawa.


“Tuan Indrawan, jika saya boleh bertanya, dari mana kamu mendapatkan kursi naga itu?“


Dave bertanya.


“Mengapa? Apakah kamu melihat kursi naga itu bukan seperti kursi biasa?”


terlihat rasa bangga di wajah Indrawan dan berkata.


“Kursi ini dikirim dari luar negri dengan harga yang cukup mahal, ini adalah kursi naga yang asli, benda dari dinasti Ming, yang pernah diduduki oleh kaisar.”


Indrawan meraba tangan kursi naga itu dengan lembut, kelihatan dia sangat menyukainya.


...Bersambung........


...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...


...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...


...Like 👍...


...Komen 💬...


...Vote 🗳️...


...Hadiah 🎁...

__ADS_1


...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....


...Terimakasih...


__ADS_2